DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Sebut Penguatan Pariwisata Tak Bisa Dibebankan ke Satu OPD

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    05 Februari 2026 pukul 12:21 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com).

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah menyebut penguatan sektor pariwisata daerah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja.

    "Sinergi lintas OPD ini sangat penting dan perlu dalam mengembangkan pariwisata Kabupaten Berau sebagai sektor andalan daerah," ujar Agus.

    Menurutnya, meskipun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memiliki peran utama dalam pengelolaan pariwisata, namun keberhasilan sektor tersebut sangat bergantung pada dukungan OPD lainnya.

    "Pariwisata memang menjadi skala prioritas Disbudpar. Tapi penguatan pariwisata tidak bisa dibebankan dan dipertanggungjawabkan kepada satu OPD saja. Semua OPD harus terlibat dan bersinergi," tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa setiap OPD memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata. Mulai dari kebersihan lingkungan, ketersediaan jaringan informasi, hingga pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan wisata.

    "Seperti DLHK yang berperan dalam kebersihan, Kominfo terkait jaringan dan informasi, serta OPD lainnya yang saling mendukung sesuai fungsi masing-masing," tambahnya.

    Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya pelayanan maksimal kepada wisatawan agar tercipta kepuasan yang berdampak positif terhadap citra pariwisata Berau. Menurutnya, pelayanan yang baik dapat menjadi promosi efektif melalui cerita dan pengalaman wisatawan.

    "Kita ini sebenarnya sudah cukup bagus, tinggal inovasi dan kreativitas saja. Kalau wisatawan puas, mereka akan menceritakan pengalaman baiknya kepada orang lain," katanya.

    Kendati demikian, Agus menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas dasar dan infrastruktur, khususnya akses menuju lokasi wisata. Sebab menurutnya, akses yang sulit justru akan menjadi catatan negatif bagi wisatawan.

    "Bagaimana orang mau menuju satu titik atau tempat wisata kalau aksesnya sulit dan jalannya berlubang. Hal seperti itu yang nanti akan menjadi bahan cerita," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Sebut Penguatan Pariwisata Tak Bisa Dibebankan ke Satu OPD

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    05 Februari 2026 pukul 12:21 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com).

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah menyebut penguatan sektor pariwisata daerah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja.

    "Sinergi lintas OPD ini sangat penting dan perlu dalam mengembangkan pariwisata Kabupaten Berau sebagai sektor andalan daerah," ujar Agus.

    Menurutnya, meskipun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memiliki peran utama dalam pengelolaan pariwisata, namun keberhasilan sektor tersebut sangat bergantung pada dukungan OPD lainnya.

    "Pariwisata memang menjadi skala prioritas Disbudpar. Tapi penguatan pariwisata tidak bisa dibebankan dan dipertanggungjawabkan kepada satu OPD saja. Semua OPD harus terlibat dan bersinergi," tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa setiap OPD memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata. Mulai dari kebersihan lingkungan, ketersediaan jaringan informasi, hingga pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan wisata.

    "Seperti DLHK yang berperan dalam kebersihan, Kominfo terkait jaringan dan informasi, serta OPD lainnya yang saling mendukung sesuai fungsi masing-masing," tambahnya.

    Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya pelayanan maksimal kepada wisatawan agar tercipta kepuasan yang berdampak positif terhadap citra pariwisata Berau. Menurutnya, pelayanan yang baik dapat menjadi promosi efektif melalui cerita dan pengalaman wisatawan.

    "Kita ini sebenarnya sudah cukup bagus, tinggal inovasi dan kreativitas saja. Kalau wisatawan puas, mereka akan menceritakan pengalaman baiknya kepada orang lain," katanya.

    Kendati demikian, Agus menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas dasar dan infrastruktur, khususnya akses menuju lokasi wisata. Sebab menurutnya, akses yang sulit justru akan menjadi catatan negatif bagi wisatawan.

    "Bagaimana orang mau menuju satu titik atau tempat wisata kalau aksesnya sulit dan jalannya berlubang. Hal seperti itu yang nanti akan menjadi bahan cerita," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)