DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Minta Pemkab Maksimalkan Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2025 pukul 17:50 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Berau menyoroti sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan kelautan yang dinilai dapat menjadi potensi utama yang diandalkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di masa depan, terutama setelah melemahnya industri pertambangan batu bara. 

    Namun, sampai saat ini, sektor-sektor tersebut belum dikelola secara maksimal. Salah satu faktor utama yang harus diperhatikan adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

    Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong pun menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mengembangkan sektor-sektor lain yang ada guna menghadapi era pasca batu bara. 

    "Daerah kita harus bersiap menghidupkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan kelautan. Ketika Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui tidak lagi bisa diandalkan, kita harus memiliki alternatif yang kuat," kata Rudi Parasian Mangunsong.

    Oleh karena itu, ia pun meminta kepada pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mulai mengintensifkan program-program peningkatan kualitas SDM bagi petani, pekebun, dan nelayan. Dirinya menilai, peningkatan wawasan, pengetahuan, serta keterampilan melalui pelatihan tersebut sangat penting dan menjadi langkah utama yang harus ditempuh.  

    "Jika kualitas SDM petani, pekebun, dan nelayan ditingkatkan secara optimal, maka mereka akan mampu berproduksi lebih baik. Kita harus meniru kemajuan daerah lain dengan memberikan ilmu yang relevan kepada mereka," ujarnya.

    Kendati demikian, dirinya mengingatkan pentingnya penerapan ilmu yang diperoleh, disertai dengan inovasi dan modifikasi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Berau memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas, serta ketersediaan pupuk dan bibit.

    Namun, hasil yang diperoleh masih belum maksimal akibat kurangnya kesiapan SDM.

    "Sama juga yang terjadi di sektor perikanan kelautan, di mana Berau memiliki kekayaan biota laut yang melimpah, tetapi pemanfaatannya belum optimal," katanya. 

    Sementara itu, Rudi juga menyoroti terkait kemajuan sektor transportasi yang semakin terbuka bagi pemasaran hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk dapat memanfaatkan ketersediaan transportasi darat, laut, dan udara guna memperluas jangkauan pasar.  

    "Jika sektor ini maju, dampaknya tidak hanya meningkatkan perekonomian petani, pekebun, dan nelayan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan serta daerah," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Minta Pemkab Maksimalkan Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2025 pukul 17:50 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Berau menyoroti sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan kelautan yang dinilai dapat menjadi potensi utama yang diandalkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di masa depan, terutama setelah melemahnya industri pertambangan batu bara. 

    Namun, sampai saat ini, sektor-sektor tersebut belum dikelola secara maksimal. Salah satu faktor utama yang harus diperhatikan adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

    Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong pun menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mengembangkan sektor-sektor lain yang ada guna menghadapi era pasca batu bara. 

    "Daerah kita harus bersiap menghidupkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan kelautan. Ketika Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui tidak lagi bisa diandalkan, kita harus memiliki alternatif yang kuat," kata Rudi Parasian Mangunsong.

    Oleh karena itu, ia pun meminta kepada pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mulai mengintensifkan program-program peningkatan kualitas SDM bagi petani, pekebun, dan nelayan. Dirinya menilai, peningkatan wawasan, pengetahuan, serta keterampilan melalui pelatihan tersebut sangat penting dan menjadi langkah utama yang harus ditempuh.  

    "Jika kualitas SDM petani, pekebun, dan nelayan ditingkatkan secara optimal, maka mereka akan mampu berproduksi lebih baik. Kita harus meniru kemajuan daerah lain dengan memberikan ilmu yang relevan kepada mereka," ujarnya.

    Kendati demikian, dirinya mengingatkan pentingnya penerapan ilmu yang diperoleh, disertai dengan inovasi dan modifikasi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Berau memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas, serta ketersediaan pupuk dan bibit.

    Namun, hasil yang diperoleh masih belum maksimal akibat kurangnya kesiapan SDM.

    "Sama juga yang terjadi di sektor perikanan kelautan, di mana Berau memiliki kekayaan biota laut yang melimpah, tetapi pemanfaatannya belum optimal," katanya. 

    Sementara itu, Rudi juga menyoroti terkait kemajuan sektor transportasi yang semakin terbuka bagi pemasaran hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk dapat memanfaatkan ketersediaan transportasi darat, laut, dan udara guna memperluas jangkauan pasar.  

    "Jika sektor ini maju, dampaknya tidak hanya meningkatkan perekonomian petani, pekebun, dan nelayan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan serta daerah," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)