DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Minta Pemkab Kolaborasi dengan Pihak Ketiga agar Manutung Jukut dapat Digelar Pada 2025

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 April 2025 pukul 20:19 WITA

    Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama adalah salah satu event unggulan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Pagelaran pesta adat rakyat Berau yakni Manutung Jukut terancam batal digelar pada 2025.

    Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama adalah salah satu event unggulan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau.

    Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto pun turut menyayangkan hal tersebut apabila manutung jukut benar tidak digelar pada tahun ini. Oleh karena itu, ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk tidak terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.

    "Pemkab perlu menggaet pihak ketiga agar Manutung Jukut tetap dilaksankan, Khususnya perusahaan di Berau turut berkontribusi dalam acara ini. Sebab even tahunan ini juga bisa memberikan efek yang signifikan bagi pendapatan daerah," ujar Subroto.

    Menurutnya peran aktif pemerintah sangat dibutuhkan untuk membangun komunikasi dan menjalin kemitraan dengan dunia usaha sebagai bentuk kolaborasi dalam pelestarian budaya lokal di Kabupaten Berau.

    "Tapi tergantung pemerintah daerah sendiri untuk melobi dan menggandeng perusahaan-perusahaan tersebut," katanya.

    Kendati demikian, dirinya pun menekankan bahwa pihaknya juga akan tetap menghormati tentang keputusan pemerintah pusat terkait penghematan belanja daerah. 

    "Tentu kita juga hargai edaran pemerintah pusat terkait efisiensi," ujarnya.

    Sementara itu, menurut Subroto, penyelenggaraan acara budaya tanpa menggunakan dana APBD juga memiliki dampak yang positif. Pasalnya dengan begitu menurutnya justru dapat menjadi langkah yang lebih bijak dan efisien jika tetap bisa di gelar.

    "Jika bisa dilaksanakan tanpa menggunakan APBD, kan malah lebih baik," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Minta Pemkab Kolaborasi dengan Pihak Ketiga agar Manutung Jukut dapat Digelar Pada 2025

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 April 2025 pukul 20:19 WITA

    Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama adalah salah satu event unggulan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Pagelaran pesta adat rakyat Berau yakni Manutung Jukut terancam batal digelar pada 2025.

    Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama adalah salah satu event unggulan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau.

    Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto pun turut menyayangkan hal tersebut apabila manutung jukut benar tidak digelar pada tahun ini. Oleh karena itu, ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk tidak terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.

    "Pemkab perlu menggaet pihak ketiga agar Manutung Jukut tetap dilaksankan, Khususnya perusahaan di Berau turut berkontribusi dalam acara ini. Sebab even tahunan ini juga bisa memberikan efek yang signifikan bagi pendapatan daerah," ujar Subroto.

    Menurutnya peran aktif pemerintah sangat dibutuhkan untuk membangun komunikasi dan menjalin kemitraan dengan dunia usaha sebagai bentuk kolaborasi dalam pelestarian budaya lokal di Kabupaten Berau.

    "Tapi tergantung pemerintah daerah sendiri untuk melobi dan menggandeng perusahaan-perusahaan tersebut," katanya.

    Kendati demikian, dirinya pun menekankan bahwa pihaknya juga akan tetap menghormati tentang keputusan pemerintah pusat terkait penghematan belanja daerah. 

    "Tentu kita juga hargai edaran pemerintah pusat terkait efisiensi," ujarnya.

    Sementara itu, menurut Subroto, penyelenggaraan acara budaya tanpa menggunakan dana APBD juga memiliki dampak yang positif. Pasalnya dengan begitu menurutnya justru dapat menjadi langkah yang lebih bijak dan efisien jika tetap bisa di gelar.

    "Jika bisa dilaksanakan tanpa menggunakan APBD, kan malah lebih baik," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)