Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya di tengah penerapan kebijakan efisiensi anggaran.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi penghalang dalam menjalankan program pembangunan maupun pelayanan publik.
"Dengan kreativitas, program tetap bisa berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Rifai.
Ia pun menyebutkan, banyak daerah dengan kapasitas anggaran terbatas dan minim sumber daya alam tetap mampu menunjukkan perkembangan signifikan berkat strategi pengelolaan yang inovatif.
Oleh karena itu, dirinya inovasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah di tingkat kabupaten, tetapi juga dapat dimulai dari tingkat kampung. Menurutnya, lurah dan kepala kampung memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan masyarakat setempat.
"Mereka dipilih langsung oleh masyarakat, sehingga tentu memiliki strategi dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya perubahan cara pandang dalam menyikapi kondisi keuangan daerah saat ini. Ia menilai, pemerintah daerah harus lebih realistis dan adaptif terhadap dinamika anggaran.
"Jangan lagi berasumsi bahwa anggaran akan selalu besar seperti sebelumnya. Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada," tegasnya.
Rifai berharap kebijakan efisiensi yang diterapkan saat ini justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan efektivitas program pembangunan di Kabupaten Berau.
"Yang terpenting, semangat membangun daerah tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Kabupaten Berau menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya di tengah penerapan kebijakan efisiensi anggaran.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi penghalang dalam menjalankan program pembangunan maupun pelayanan publik.
"Dengan kreativitas, program tetap bisa berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Rifai.
Ia pun menyebutkan, banyak daerah dengan kapasitas anggaran terbatas dan minim sumber daya alam tetap mampu menunjukkan perkembangan signifikan berkat strategi pengelolaan yang inovatif.
Oleh karena itu, dirinya inovasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah di tingkat kabupaten, tetapi juga dapat dimulai dari tingkat kampung. Menurutnya, lurah dan kepala kampung memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan masyarakat setempat.
"Mereka dipilih langsung oleh masyarakat, sehingga tentu memiliki strategi dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya perubahan cara pandang dalam menyikapi kondisi keuangan daerah saat ini. Ia menilai, pemerintah daerah harus lebih realistis dan adaptif terhadap dinamika anggaran.
"Jangan lagi berasumsi bahwa anggaran akan selalu besar seperti sebelumnya. Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada," tegasnya.
Rifai berharap kebijakan efisiensi yang diterapkan saat ini justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan efektivitas program pembangunan di Kabupaten Berau.
"Yang terpenting, semangat membangun daerah tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Adv)
(Sf/Rs)