DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Ingatkan Antisipasi Penyakit Hewan dan Lonjakan Harga Daging Jelang Iduladha 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 April 2026 pukul 17:05 WITA

    Sapi. (Freepik)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto mengingatkan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran penyakit hewan serta lonjakan harga daging di pasaran menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

    Ia menilai, meningkatnya permintaan hewan kurban setiap tahun harus diimbangi dengan pengawasan ketat, khususnya oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau.

    "Kesehatan hewan kurban berkaitan erat dengan lalu lintas ternak yang keluar masuk ke Berau. Ini harus menjadi perhatian serius," ujar Subroto.

    Menurutnya, upaya pengawasan tidak cukup dilakukan di tingkat pasar saja. Ia mendorong adanya pendampingan langsung kepada peternak dan pedagang sebelum hewan diperjualbelikan. Pendampingan tersebut seperti pemeriksaan kondisi kesehatan, pemberian vaksin, hingga kelengkapan dokumen seperti surat keterangan kesehatan hewan.

    "Pendampingan dari DTPHP ini sangat penting agar hewan yang beredar di masyarakat benar-benar sehat dan layak dikonsumsi," katanya.

    Ia juga menyampaikan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk menekan potensi penyebaran penyakit hewan menular yang dapat berdampak pada sektor peternakan maupun kesehatan masyarakat.

    "Persiapan harus dilakukan sejak sekarang agar hewan ternak yang masuk dan keluar Berau dipastikan dalam kondisi sehat," tegasnya.

    Selain itu, dirinya juga menyoroti potensi kenaikan harga daging menjelang hari raya. Sehingga ia meminta pemerintah daerah untuk aktif memantau pergerakan harga di pasar guna mencegah praktik monopoli maupun spekulasi.

    "Harga harus terus dipantau supaya saat Iduladha tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat," ujarnya.

    Subroto menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam mengawasi distribusi hewan dan daging. Menurutnya dengan koordinasi yang baik, kebutuhan masyarakat selama Iduladha dapat terpenuhi secara merata.

    "Saya berharap seluruh pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha, dapat mulai melakukan persiapan sejak dini agar pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Ingatkan Antisipasi Penyakit Hewan dan Lonjakan Harga Daging Jelang Iduladha 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    30 April 2026 pukul 17:05 WITA

    Sapi. (Freepik)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto mengingatkan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran penyakit hewan serta lonjakan harga daging di pasaran menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

    Ia menilai, meningkatnya permintaan hewan kurban setiap tahun harus diimbangi dengan pengawasan ketat, khususnya oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau.

    "Kesehatan hewan kurban berkaitan erat dengan lalu lintas ternak yang keluar masuk ke Berau. Ini harus menjadi perhatian serius," ujar Subroto.

    Menurutnya, upaya pengawasan tidak cukup dilakukan di tingkat pasar saja. Ia mendorong adanya pendampingan langsung kepada peternak dan pedagang sebelum hewan diperjualbelikan. Pendampingan tersebut seperti pemeriksaan kondisi kesehatan, pemberian vaksin, hingga kelengkapan dokumen seperti surat keterangan kesehatan hewan.

    "Pendampingan dari DTPHP ini sangat penting agar hewan yang beredar di masyarakat benar-benar sehat dan layak dikonsumsi," katanya.

    Ia juga menyampaikan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk menekan potensi penyebaran penyakit hewan menular yang dapat berdampak pada sektor peternakan maupun kesehatan masyarakat.

    "Persiapan harus dilakukan sejak sekarang agar hewan ternak yang masuk dan keluar Berau dipastikan dalam kondisi sehat," tegasnya.

    Selain itu, dirinya juga menyoroti potensi kenaikan harga daging menjelang hari raya. Sehingga ia meminta pemerintah daerah untuk aktif memantau pergerakan harga di pasar guna mencegah praktik monopoli maupun spekulasi.

    "Harga harus terus dipantau supaya saat Iduladha tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat," ujarnya.

    Subroto menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam mengawasi distribusi hewan dan daging. Menurutnya dengan koordinasi yang baik, kebutuhan masyarakat selama Iduladha dapat terpenuhi secara merata.

    "Saya berharap seluruh pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha, dapat mulai melakukan persiapan sejak dini agar pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)