DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Transformasi PAD dari Sektor Tambang ke Pariwisata

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    02 Maret 2026 pukul 18:27 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Fasra Wisono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Fasra Wisono mendorong adanya transformasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari ketergantungan sektor pertambangan menuju pariwisata yang dinilai lebih berkelanjutan.

    Menurutnya, selama ini kontribusi terbesar PAD masih berasal dari tambang dan perkebunan. Padahal, potensi pariwisata Berau dinilai tidak kalah besar dan bahkan telah dikenal hingga mancanegara. Namun, pengembangannya dinilai belum optimal.

    Fasra menegaskan momentum kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah. Ia menilai Berau berpeluang menjadi salah satu destinasi tujuan wisata bagi para pendatang dan wisatawan di era IKN.

    "Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor tambang. Pariwisata harus mulai dipersiapkan menjadi penopang utama PAD. Apalagi dengan hadirnya IKN, peluang kunjungan wisatawan tentu akan semakin besar," ujarnya.

    Ia pun meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau (Disbudpar) untuk lebih inovatif dalam menyusun program kerja, meski kini terdapat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

    "Efisiensi anggaran bukan alasan untuk tidak bergerak. Justru ini menjadi tantangan untuk menyusun program yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD," tegasnya.

    Ia meminta Disbudpar Berau untuk melakukan evaluasi program secara menyeluruh, termasuk meninjau kembali kegiatan-kegiatan yang dinilai kurang memberi dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.

    "Kegiatan yang tidak berdampak besar sebaiknya dialihkan anggarannya untuk pembenahan infrastruktur dan sarana pendukung objek wisata. Yang kita butuhkan sekarang adalah program yang terukur dan berorientasi pada hasil," tuturnya.

    Fasra optimis langkah strategis dan perencanaan yang matang mampu membuat sektor pariwisata Berau menjadi sumber PAD baru yang kuat, sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan di masa mendatang. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Transformasi PAD dari Sektor Tambang ke Pariwisata

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    02 Maret 2026 pukul 18:27 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Fasra Wisono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Fasra Wisono mendorong adanya transformasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari ketergantungan sektor pertambangan menuju pariwisata yang dinilai lebih berkelanjutan.

    Menurutnya, selama ini kontribusi terbesar PAD masih berasal dari tambang dan perkebunan. Padahal, potensi pariwisata Berau dinilai tidak kalah besar dan bahkan telah dikenal hingga mancanegara. Namun, pengembangannya dinilai belum optimal.

    Fasra menegaskan momentum kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah. Ia menilai Berau berpeluang menjadi salah satu destinasi tujuan wisata bagi para pendatang dan wisatawan di era IKN.

    "Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor tambang. Pariwisata harus mulai dipersiapkan menjadi penopang utama PAD. Apalagi dengan hadirnya IKN, peluang kunjungan wisatawan tentu akan semakin besar," ujarnya.

    Ia pun meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau (Disbudpar) untuk lebih inovatif dalam menyusun program kerja, meski kini terdapat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

    "Efisiensi anggaran bukan alasan untuk tidak bergerak. Justru ini menjadi tantangan untuk menyusun program yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD," tegasnya.

    Ia meminta Disbudpar Berau untuk melakukan evaluasi program secara menyeluruh, termasuk meninjau kembali kegiatan-kegiatan yang dinilai kurang memberi dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.

    "Kegiatan yang tidak berdampak besar sebaiknya dialihkan anggarannya untuk pembenahan infrastruktur dan sarana pendukung objek wisata. Yang kita butuhkan sekarang adalah program yang terukur dan berorientasi pada hasil," tuturnya.

    Fasra optimis langkah strategis dan perencanaan yang matang mampu membuat sektor pariwisata Berau menjadi sumber PAD baru yang kuat, sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan di masa mendatang. (Adv)

    (Sf/Lo)