DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Sinergi Pokdarwis dan Pemkam untuk Kembangkan Potensi Wisata Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    25 Maret 2026 pukul 14:50 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Berau mendorong pemerintah kampung (pemkam) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk lebih proaktif dalam mengangkat serta menawarkan potensi wisata yang dimiliki kampung.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menilai banyak kampung di Berau memiliki kekayaan alam dan budaya yang berpotensi menjadi daya tarik wisata, khususnya di wilayah pedalaman. Namun, ia menilai potensi tersebut perlu diikuti dengan langkah nyata dari kampung itu sendiri.

    "Peran kepala kampung dan pokdarwis sangat penting dalam memperkenalkan potensi wisata yang ada. Harus lebih aktif lagi agar bisa dikenal luas," ujar Gideon.

    Ia menjelaskan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyusun konsep pengembangan wisata secara matang untuk kemudian diajukan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

    "Kalau sudah ada konsep, bisa dipresentasikan ke Disbudpar. Dari situ pemerintah daerah bisa melihat potensi yang dimiliki kampung dan membantu pengembangannya," jelasnya.

    Oleh karena itu pokdarwis menjadi elemen penting sebagai penghubung komunikasi antara kampung dengan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata.

    "Melalui pokdarwis inilah kampung bisa menyampaikan potensi yang dimiliki. Jadi harus aktif menjalin komunikasi, baik ke DPRD maupun ke dinas terkait," tambahnya.

    Ia pun mengingatkan pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang ada, tetapi juga harus dirancang untuk jangka panjang agar tetap menarik bagi wisatawan.

    "Yang penting bukan hanya potensi, tapi bagaimana keberlanjutannya. Harus ada sesuatu yang menjadi daya pikat atau daya tarik yang membuat orang ingin datang," tegasnya.

    Ia pun mencontohkan potensi budaya di Kampung Tumbit Dayak melalui tradisi Bekudung Betiung dengan adanya ritual-ritual yang menjadi penunjang tersebut dinilai mampu menjadi magnet wisata sekaligus sarana pelestarian budaya.

    "Contohnya Bekudung Betiung, wisatawan bisa menikmati dua hal sekaligus, yaitu wisata dan budaya. Ini menjadi nilai tambah yang kuat bagi kampung tersebut," ungkapnya.

    Dengan keterlibatan aktif kampung dan dukungan pemerintah daerah, pengembangan pariwisata di Berau diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    Selain itu, Gideon juga berharap agenda kegiatan adat dan budaya di Berau dapat disusun lebih terkoordinasi, sehingga wisatawan dapat menikmati berbagai event dalam waktu yang berdekatan.

    "Saya harap ke depan, event-event yang ada bisa di dijadwalkan lebih rapi dan tidak berjauhan, tidak lompat-lompat. Jadi wisata dibikinkan mappingnya, misal habis dari Long Lanuk bekudung betiung, lanjut lagi kampung Merasa dengan meja panjangnya, jadi wisatawan bisa menikmati semuanya tanpa harus menunggu lama," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Sinergi Pokdarwis dan Pemkam untuk Kembangkan Potensi Wisata Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    25 Maret 2026 pukul 14:50 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - DPRD Berau mendorong pemerintah kampung (pemkam) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk lebih proaktif dalam mengangkat serta menawarkan potensi wisata yang dimiliki kampung.

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menilai banyak kampung di Berau memiliki kekayaan alam dan budaya yang berpotensi menjadi daya tarik wisata, khususnya di wilayah pedalaman. Namun, ia menilai potensi tersebut perlu diikuti dengan langkah nyata dari kampung itu sendiri.

    "Peran kepala kampung dan pokdarwis sangat penting dalam memperkenalkan potensi wisata yang ada. Harus lebih aktif lagi agar bisa dikenal luas," ujar Gideon.

    Ia menjelaskan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyusun konsep pengembangan wisata secara matang untuk kemudian diajukan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

    "Kalau sudah ada konsep, bisa dipresentasikan ke Disbudpar. Dari situ pemerintah daerah bisa melihat potensi yang dimiliki kampung dan membantu pengembangannya," jelasnya.

    Oleh karena itu pokdarwis menjadi elemen penting sebagai penghubung komunikasi antara kampung dengan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata.

    "Melalui pokdarwis inilah kampung bisa menyampaikan potensi yang dimiliki. Jadi harus aktif menjalin komunikasi, baik ke DPRD maupun ke dinas terkait," tambahnya.

    Ia pun mengingatkan pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang ada, tetapi juga harus dirancang untuk jangka panjang agar tetap menarik bagi wisatawan.

    "Yang penting bukan hanya potensi, tapi bagaimana keberlanjutannya. Harus ada sesuatu yang menjadi daya pikat atau daya tarik yang membuat orang ingin datang," tegasnya.

    Ia pun mencontohkan potensi budaya di Kampung Tumbit Dayak melalui tradisi Bekudung Betiung dengan adanya ritual-ritual yang menjadi penunjang tersebut dinilai mampu menjadi magnet wisata sekaligus sarana pelestarian budaya.

    "Contohnya Bekudung Betiung, wisatawan bisa menikmati dua hal sekaligus, yaitu wisata dan budaya. Ini menjadi nilai tambah yang kuat bagi kampung tersebut," ungkapnya.

    Dengan keterlibatan aktif kampung dan dukungan pemerintah daerah, pengembangan pariwisata di Berau diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    Selain itu, Gideon juga berharap agenda kegiatan adat dan budaya di Berau dapat disusun lebih terkoordinasi, sehingga wisatawan dapat menikmati berbagai event dalam waktu yang berdekatan.

    "Saya harap ke depan, event-event yang ada bisa di dijadwalkan lebih rapi dan tidak berjauhan, tidak lompat-lompat. Jadi wisata dibikinkan mappingnya, misal habis dari Long Lanuk bekudung betiung, lanjut lagi kampung Merasa dengan meja panjangnya, jadi wisatawan bisa menikmati semuanya tanpa harus menunggu lama," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)