DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Potensi Kafe Literasi untuk Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    10 April 2026 11:06 WIB

    Kafe literasi yang beroperasi di samping Gedung Perpustakaan Daerah Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Inovasi kafe literasi yang beroperasi di samping Gedung Perpustakaan Daerah (Pusda) saat ini tengah diuji coba oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau mendapat tanggapan positif dari DPRD Kabupaten Berau.

    Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menilai langkah ini dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang lebih hidup. Apalagi, kata dia, suasana kafe literasi yang santai di ruang terbuka tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

    "Kafe literasi ini memiliki potensi besar. Perpustakaan tidak hanya sekadar tempat membaca buku, tapi juga bisa menjadi ruang interaksi masyarakat. Konsep ini bisa menarik minat anak muda dan keluarga untuk datang," kata Thamrin.

    Ia pun menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap inovasi ini. Dimana, ia menilai pemantauan dan evaluasi sangat penting guna mengetahui dan menjadi bahan evaluasi Dispusip untuk terus melakukan pembenahan guna mendorong minat baca masyarakat.

    "Jika terbukti berhasil, rencana membuka perpustakaan pada hari libur atau hingga malam hari bisa diterapkan untuk menyesuaikan aktivitas masyarakat," ujarnya.

    Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung kafe literasi. Menurutnya, kehadiran warga tidak hanya meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga memberikan masukan berharga bagi pengelola dalam mengembangkan berbagai program edukatif.

    "Keterlibatan masyarakat sangat menentukan kesuksesan inovasi ini. Semakin banyak warga yang datang dan memberikan feedback, semakin mudah bagi Dispusip untuk menyesuaikan konsep kafe literasi agar benar-benar sesuai kebutuhan dan minat pengunjung," tuturnya.

    Thamrin pun berharap kolaborasi dengan UMKM dan pihak-pihak terkait bisa dimaksimalkan agar kawasan perpustakaan menjadi pusat kegiatan edukatif, budaya, dan interaksi sosial.

    "Dengan kolaborasi yang tepat, kafe literasi bisa menjadi magnet baru bagi masyarakat Berau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Potensi Kafe Literasi untuk Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    10 April 2026 11:06 WIB

    Kafe literasi yang beroperasi di samping Gedung Perpustakaan Daerah Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Inovasi kafe literasi yang beroperasi di samping Gedung Perpustakaan Daerah (Pusda) saat ini tengah diuji coba oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau mendapat tanggapan positif dari DPRD Kabupaten Berau.

    Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menilai langkah ini dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang lebih hidup. Apalagi, kata dia, suasana kafe literasi yang santai di ruang terbuka tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

    "Kafe literasi ini memiliki potensi besar. Perpustakaan tidak hanya sekadar tempat membaca buku, tapi juga bisa menjadi ruang interaksi masyarakat. Konsep ini bisa menarik minat anak muda dan keluarga untuk datang," kata Thamrin.

    Ia pun menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap inovasi ini. Dimana, ia menilai pemantauan dan evaluasi sangat penting guna mengetahui dan menjadi bahan evaluasi Dispusip untuk terus melakukan pembenahan guna mendorong minat baca masyarakat.

    "Jika terbukti berhasil, rencana membuka perpustakaan pada hari libur atau hingga malam hari bisa diterapkan untuk menyesuaikan aktivitas masyarakat," ujarnya.

    Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung kafe literasi. Menurutnya, kehadiran warga tidak hanya meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga memberikan masukan berharga bagi pengelola dalam mengembangkan berbagai program edukatif.

    "Keterlibatan masyarakat sangat menentukan kesuksesan inovasi ini. Semakin banyak warga yang datang dan memberikan feedback, semakin mudah bagi Dispusip untuk menyesuaikan konsep kafe literasi agar benar-benar sesuai kebutuhan dan minat pengunjung," tuturnya.

    Thamrin pun berharap kolaborasi dengan UMKM dan pihak-pihak terkait bisa dimaksimalkan agar kawasan perpustakaan menjadi pusat kegiatan edukatif, budaya, dan interaksi sosial.

    "Dengan kolaborasi yang tepat, kafe literasi bisa menjadi magnet baru bagi masyarakat Berau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)