Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong menyoroti sektor pertanian, perkebunan, serta perikanan kelautan sebagai potensi utama yang dapat diandalkan oleh pemerintah kabupaten di masa depan, terutama setelah melemahnya industri pertambangan batu bara.
Menurutnya hingga kini sektor-sektor tersebut belum dikelola secara maksimal. Ia menilai salah satu faktor utama yang harus menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Daerah kita harus bersiap menghidupkan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan kelautan. Ketika sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tidak lagi bisa diandalkan, kita harus memiliki alternatif yang kuat," ujar Rudi.
Ia menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mengembangkan sektor-sektor alternatif guna menghadapi era pasca batu bara. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mulai mengintensifkan program peningkatan kualitas SDM bagi petani, pekebun dan nelayan.
"Peningkatan wawasan, pengetahuan, serta keterampilan melalui pelatihan sangat penting dan menjadi langkah utama yang harus ditempuh," katanya.
Ia menilai peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada produktivitas masyarakat di sektor tersebut, sehingga pengelolaan pun bisa lebih terarah dan hasil lebih maksimal.
"Jika kualitas SDM petani, pekebun dan nelayan ditingkatkan secara optimal, maka mereka akan mampu berproduksi lebih baik. Kita harus meniru kemajuan daerah lain dengan memberikan ilmu yang relevan kepada mereka," jelasnya.
Ia mengingatkan ilmu yang diperoleh harus diterapkan dengan inovasi serta disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Menurutnya Berau memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan pertanian dan perkebunan yang luas, serta ketersediaan pupuk dan bibit, belum mampu menghasilkan output maksimal akibat keterbatasan SDM.
"Ini juga terjadi di sektor perikanan kelautan. Kekayaan biota laut yang melimpah di Berau masih belum dimanfaatkan secara optimal," tambahnya.
Rudi juga menyoroti kemajuan sektor transportasi yang semakin terbuka untuk mendukung pemasaran hasil produksi. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan akses transportasi darat, laut dan udara guna memperluas jangkauan pasar.
"Jika sektor ini maju, dampaknya tidak hanya meningkatkan perekonomian petani, pekebun dan nelayan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan serta daerah," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong menyoroti sektor pertanian, perkebunan, serta perikanan kelautan sebagai potensi utama yang dapat diandalkan oleh pemerintah kabupaten di masa depan, terutama setelah melemahnya industri pertambangan batu bara.
Menurutnya hingga kini sektor-sektor tersebut belum dikelola secara maksimal. Ia menilai salah satu faktor utama yang harus menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Daerah kita harus bersiap menghidupkan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan kelautan. Ketika sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tidak lagi bisa diandalkan, kita harus memiliki alternatif yang kuat," ujar Rudi.
Ia menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mengembangkan sektor-sektor alternatif guna menghadapi era pasca batu bara. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mulai mengintensifkan program peningkatan kualitas SDM bagi petani, pekebun dan nelayan.
"Peningkatan wawasan, pengetahuan, serta keterampilan melalui pelatihan sangat penting dan menjadi langkah utama yang harus ditempuh," katanya.
Ia menilai peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada produktivitas masyarakat di sektor tersebut, sehingga pengelolaan pun bisa lebih terarah dan hasil lebih maksimal.
"Jika kualitas SDM petani, pekebun dan nelayan ditingkatkan secara optimal, maka mereka akan mampu berproduksi lebih baik. Kita harus meniru kemajuan daerah lain dengan memberikan ilmu yang relevan kepada mereka," jelasnya.
Ia mengingatkan ilmu yang diperoleh harus diterapkan dengan inovasi serta disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Menurutnya Berau memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan pertanian dan perkebunan yang luas, serta ketersediaan pupuk dan bibit, belum mampu menghasilkan output maksimal akibat keterbatasan SDM.
"Ini juga terjadi di sektor perikanan kelautan. Kekayaan biota laut yang melimpah di Berau masih belum dimanfaatkan secara optimal," tambahnya.
Rudi juga menyoroti kemajuan sektor transportasi yang semakin terbuka untuk mendukung pemasaran hasil produksi. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan akses transportasi darat, laut dan udara guna memperluas jangkauan pasar.
"Jika sektor ini maju, dampaknya tidak hanya meningkatkan perekonomian petani, pekebun dan nelayan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan serta daerah," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)