DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Penguatan Kelompok Tani untuk Kembangkan Kopi Lokal

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    13 Maret 2026 05:46 WIB

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau dikenal dengan berbagai kekayaan alamnya di berbagai sektor seperti pariwisata dan sektor lainnya, seperti potensi kopi lokal khas yang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai komoditas perkebunan unggulan.

    Namun Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman mengatakan pengelolaan kopi daerah masih membutuhkan dukungan yang lebih terarah, terutama dalam penguatan kelembagaan petani.

    "Pengembangan kopi lokal ini perlu perhatian kita bersama. Komoditas ini bisa membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah kampung," ujar Sakirman.

    Ia menyebutkan sejumlah wilayah di Berau telah dikenal memiliki kopi dengan karakter rasa yang khas. Hal ini menjadi modal penting bagi daerah untuk mengembangkan produk kopi lokal agar lebih dikenal luas.

    "Ini menjadi modal penting bagi daerah untuk mengembangkan produk kopi lokal agar lebih dikenal luas. Potensinya cukup besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara serius agar bisa berkembang," katanya.

    Menurutnya salah satu kendala yang selama ini dihadapi para petani adalah belum terbentuknya kelompok tani yang kuat. Padahal, keberadaan kelompok tani menjadi syarat penting untuk mendapatkan pembinaan maupun bantuan dari pemerintah.

    Ia pun mendorong para petani kopi untuk mulai membentuk kelompok tani agar lebih mudah mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah. Dia menegaskan pentingnya peran kelompok tani agar pemerintah juga lebih mudah memberikan bantuan dan pembinaan.

    "Pengembangan kopi Berau perlu didukung dengan penyediaan sarana produksi yang memadai, mulai dari peralatan pengolahan, fasilitas pengeringan, hingga peralatan roasting biji kopi," tuturnya.

    Kini sejumlah kedai kopi di Berau masih harus mendatangkan biji kopi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan usaha mereka. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi kopi agar kebutuhan pasar daerah dapat dipenuhi dari hasil perkebunan sendiri.

    "Kalau produksi lokal bisa ditingkatkan, tentu akan membantu perekonomian petani sekaligus mengurangi ketergantungan dari luar daerah," tambahnya.

    Sakirman berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong pengembangan kopi Berau melalui program pembinaan yang berkelanjutan serta kolaborasi lintas sektor.

    "Jika dikelola dengan baik, kopi Berau bisa menjadi komoditas yang menjanjikan ke depan," tutupnya. (Adv)


    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Penguatan Kelompok Tani untuk Kembangkan Kopi Lokal

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    13 Maret 2026 05:46 WIB

    Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau dikenal dengan berbagai kekayaan alamnya di berbagai sektor seperti pariwisata dan sektor lainnya, seperti potensi kopi lokal khas yang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai komoditas perkebunan unggulan.

    Namun Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman mengatakan pengelolaan kopi daerah masih membutuhkan dukungan yang lebih terarah, terutama dalam penguatan kelembagaan petani.

    "Pengembangan kopi lokal ini perlu perhatian kita bersama. Komoditas ini bisa membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah kampung," ujar Sakirman.

    Ia menyebutkan sejumlah wilayah di Berau telah dikenal memiliki kopi dengan karakter rasa yang khas. Hal ini menjadi modal penting bagi daerah untuk mengembangkan produk kopi lokal agar lebih dikenal luas.

    "Ini menjadi modal penting bagi daerah untuk mengembangkan produk kopi lokal agar lebih dikenal luas. Potensinya cukup besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara serius agar bisa berkembang," katanya.

    Menurutnya salah satu kendala yang selama ini dihadapi para petani adalah belum terbentuknya kelompok tani yang kuat. Padahal, keberadaan kelompok tani menjadi syarat penting untuk mendapatkan pembinaan maupun bantuan dari pemerintah.

    Ia pun mendorong para petani kopi untuk mulai membentuk kelompok tani agar lebih mudah mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah. Dia menegaskan pentingnya peran kelompok tani agar pemerintah juga lebih mudah memberikan bantuan dan pembinaan.

    "Pengembangan kopi Berau perlu didukung dengan penyediaan sarana produksi yang memadai, mulai dari peralatan pengolahan, fasilitas pengeringan, hingga peralatan roasting biji kopi," tuturnya.

    Kini sejumlah kedai kopi di Berau masih harus mendatangkan biji kopi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan usaha mereka. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi kopi agar kebutuhan pasar daerah dapat dipenuhi dari hasil perkebunan sendiri.

    "Kalau produksi lokal bisa ditingkatkan, tentu akan membantu perekonomian petani sekaligus mengurangi ketergantungan dari luar daerah," tambahnya.

    Sakirman berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong pengembangan kopi Berau melalui program pembinaan yang berkelanjutan serta kolaborasi lintas sektor.

    "Jika dikelola dengan baik, kopi Berau bisa menjadi komoditas yang menjanjikan ke depan," tutupnya. (Adv)


    (Sf/Lo)