DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Budidaya Ikan Mandiri untuk Perkuat Gerakan Gemarikan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 November 2025 pukul 16:13 WITA

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memperkuat Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) seiring tingginya angka konsumsi ikan di Kabupaten Berau yang mencapai 69,18 kilogram per kapita pada tahun 2024.

    Menurutnya, gerakan ini tidak cukup hanya didorong melalui kampanye atau sosialisasi, tetapi perlu diperkuat dengan kegiatan produktif yang bisa dilakukan langsung oleh masyarakat.

    "Budidaya ikan mandiri bukan hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga cara efektif untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari," ujar Sumadi.

    Ia menyebut budidaya ikan skala rumah, seperti ikan lele, merupakan pilihan yang paling mudah diterapkan karena membutuhkan modal kecil, lahan terbatas, dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi.

    "Lele itu mudah dipelihara, cepat panen, dan bisa dikonsumsi sendiri. Kalau setiap keluarga punya kolam kecil atau ember budidaya, kebutuhan protein hewani bisa terpenuhi tanpa harus membeli setiap hari," katanya.

    Selain itu, ia juga menilai budidaya mandiri dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga pangan yang sering membebani pengeluaran rumah tangga.

    "Budidaya mandiri dapat sangat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga dan sangat bermanfaat," tuturnya.

    Oleh karena itu, dirinya pun mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperluas dukungan, mulai dari pelatihan teknis, penyediaan bibit ikan yang berkualitas, hingga pendampingan pascapanen sehingga gerakan ini bisa berkelanjutan.

    "Kalau masyarakat bisa mandiri memproduksi pangan bergizi, dampaknya besar untuk kesehatan dan ekonomi. Ini gerakan sederhana tetapi efeknya signifikan," ujarnya.

    Sumadi berharap Gerakan Gemarikan di Kabupaten Berau tidak hanya menjadi ajakan untuk mengonsumsi ikan, tetapi berkembang menjadi budaya produktif yang melibatkan peran aktif seluruh keluarga dalam memastikan ketersediaan pangan yang sehat, murah, dan mudah diakses. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Berau Dorong Budidaya Ikan Mandiri untuk Perkuat Gerakan Gemarikan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 November 2025 pukul 16:13 WITA

    Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memperkuat Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) seiring tingginya angka konsumsi ikan di Kabupaten Berau yang mencapai 69,18 kilogram per kapita pada tahun 2024.

    Menurutnya, gerakan ini tidak cukup hanya didorong melalui kampanye atau sosialisasi, tetapi perlu diperkuat dengan kegiatan produktif yang bisa dilakukan langsung oleh masyarakat.

    "Budidaya ikan mandiri bukan hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga cara efektif untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari," ujar Sumadi.

    Ia menyebut budidaya ikan skala rumah, seperti ikan lele, merupakan pilihan yang paling mudah diterapkan karena membutuhkan modal kecil, lahan terbatas, dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi.

    "Lele itu mudah dipelihara, cepat panen, dan bisa dikonsumsi sendiri. Kalau setiap keluarga punya kolam kecil atau ember budidaya, kebutuhan protein hewani bisa terpenuhi tanpa harus membeli setiap hari," katanya.

    Selain itu, ia juga menilai budidaya mandiri dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga pangan yang sering membebani pengeluaran rumah tangga.

    "Budidaya mandiri dapat sangat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga dan sangat bermanfaat," tuturnya.

    Oleh karena itu, dirinya pun mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperluas dukungan, mulai dari pelatihan teknis, penyediaan bibit ikan yang berkualitas, hingga pendampingan pascapanen sehingga gerakan ini bisa berkelanjutan.

    "Kalau masyarakat bisa mandiri memproduksi pangan bergizi, dampaknya besar untuk kesehatan dan ekonomi. Ini gerakan sederhana tetapi efeknya signifikan," ujarnya.

    Sumadi berharap Gerakan Gemarikan di Kabupaten Berau tidak hanya menjadi ajakan untuk mengonsumsi ikan, tetapi berkembang menjadi budaya produktif yang melibatkan peran aktif seluruh keluarga dalam memastikan ketersediaan pangan yang sehat, murah, dan mudah diakses. (Adv)

    (Sf/Rs)