DPRD Kabupaten Berau

    Dorong Tiket Speedboat Resmi, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Keamanan Penumpang

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    08 Maret 2026 04:49 WIB

    Dermaga penyeberang Sidayang Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menekankan pentingnya keamanan dan keselamatan transportasi laut sebagai faktor utama dalam menarik wisatawan. Menurutnya, transportasi laut bukan sekadar sarana, melainkan pintu pertama yang membentuk pengalaman pengunjung di Berau.

    Namun, pengelolaan transportasi laut saat ini masih menyisakan masalah serius. Salah satunya adalah minimnya perlindungan bagi penumpang speedboat yang menuju destinasi unggulan seperti dari Tanjung Batu menuju Pulau Derawan dan Maratua.

    Mekanisme asuransi bagi wisatawan belum ada, sementara sistem pembayaran yang dilakukan tunai langsung antara penumpang dan pemilik speedboat membuat tidak ada tiket resmi atau dokumen perjalanan yang bisa dijadikan dasar perlindungan.

    "Kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, ini yang belum pernah diperhitungkan secara matang. Apakah penumpang sudah masuk asuransi? Saya kira belum, karena tidak ada tiket, tidak ada sistem yang mengatur," ujar Agus.

    Dirinya juga menyinggung berbagai insiden kecelakaan laut yang pernah terjadi, mulai dari speedboat terbalik hingga menabrak batang kayu. Namun, hingga kini belum ada regulasi yang cukup kuat untuk mencegah risiko serupa di masa depan.

    "Keselamatan ini tidak boleh dianggap sepele. Wisata itu bukan hanya soal indah, tapi juga soal aman," tegasnya.

    Selain itu, ia menegaskan, persoalan transportasi laut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah jika ingin pariwisata menjadi penopang pendapatan asli daerah (PAD). Dimana, Berau tidak bisa terus bergantung pada sektor tambang yang bersifat tidak terbarukan.

    "Pariwisata ini salah satu sektor yang harus kita dorong. Tapi jangan setengah-setengah. Kalau sistem dasarnya saja belum aman dan tertata, bagaimana mau menjual pariwisata kita ke luar," ujarnya.

    Oleh karena itu, dirinya menekankan pentingnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD).

    "Kominfo punya peran soal jaringan dan promosi, DLHK soal kebersihan, Dishub soal transportasi. Kalau ini tidak berjalan bersama, pariwisata kita akan pincang," jelasnya.

    Agus berharap pemerintah daerah menata transportasi laut secara profesional dan berorientasi pada keselamatan wisatawan.

    "Kalau wisatawan merasa nyaman dan aman, mereka akan bercerita dengan baik. Itu promosi paling jujur dan paling kuat untuk Berau," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Dorong Tiket Speedboat Resmi, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Keamanan Penumpang

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    08 Maret 2026 04:49 WIB

    Dermaga penyeberang Sidayang Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menekankan pentingnya keamanan dan keselamatan transportasi laut sebagai faktor utama dalam menarik wisatawan. Menurutnya, transportasi laut bukan sekadar sarana, melainkan pintu pertama yang membentuk pengalaman pengunjung di Berau.

    Namun, pengelolaan transportasi laut saat ini masih menyisakan masalah serius. Salah satunya adalah minimnya perlindungan bagi penumpang speedboat yang menuju destinasi unggulan seperti dari Tanjung Batu menuju Pulau Derawan dan Maratua.

    Mekanisme asuransi bagi wisatawan belum ada, sementara sistem pembayaran yang dilakukan tunai langsung antara penumpang dan pemilik speedboat membuat tidak ada tiket resmi atau dokumen perjalanan yang bisa dijadikan dasar perlindungan.

    "Kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, ini yang belum pernah diperhitungkan secara matang. Apakah penumpang sudah masuk asuransi? Saya kira belum, karena tidak ada tiket, tidak ada sistem yang mengatur," ujar Agus.

    Dirinya juga menyinggung berbagai insiden kecelakaan laut yang pernah terjadi, mulai dari speedboat terbalik hingga menabrak batang kayu. Namun, hingga kini belum ada regulasi yang cukup kuat untuk mencegah risiko serupa di masa depan.

    "Keselamatan ini tidak boleh dianggap sepele. Wisata itu bukan hanya soal indah, tapi juga soal aman," tegasnya.

    Selain itu, ia menegaskan, persoalan transportasi laut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah jika ingin pariwisata menjadi penopang pendapatan asli daerah (PAD). Dimana, Berau tidak bisa terus bergantung pada sektor tambang yang bersifat tidak terbarukan.

    "Pariwisata ini salah satu sektor yang harus kita dorong. Tapi jangan setengah-setengah. Kalau sistem dasarnya saja belum aman dan tertata, bagaimana mau menjual pariwisata kita ke luar," ujarnya.

    Oleh karena itu, dirinya menekankan pentingnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD).

    "Kominfo punya peran soal jaringan dan promosi, DLHK soal kebersihan, Dishub soal transportasi. Kalau ini tidak berjalan bersama, pariwisata kita akan pincang," jelasnya.

    Agus berharap pemerintah daerah menata transportasi laut secara profesional dan berorientasi pada keselamatan wisatawan.

    "Kalau wisatawan merasa nyaman dan aman, mereka akan bercerita dengan baik. Itu promosi paling jujur dan paling kuat untuk Berau," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)