DPRD Kabupaten Berau

    DDC Belum Berfungsi, DPRD Ingatkan Risiko Keselamatan Penyelam

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    09 Maret 2026 01:24 WIB

    Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi. (Foto : Baiq Eliana/Seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Fasilitas keselamatan bagi penyelam di kawasan wisata bahari Kabupaten Berau hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Diving Decompression Chamber (DDC) yang tersedia di destinasi selam unggulan seperti Pulau Maratua dan Kepulauan Derawan dilaporkan belum beroperasi karena belum adanya operator bersertifikat.

    Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi pun menyoroti hal tersebut. Pasalnya, ia menilai bahwa keberadaan fasilitas keselamatan seperti DDC sangat penting, mengingat Maratua dan Derawan dikenal sebagai destinasi selam bertaraf internasional yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

    "Keberadaan DDC bukan sekadar pelengkap fasilitas, melainkan garda terakhir penyelamatan nyawa bagi para penyelam," tegas Frans Lewi.

    Dirinya pun menyebut bahwa, persoalan yang terjadi saat ini bukan pada ketersediaan alat, melainkan pada aspek operasional. Dimana, tanpa tenaga operator bersertifikat serta sistem layanan darurat yang jelas, fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan saat situasi darurat terjadi.

    "Percuma ada alat kalau tidak bisa dipakai saat situasi darurat. Ini menyangkut nyawa penyelam, baik lokal maupun mancanegara," katanya.

    Sementara itu, menurutnya aktivitas penyelaman memiliki risiko tinggi, terutama penyakit dekompresi yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian jika tidak segera ditangani menggunakan chamber khusus.

    "Jangan sampai kita bangga menyebut diri sebagai destinasi selam kelas dunia, tapi fasilitas keselamatan dasarnya belum siap digunakan," ujarnya.

    Oleh karena itu, ia pun mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera menyiapkan operator bersertifikat yang memiliki kewenangan operasional. 

    "Saya mendorong pemerintah untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) berjalan optimal serta menjamin kesiapan layanan darurat penyelaman di kawasan wisata," tambahnya.

    Frans juga mengingatkan bahwa aspek keselamatan wisatawan berkaitan langsung dengan citra pariwisata Berau di mata dunia. Maratua dan Derawan selama ini dikenal sebagai magnet bagi penyelam internasional.

    "Keamanan adalah investasi jangka panjang. Kalau sistem keselamatan kita kuat, wisatawan akan merasa aman dan terus datang," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    DDC Belum Berfungsi, DPRD Ingatkan Risiko Keselamatan Penyelam

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    09 Maret 2026 01:24 WIB

    Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi. (Foto : Baiq Eliana/Seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Fasilitas keselamatan bagi penyelam di kawasan wisata bahari Kabupaten Berau hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Diving Decompression Chamber (DDC) yang tersedia di destinasi selam unggulan seperti Pulau Maratua dan Kepulauan Derawan dilaporkan belum beroperasi karena belum adanya operator bersertifikat.

    Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi pun menyoroti hal tersebut. Pasalnya, ia menilai bahwa keberadaan fasilitas keselamatan seperti DDC sangat penting, mengingat Maratua dan Derawan dikenal sebagai destinasi selam bertaraf internasional yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

    "Keberadaan DDC bukan sekadar pelengkap fasilitas, melainkan garda terakhir penyelamatan nyawa bagi para penyelam," tegas Frans Lewi.

    Dirinya pun menyebut bahwa, persoalan yang terjadi saat ini bukan pada ketersediaan alat, melainkan pada aspek operasional. Dimana, tanpa tenaga operator bersertifikat serta sistem layanan darurat yang jelas, fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan saat situasi darurat terjadi.

    "Percuma ada alat kalau tidak bisa dipakai saat situasi darurat. Ini menyangkut nyawa penyelam, baik lokal maupun mancanegara," katanya.

    Sementara itu, menurutnya aktivitas penyelaman memiliki risiko tinggi, terutama penyakit dekompresi yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian jika tidak segera ditangani menggunakan chamber khusus.

    "Jangan sampai kita bangga menyebut diri sebagai destinasi selam kelas dunia, tapi fasilitas keselamatan dasarnya belum siap digunakan," ujarnya.

    Oleh karena itu, ia pun mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera menyiapkan operator bersertifikat yang memiliki kewenangan operasional. 

    "Saya mendorong pemerintah untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) berjalan optimal serta menjamin kesiapan layanan darurat penyelaman di kawasan wisata," tambahnya.

    Frans juga mengingatkan bahwa aspek keselamatan wisatawan berkaitan langsung dengan citra pariwisata Berau di mata dunia. Maratua dan Derawan selama ini dikenal sebagai magnet bagi penyelam internasional.

    "Keamanan adalah investasi jangka panjang. Kalau sistem keselamatan kita kuat, wisatawan akan merasa aman dan terus datang," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)