Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Salah satu daerah pesisir di daerah Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Berau mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai pasang air laut yang diperkirakan terjadi malam ini, Jumat (24/10/2025).
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menyampaikan bahwa pasang tertinggi akan mencapai 2,8 meter sekitar pukul 21.00 WITA. Sedangkan surut terendah tercatat 0,2 meter pada Rabu, 23 Oktober 2025, pukul 03.00 WITA.
"Diharapkan masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir dan daerah aliran sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob saat pasang tertinggi," ujar Ade Heryadi.
Ade pun mengimbau agar warga untuk meningkatkan kewaspadaan serta aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah dan unit penanggulangan bencana untuk mengantisipasi risiko yang mungkin muncul.
Menanggapi informasi BMKG tersebut, anggota Komisi III DPRD Berau dari Dapil Pesisir, Saga, turut serta mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kalau benar tinggi air mencapai 2,8 meter dari permukaan normal, itu cukup tinggi dan berpotensi membahayakan masyarakat pesisir. mudah-mudahan hal itu tidak terjadi, karena kita tahu ramalan cuaca bisa berubah," ujar Saga.
Lebih lanjut, dirinya juga berharap peran aktif seluruh pihak untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari kanal BMKG Berau. Selain itu, ia juga meminta pemerintah untuk bergerak cepat dalam memberi imbauan atau informasi yang mana tidak hanya mengandalkan sosial media (sosmed) tetapi juga memberi imbauan langsung ke kecamatan hingga ketingkat kampung.
"Pemerintah daerah harus tanggap dan memberikan informasi serta imbauan kepada masyarakat melalui kecamatan, kepala kampung, dan RT," katanya.
Terakhir, Saga menekankan pentingnya antisipasi dari pemerintah maupun masyarakat pesisir agar dampak pasang laut tinggi bisa diminimalkan.
"Masyarakat perlu waspada dan berdoa agar terhindar dari risiko banjir rob. Informasi dari BMKG harus segera disebarluaskan agar semua pihak bisa bersiap," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Salah satu daerah pesisir di daerah Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Berau mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai pasang air laut yang diperkirakan terjadi malam ini, Jumat (24/10/2025).
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menyampaikan bahwa pasang tertinggi akan mencapai 2,8 meter sekitar pukul 21.00 WITA. Sedangkan surut terendah tercatat 0,2 meter pada Rabu, 23 Oktober 2025, pukul 03.00 WITA.
"Diharapkan masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir dan daerah aliran sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob saat pasang tertinggi," ujar Ade Heryadi.
Ade pun mengimbau agar warga untuk meningkatkan kewaspadaan serta aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah dan unit penanggulangan bencana untuk mengantisipasi risiko yang mungkin muncul.
Menanggapi informasi BMKG tersebut, anggota Komisi III DPRD Berau dari Dapil Pesisir, Saga, turut serta mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kalau benar tinggi air mencapai 2,8 meter dari permukaan normal, itu cukup tinggi dan berpotensi membahayakan masyarakat pesisir. mudah-mudahan hal itu tidak terjadi, karena kita tahu ramalan cuaca bisa berubah," ujar Saga.
Lebih lanjut, dirinya juga berharap peran aktif seluruh pihak untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari kanal BMKG Berau. Selain itu, ia juga meminta pemerintah untuk bergerak cepat dalam memberi imbauan atau informasi yang mana tidak hanya mengandalkan sosial media (sosmed) tetapi juga memberi imbauan langsung ke kecamatan hingga ketingkat kampung.
"Pemerintah daerah harus tanggap dan memberikan informasi serta imbauan kepada masyarakat melalui kecamatan, kepala kampung, dan RT," katanya.
Terakhir, Saga menekankan pentingnya antisipasi dari pemerintah maupun masyarakat pesisir agar dampak pasang laut tinggi bisa diminimalkan.
"Masyarakat perlu waspada dan berdoa agar terhindar dari risiko banjir rob. Informasi dari BMKG harus segera disebarluaskan agar semua pihak bisa bersiap," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)