DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Berau Diminta Siap Beralih dari Tambang ke Sektor Produktif

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    05 April 2026 pukul 21:12 WITA

    Sekretaris Komisi ll DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo mengingatkan pentingnya kesiapan Kabupaten Berau dalam menghadapi masa depan pasca ketergantungan pada sektor pertambangan batu bara.

    Ia menilai, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Berau mengarahkan perhatian pada sektor-sektor produktif yang lebih berkelanjutan, seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan kelautan.

    "Ke depan, kita tidak bisa terus bergantung pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Karena itu, sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan harus mulai diperkuat sebagai penopang ekonomi daerah," ungkap Sujarwo.

    Menurutnya, potensi di ketiga sektor tersebut sebenarnya sangat besar. Namun, pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal, terutama karena keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

    Oleh karena itu, ia pun mendorong pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk lebih serius dalam meningkatkan kapasitas petani, pekebun, dan nelayan melalui berbagai program pelatihan.

    "Pelatihan dan pembinaan sangat penting agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk meningkatkan hasil produksi," jelasnya.

    Sementara itu, dirinya juga menyoroti bahwa Berau memiliki keunggulan dari sisi sumber daya alam, mulai dari luasnya lahan pertanian hingga melimpahnya potensi kelautan. Sayangnya, hal tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan pengelolaan yang baik.

    "Kalau SDM kita siap, tentu hasilnya juga akan lebih maksimal. Kita perlu belajar dari daerah lain yang sudah lebih maju dalam mengelola sektor-sektor ini," tambahnya.

    Ia pun menekankan pentingnya inovasi serta kemampuan menyesuaikan metode dengan kondisi lokal agar hasil yang diperoleh lebih efektif.

    Selain itu, Sujarwo menilai bahwa perkembangan infrastruktur transportasi yang semakin baik dapat menjadi peluang besar untuk memperluas pemasaran hasil produksi, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

    "Ketika sektor-sektor ini berkembang, bukan hanya pelaku usaha yang merasakan manfaatnya, tetapi juga masyarakat luas dan perekonomian daerah secara keseluruhan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Berau Diminta Siap Beralih dari Tambang ke Sektor Produktif

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    05 April 2026 pukul 21:12 WITA

    Sekretaris Komisi ll DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo mengingatkan pentingnya kesiapan Kabupaten Berau dalam menghadapi masa depan pasca ketergantungan pada sektor pertambangan batu bara.

    Ia menilai, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Berau mengarahkan perhatian pada sektor-sektor produktif yang lebih berkelanjutan, seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan kelautan.

    "Ke depan, kita tidak bisa terus bergantung pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Karena itu, sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan harus mulai diperkuat sebagai penopang ekonomi daerah," ungkap Sujarwo.

    Menurutnya, potensi di ketiga sektor tersebut sebenarnya sangat besar. Namun, pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal, terutama karena keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

    Oleh karena itu, ia pun mendorong pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk lebih serius dalam meningkatkan kapasitas petani, pekebun, dan nelayan melalui berbagai program pelatihan.

    "Pelatihan dan pembinaan sangat penting agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk meningkatkan hasil produksi," jelasnya.

    Sementara itu, dirinya juga menyoroti bahwa Berau memiliki keunggulan dari sisi sumber daya alam, mulai dari luasnya lahan pertanian hingga melimpahnya potensi kelautan. Sayangnya, hal tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan pengelolaan yang baik.

    "Kalau SDM kita siap, tentu hasilnya juga akan lebih maksimal. Kita perlu belajar dari daerah lain yang sudah lebih maju dalam mengelola sektor-sektor ini," tambahnya.

    Ia pun menekankan pentingnya inovasi serta kemampuan menyesuaikan metode dengan kondisi lokal agar hasil yang diperoleh lebih efektif.

    Selain itu, Sujarwo menilai bahwa perkembangan infrastruktur transportasi yang semakin baik dapat menjadi peluang besar untuk memperluas pemasaran hasil produksi, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

    "Ketika sektor-sektor ini berkembang, bukan hanya pelaku usaha yang merasakan manfaatnya, tetapi juga masyarakat luas dan perekonomian daerah secara keseluruhan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)