Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Kampung Long Lanuk, Kabupaten Berau. (Foto: Ist)
Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Gideon Andris, meminta pemerintah daerah segera menanggapi kondisi Kampung Long Lanuk dimana kampung tersebut memiliki dua wilayah yang terdiri dari kampung long lanuk sendiri dan dusun Nyapa Indah yang kondisinya semakin memprihatinkan akibat abrasi. Ia menekankan perlunya perhatian khusus untuk melindungi warga dan mencegah kerusakan lebih luas.
"Mohon Ibu Bupati, kondisinya sekarang sangat memperihatinkan dengan abrasi yang tinggi," ujar Gideon.
Ia pun menyoroti kondisi jalan dan rumah warga yang terancam hilang. Menurutnya, akses menuju kampung sangat terbatas, sehingga pembangunan infrastruktur biasa tidak akan cukup dan bertahan lama. Dimana, ia menyebut bahwa Long Lanuk dan Nyapa Indah merupakan dua kampung yang saat ini terisolasi.
"Sekarang, kalaupun diajukan infrastruktur ke sana, itu akan habis juga termakan abrasi. Kampungnya mungkin tinggal setengah. Saya optimis mungkin 2-3 tahun lagi jalan rayanya itu sudah habis," tuturnya.
Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan pertemuan DPRD dengan kepala dusun pada September 2025, warga mengungkapkan kekhawatiran mereka akan kehilangan jalan dan rumah sepenuhnya dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini membuat pihaknya untuk mendorong opsi relokasi sebagai solusi yang lebih efektif dan manusiawi.
"Harapan mereka minta direalokasikan. Mereka rela meninggalkan lahan tanam-tumbuh mereka, dengan bantuan dari pemerintah," tambahnya.
Oleh karena itu, ia juga menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah daerah, kepala kampung, dan kepala dusun agar relokasi berjalan lancar dan warga tetap mendapat perlindungan memadai.
Gideon berharap langkah cepat dari pemerintah daerah dapat mencegah kerugian lebih besar akibat abrasi, sekaligus memberikan solusi yang manusiawi bagi warga terdampak.
"Kami minta nanti mungkin sesekali kepala kampung ditemani dengan kepala dusun, kepala daerah dan lain sebagainya, kalau pun misalnya perlu bersilaturahmi Untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan ini, kami minta kepada Ibu Bupati untuk menanggapi," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Kampung Long Lanuk, Kabupaten Berau. (Foto: Ist)
Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Gideon Andris, meminta pemerintah daerah segera menanggapi kondisi Kampung Long Lanuk dimana kampung tersebut memiliki dua wilayah yang terdiri dari kampung long lanuk sendiri dan dusun Nyapa Indah yang kondisinya semakin memprihatinkan akibat abrasi. Ia menekankan perlunya perhatian khusus untuk melindungi warga dan mencegah kerusakan lebih luas.
"Mohon Ibu Bupati, kondisinya sekarang sangat memperihatinkan dengan abrasi yang tinggi," ujar Gideon.
Ia pun menyoroti kondisi jalan dan rumah warga yang terancam hilang. Menurutnya, akses menuju kampung sangat terbatas, sehingga pembangunan infrastruktur biasa tidak akan cukup dan bertahan lama. Dimana, ia menyebut bahwa Long Lanuk dan Nyapa Indah merupakan dua kampung yang saat ini terisolasi.
"Sekarang, kalaupun diajukan infrastruktur ke sana, itu akan habis juga termakan abrasi. Kampungnya mungkin tinggal setengah. Saya optimis mungkin 2-3 tahun lagi jalan rayanya itu sudah habis," tuturnya.
Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan pertemuan DPRD dengan kepala dusun pada September 2025, warga mengungkapkan kekhawatiran mereka akan kehilangan jalan dan rumah sepenuhnya dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini membuat pihaknya untuk mendorong opsi relokasi sebagai solusi yang lebih efektif dan manusiawi.
"Harapan mereka minta direalokasikan. Mereka rela meninggalkan lahan tanam-tumbuh mereka, dengan bantuan dari pemerintah," tambahnya.
Oleh karena itu, ia juga menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah daerah, kepala kampung, dan kepala dusun agar relokasi berjalan lancar dan warga tetap mendapat perlindungan memadai.
Gideon berharap langkah cepat dari pemerintah daerah dapat mencegah kerugian lebih besar akibat abrasi, sekaligus memberikan solusi yang manusiawi bagi warga terdampak.
"Kami minta nanti mungkin sesekali kepala kampung ditemani dengan kepala dusun, kepala daerah dan lain sebagainya, kalau pun misalnya perlu bersilaturahmi Untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan ini, kami minta kepada Ibu Bupati untuk menanggapi," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)