Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
Program nasional yang telah dicanangkan sejak tahun 2016 ini bertujuan untuk mempercepat dan menyinergikan upaya promotif dalam meningkatkan produktivitas penduduk serta menurunkan beban biaya kesehatan.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Germas. “Kolaborasi dari berbagai komponen masyarakat dan komitmen untuk membudayakan Germas menjadi kunci keberhasilan,” tegas Jaya.
Germas mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan cara yang sederhana, seperti melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan memeriksa kesehatan secara rutin. “Diperlukannya juga kesadaran dan kemampuan masing-masing masyarakat untuk mau merubah pola hidup jauh lebih sehat, agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat,” tambahnya.
Untuk memperkuat implementasi Germas di Kalimantan Timur, pemerintah provinsi telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2017 tentang Germas. Selain itu, Surat Keputusan Forum Germas Nomor 858 Tahun 2017 juga menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan program ini.
Dinkes Kaltim memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk berinovasi dalam melakukan aktivitas fisik. Hal ini bertujuan untuk membuat Germas lebih menarik dan menyenangkan.
Melalui Germas, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari berbagai penyakit menular dan penyakit tidak menular (PTM). Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius adalah stunting. “Stunting berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan pembangunan Indonesia di masa depan,” tukasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
Program nasional yang telah dicanangkan sejak tahun 2016 ini bertujuan untuk mempercepat dan menyinergikan upaya promotif dalam meningkatkan produktivitas penduduk serta menurunkan beban biaya kesehatan.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Germas. “Kolaborasi dari berbagai komponen masyarakat dan komitmen untuk membudayakan Germas menjadi kunci keberhasilan,” tegas Jaya.
Germas mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan cara yang sederhana, seperti melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan memeriksa kesehatan secara rutin. “Diperlukannya juga kesadaran dan kemampuan masing-masing masyarakat untuk mau merubah pola hidup jauh lebih sehat, agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat,” tambahnya.
Untuk memperkuat implementasi Germas di Kalimantan Timur, pemerintah provinsi telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2017 tentang Germas. Selain itu, Surat Keputusan Forum Germas Nomor 858 Tahun 2017 juga menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan program ini.
Dinkes Kaltim memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk berinovasi dalam melakukan aktivitas fisik. Hal ini bertujuan untuk membuat Germas lebih menarik dan menyenangkan.
Melalui Germas, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari berbagai penyakit menular dan penyakit tidak menular (PTM). Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius adalah stunting. “Stunting berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan pembangunan Indonesia di masa depan,” tukasnya. (Adv)
(Sf/Rs)