Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Tim PPA Segera Bantu Anak yang Tinggal Sendirian di Hutan Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 November 2023 pukul 18:10 WITA

    Keadaan seorang bocah 13 tahun yang tinggal di suatu tenda di tengah perkebunan warga. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun, BM, menjalani hidup sendirian di tengah hutan Samarinda sejak lebih dari satu minggu. Anak tersebut merupakan korban perceraian dari kedua orang tuanya dan memilih untuk tinggal sendirian di sebuah tenda di perkebunan milik warga.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kalimantan Timur, Kholid Budhaeri, mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengatasi kondisi BM yang terlantar. Ia mengatakan bahwa tim khusus akan memantau kelangsungan hidup BM saat ini dan berkomunikasi dengan pihak orang tuanya.

    "Kami akan kerjasama dengan Dinas Sosial di tingkat kota maupun provinsi. Kami akan gali lebih dalam, dan mengetahui apa masalahnya dan kenapa ia tidak bisa kembali ke rumah," ujar Kholid melalyi selular, Selasa (14/11/2023).

    Kholid menambahkan bahwa tim PPA juga akan mencari solusi untuk membantu BM mendapatkan bantuan dari pihak lain. Ia mengatakan bahwa tim PPA tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga bantuan psikologis dan pendidikan.

    "Kami ingin membantu BM untuk bisa kembali ke sekolah dan memiliki masa depan yang baik," tuturnya.

    Kholid mengatakan bahwa tim PPA sudah melakukan survei lapangan untuk mengetahui kondisi BM secara lebih detail. Ia berharap bahwa BM bisa segera mendapatkan bantuan dari tim PPA dan orang tua. Ia juga berharap bahwa BM bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar.

    "Kami berdoa agar BM bisa segera pulih dari kesedihan dan kesepian yang ia rasakan. Kami juga berharap agar BM bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari keluarga dan teman-temannya," pungkasnya.

    Sementara informasi terkini dari
    Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun mengatakan, BM sudah mendapatkan perhatian khusus oleh pihak TRC PPA Kaltim, dan dibawa ke salah satu pondok pesantren di wilayah Samarinda Utara. 

    "Terlebih dulu kita menyelamatkan BM agar tidak tinggal di tenda. Di pondok pesantren kehidupannya terpenuhi, kami juga akan koordinasi dengan pihak UPTD. PPA," tuturnya.

    Selaras dengan UPTD PPA, pihaknya juga akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk diikutkan paket sebagai penunjang pendidikan selanjutnya.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Tim PPA Segera Bantu Anak yang Tinggal Sendirian di Hutan Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 November 2023 pukul 18:10 WITA

    Keadaan seorang bocah 13 tahun yang tinggal di suatu tenda di tengah perkebunan warga. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun, BM, menjalani hidup sendirian di tengah hutan Samarinda sejak lebih dari satu minggu. Anak tersebut merupakan korban perceraian dari kedua orang tuanya dan memilih untuk tinggal sendirian di sebuah tenda di perkebunan milik warga.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kalimantan Timur, Kholid Budhaeri, mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengatasi kondisi BM yang terlantar. Ia mengatakan bahwa tim khusus akan memantau kelangsungan hidup BM saat ini dan berkomunikasi dengan pihak orang tuanya.

    "Kami akan kerjasama dengan Dinas Sosial di tingkat kota maupun provinsi. Kami akan gali lebih dalam, dan mengetahui apa masalahnya dan kenapa ia tidak bisa kembali ke rumah," ujar Kholid melalyi selular, Selasa (14/11/2023).

    Kholid menambahkan bahwa tim PPA juga akan mencari solusi untuk membantu BM mendapatkan bantuan dari pihak lain. Ia mengatakan bahwa tim PPA tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga bantuan psikologis dan pendidikan.

    "Kami ingin membantu BM untuk bisa kembali ke sekolah dan memiliki masa depan yang baik," tuturnya.

    Kholid mengatakan bahwa tim PPA sudah melakukan survei lapangan untuk mengetahui kondisi BM secara lebih detail. Ia berharap bahwa BM bisa segera mendapatkan bantuan dari tim PPA dan orang tua. Ia juga berharap bahwa BM bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar.

    "Kami berdoa agar BM bisa segera pulih dari kesedihan dan kesepian yang ia rasakan. Kami juga berharap agar BM bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari keluarga dan teman-temannya," pungkasnya.

    Sementara informasi terkini dari
    Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun mengatakan, BM sudah mendapatkan perhatian khusus oleh pihak TRC PPA Kaltim, dan dibawa ke salah satu pondok pesantren di wilayah Samarinda Utara. 

    "Terlebih dulu kita menyelamatkan BM agar tidak tinggal di tenda. Di pondok pesantren kehidupannya terpenuhi, kami juga akan koordinasi dengan pihak UPTD. PPA," tuturnya.

    Selaras dengan UPTD PPA, pihaknya juga akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk diikutkan paket sebagai penunjang pendidikan selanjutnya.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)