Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Tim pelaksana sekolah rakyat yang akan melakukan door to door untuk memastikan tepat sasaran. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sekolah Rakyat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda, memiliki cara unik dalam menjaring siswa.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat justru mendatangi langsung rumah-rumah warga kurang mampu, bahkan hingga ke gang sempit, untuk mencari calon siswa yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan.
Pendekatan "jemput bola" atau door-to-door ini sengaja diterapkan untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Sasaran utama adalah anak-anak dari keluarga dengan tingkat ekonomi desil 1-2, yang sering kali terpinggirkan dari informasi pendidikan formal.
Tahun ini, Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi 100 siswa baru. Rinciannya, 50 siswa untuk jenjang SMP dan 50 siswa untuk jenjang SMA, masing-masing terbagi dalam dua kelas dengan kapasitas 25 siswa per rombel.
Wali Asuh Sekolah Rakyat Samarinda, Maria Pardede, menjelaskan alasan di balik metode rekrutmen ini.
"Kami tidak menunggu anak-anak datang ke sekolah, tetapi kami yang mendatangi mereka. Kami turun langsung ke lapangan, ke gang-gang kecil, ke rumah-rumah warga yang selama ini tidak terjangkau informasi pendidikan," ungkap Maria di kantornya, Jum’at (1/8/2025).
Proses seleksi tidak hanya terpaku pada kondisi ekonomi. Tim perekrut juga mempertimbangkan semangat dan motivasi anak untuk terus belajar, meski di tengah keterbatasan.
Wawancara singkat dengan orang tua dan calon siswa menjadi bagian penting untuk memastikan adanya komitmen dari keluarga.
"Banyak anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang layak. Melalui program ini, mereka bisa mendapatkan kesempatan yang sama," tambah Maria.
Sekolah Rakyat ini memang didesain khusus untuk menampung pelajar dari latar belakang kurang mampu.
Proses rekrutmen door-to-door ini telah dimulai sejak awal Juli 2025, melibatkan tim khusus yang menyebar di beberapa kecamatan padat penduduk di Samarinda, seperti Sungai Pinang, Samarinda Ilir, dan Loa Janan Ilir.
Maria berharap, dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan.
"Masih banyak anak-anak di luar sana yang punya potensi luar biasa, tapi terhalang oleh keadaan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Tim pelaksana sekolah rakyat yang akan melakukan door to door untuk memastikan tepat sasaran. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sekolah Rakyat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda, memiliki cara unik dalam menjaring siswa.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat justru mendatangi langsung rumah-rumah warga kurang mampu, bahkan hingga ke gang sempit, untuk mencari calon siswa yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan.
Pendekatan "jemput bola" atau door-to-door ini sengaja diterapkan untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Sasaran utama adalah anak-anak dari keluarga dengan tingkat ekonomi desil 1-2, yang sering kali terpinggirkan dari informasi pendidikan formal.
Tahun ini, Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi 100 siswa baru. Rinciannya, 50 siswa untuk jenjang SMP dan 50 siswa untuk jenjang SMA, masing-masing terbagi dalam dua kelas dengan kapasitas 25 siswa per rombel.
Wali Asuh Sekolah Rakyat Samarinda, Maria Pardede, menjelaskan alasan di balik metode rekrutmen ini.
"Kami tidak menunggu anak-anak datang ke sekolah, tetapi kami yang mendatangi mereka. Kami turun langsung ke lapangan, ke gang-gang kecil, ke rumah-rumah warga yang selama ini tidak terjangkau informasi pendidikan," ungkap Maria di kantornya, Jum’at (1/8/2025).
Proses seleksi tidak hanya terpaku pada kondisi ekonomi. Tim perekrut juga mempertimbangkan semangat dan motivasi anak untuk terus belajar, meski di tengah keterbatasan.
Wawancara singkat dengan orang tua dan calon siswa menjadi bagian penting untuk memastikan adanya komitmen dari keluarga.
"Banyak anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang layak. Melalui program ini, mereka bisa mendapatkan kesempatan yang sama," tambah Maria.
Sekolah Rakyat ini memang didesain khusus untuk menampung pelajar dari latar belakang kurang mampu.
Proses rekrutmen door-to-door ini telah dimulai sejak awal Juli 2025, melibatkan tim khusus yang menyebar di beberapa kecamatan padat penduduk di Samarinda, seperti Sungai Pinang, Samarinda Ilir, dan Loa Janan Ilir.
Maria berharap, dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan.
"Masih banyak anak-anak di luar sana yang punya potensi luar biasa, tapi terhalang oleh keadaan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)