Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Samarinda Jadi Tuan Rumah Vaksinasi DBD, Sasar Ribuan Siswa SD

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    03 September 2024 pukul 16:27 WITA

    Pelaksanaan Program Vaksinasi DBD di Kota Samarinda kolaborasi antara Dinkes Kaltim dan Kota Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Samarinda terus digencarkan. Sebanyak 2.750 dosis vaksin disuntikkan kepada siswa kelas 3 dan 4 SD di wilayah Kecamatan Samarinda Utara, Senin (2/9/2024) kemarin.

    Sebelumnya program Vaksinasi DBD ini digelar di Balikpapan, kini merambah ke Kota Tepian. "Terima kasih atas bantuan dosis vaksin, Samarinda Utara memang menjadi salah satu wilayah dengan kasus DBD yang cukup tinggi, sehingga kami prioritaskan untuk program vaksinasi perdana ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih.

    Ia berharap, dengan pemberian vaksin ini, angka kejadian DBD di Samarinda dapat menurun secara signifikan. Pasalnya, Kalimantan Timur memang menjadi salah satu daerah endemis DBD di Indonesia.

    "Vaksin ini akan diberikan sebanyak dua kali, sehingga totalnya menjadi 5.500 dosis. Kami optimistis langkah ini akan memberikan perlindungan lebih kepada anak-anak kita dari ancaman DBD," tambah Ismed.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengungkapkan bahwa kasus DBD di Kaltim mengalami peningkatan yang cukup drastis pada tahun ini.

    "Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti, sehingga kasus DBD pun ikut melonjak. Padahal, biasanya dalam setahun kita mencatat sekitar 5.000 kasus, namun tahun ini saja sudah mencapai 6.000 kasus," jelas Jaya.

    Selain Balikpapan dan Samarinda, beberapa daerah lain di Kaltim seperti Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat juga mengalami peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan.

    "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan upaya pencegahan DBD, seperti memberantas sarang nyamuk (PSN) secara rutin," tegas Jaya.

    Vaksinasi DBD diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat ini. Program vaksinasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Indonesia.

    "Vaksin DBD ini sebagian dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah. Kami berharap semua daerah dapat mengikuti jejak Samarinda dan Balikpapan dalam melaksanakan program vaksinasi ini," pungkas Jaya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Samarinda Jadi Tuan Rumah Vaksinasi DBD, Sasar Ribuan Siswa SD

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    03 September 2024 pukul 16:27 WITA

    Pelaksanaan Program Vaksinasi DBD di Kota Samarinda kolaborasi antara Dinkes Kaltim dan Kota Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Samarinda terus digencarkan. Sebanyak 2.750 dosis vaksin disuntikkan kepada siswa kelas 3 dan 4 SD di wilayah Kecamatan Samarinda Utara, Senin (2/9/2024) kemarin.

    Sebelumnya program Vaksinasi DBD ini digelar di Balikpapan, kini merambah ke Kota Tepian. "Terima kasih atas bantuan dosis vaksin, Samarinda Utara memang menjadi salah satu wilayah dengan kasus DBD yang cukup tinggi, sehingga kami prioritaskan untuk program vaksinasi perdana ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih.

    Ia berharap, dengan pemberian vaksin ini, angka kejadian DBD di Samarinda dapat menurun secara signifikan. Pasalnya, Kalimantan Timur memang menjadi salah satu daerah endemis DBD di Indonesia.

    "Vaksin ini akan diberikan sebanyak dua kali, sehingga totalnya menjadi 5.500 dosis. Kami optimistis langkah ini akan memberikan perlindungan lebih kepada anak-anak kita dari ancaman DBD," tambah Ismed.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengungkapkan bahwa kasus DBD di Kaltim mengalami peningkatan yang cukup drastis pada tahun ini.

    "Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti, sehingga kasus DBD pun ikut melonjak. Padahal, biasanya dalam setahun kita mencatat sekitar 5.000 kasus, namun tahun ini saja sudah mencapai 6.000 kasus," jelas Jaya.

    Selain Balikpapan dan Samarinda, beberapa daerah lain di Kaltim seperti Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat juga mengalami peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan.

    "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan upaya pencegahan DBD, seperti memberantas sarang nyamuk (PSN) secara rutin," tegas Jaya.

    Vaksinasi DBD diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat ini. Program vaksinasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Indonesia.

    "Vaksin DBD ini sebagian dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah. Kami berharap semua daerah dapat mengikuti jejak Samarinda dan Balikpapan dalam melaksanakan program vaksinasi ini," pungkas Jaya. (Adv)

    (Sf/Rs)