Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Amal Malik memberikan tawaran kepada 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyandang rapor merah segera melakukan lelang pra Daftar Isian Pelaksana Anggara (DIPA).
Ini dilakukan Pj Gubernur sebagai upaya memaksimalkan serapan anggaran. Pra DIPA ini juga bertujuan untuk melakukan proses pengadaan barang/jasa lebih cepat dari biasanya.
"Pastinya kami akan memberikan peringatan secara tertulis," ungkap Akmal Malik di Samarinda, Selasa (17/10/2023).
Lelang Pra DIPA tersebut dilakukan setelah pendampingan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tawaran ini akan didorong penuh oleh Akmal Malik. "Jadi, kami mau tanya dulu siapa aja OPD yang tidak kuat dalam mengikuti lelang pra DIPA ini," imbuhnya.
Pihaknya akan melakukan identifikasi terlebih dahulu, agar kendala yang dapat menghambat proses pra DIPA ini terminimalisir oleh hasil analisa tersebut.
Akmal menyatakan optimismenya terhadap 23 OPD ini dapat terselesaikan. Dirinya juga mengakui selama memimpin sebagai Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) selama empat tahun terakhir ini dapat memaksimalkan anggaran dengan capaian 99 persen.
"Kuncinya disitu identifikasi dan belanja-belanja lebih cepat, diawal lelang juga cepat. Jadi tidak usah takut, sepanjang kita taat aturan dan tidak ada agenda yang menurut publik aneh-aneh insyallah dapat maksimal," paparnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Amal Malik memberikan tawaran kepada 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyandang rapor merah segera melakukan lelang pra Daftar Isian Pelaksana Anggara (DIPA).
Ini dilakukan Pj Gubernur sebagai upaya memaksimalkan serapan anggaran. Pra DIPA ini juga bertujuan untuk melakukan proses pengadaan barang/jasa lebih cepat dari biasanya.
"Pastinya kami akan memberikan peringatan secara tertulis," ungkap Akmal Malik di Samarinda, Selasa (17/10/2023).
Lelang Pra DIPA tersebut dilakukan setelah pendampingan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tawaran ini akan didorong penuh oleh Akmal Malik. "Jadi, kami mau tanya dulu siapa aja OPD yang tidak kuat dalam mengikuti lelang pra DIPA ini," imbuhnya.
Pihaknya akan melakukan identifikasi terlebih dahulu, agar kendala yang dapat menghambat proses pra DIPA ini terminimalisir oleh hasil analisa tersebut.
Akmal menyatakan optimismenya terhadap 23 OPD ini dapat terselesaikan. Dirinya juga mengakui selama memimpin sebagai Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) selama empat tahun terakhir ini dapat memaksimalkan anggaran dengan capaian 99 persen.
"Kuncinya disitu identifikasi dan belanja-belanja lebih cepat, diawal lelang juga cepat. Jadi tidak usah takut, sepanjang kita taat aturan dan tidak ada agenda yang menurut publik aneh-aneh insyallah dapat maksimal," paparnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)