Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Pj Gubernur Kaltim Beber Enam Pilar Kesehatan pada Peringatan HKN 2023

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 November 2023 pukul 11:48 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik setelah peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik menyampaikan enam pilar kesehatan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di halaman parkir Gor 27 September Univeristas Mulawarman, Samarinda, pada Senin (13/11/2023).

    Tahun ini, tema yang diangkat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, yakni transformasi kesehatan untuk Indonesia maju. Akmal Malik menyebutkan tema tersebut harus melibatkan sinergi pemerintah pusat daerah dan masyarakat dalam menegakkan enam pilar kesehatan.

    "Pertama, transformasi layanan primer dari mengobati menjadi pencegah. Hal ini meliputi gencarkan pencegahan dan deteksi dini, melengkapi SDM puskesmas, melatih kader posyandu, dan membangun puskesmas yang memiliki lahan legal dan aman," beber Akmal Malik kala sambutan.

    Selanjutnya, Kedua, transformasi layanan rujukan dari yang susah menjadi mudah. Hal ini meliputi kelengkapan SDM di rumah sakit. Ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan, dari bergantung kepada luar negeri menjadi mandiri dalam negeri.

    "Untuk mencintai produk dalam negeri, tentu harus memperbaiki dan mengelola farmasi dan alat kesehatan, meningkatkan kapasitas SDM kesehatan dalam menghadapi wabah penyakit," lanjutnya.

    Keempat, Konsolidasi pembiayaan pemerintah dan tinjauan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setiap tahun. "Ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua orang dapat mendapatkan akses yang adil dan merata terhadap layanan kesehatan tanpa harus khawatir akan biaya," kata Akmal.

    Selain itu, keempat, transformasi SDM kesehatan dari kurang menjadi cukup dan merata. Dan terakhir, transformasi teknologi kesehatan dari tertinggal jadi terdepan. 

    "Contohnya dengan membuat platform satu sehat yang dapat memberikan informasi dan layanan kesehatan secara online," bebernya.

    Dari seluruh pilar tersebut, Akmal Malik komitmen atas transformasi kesehatan tersebut untuk mutlak digalakan di Kaltim. 

    "Setiap orang berhak dapat fasilitas kesehatan dan pemerintah wajib menyediakan," tegasnya.

    Akmal menambahkan bahwa transformasi kesehatan tidak dapat dilakukan tanpa transformasi insan kesehatan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kesejahteraan diri sendiri dan sesama.

    "Kita semua harus bersama-sama berkomitmen untuk transformasi kesehatan untuk Indonesia maju mutlak. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang peduli dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar kita," tutupnya.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Pj Gubernur Kaltim Beber Enam Pilar Kesehatan pada Peringatan HKN 2023

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 November 2023 pukul 11:48 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik setelah peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik menyampaikan enam pilar kesehatan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di halaman parkir Gor 27 September Univeristas Mulawarman, Samarinda, pada Senin (13/11/2023).

    Tahun ini, tema yang diangkat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, yakni transformasi kesehatan untuk Indonesia maju. Akmal Malik menyebutkan tema tersebut harus melibatkan sinergi pemerintah pusat daerah dan masyarakat dalam menegakkan enam pilar kesehatan.

    "Pertama, transformasi layanan primer dari mengobati menjadi pencegah. Hal ini meliputi gencarkan pencegahan dan deteksi dini, melengkapi SDM puskesmas, melatih kader posyandu, dan membangun puskesmas yang memiliki lahan legal dan aman," beber Akmal Malik kala sambutan.

    Selanjutnya, Kedua, transformasi layanan rujukan dari yang susah menjadi mudah. Hal ini meliputi kelengkapan SDM di rumah sakit. Ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan, dari bergantung kepada luar negeri menjadi mandiri dalam negeri.

    "Untuk mencintai produk dalam negeri, tentu harus memperbaiki dan mengelola farmasi dan alat kesehatan, meningkatkan kapasitas SDM kesehatan dalam menghadapi wabah penyakit," lanjutnya.

    Keempat, Konsolidasi pembiayaan pemerintah dan tinjauan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setiap tahun. "Ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua orang dapat mendapatkan akses yang adil dan merata terhadap layanan kesehatan tanpa harus khawatir akan biaya," kata Akmal.

    Selain itu, keempat, transformasi SDM kesehatan dari kurang menjadi cukup dan merata. Dan terakhir, transformasi teknologi kesehatan dari tertinggal jadi terdepan. 

    "Contohnya dengan membuat platform satu sehat yang dapat memberikan informasi dan layanan kesehatan secara online," bebernya.

    Dari seluruh pilar tersebut, Akmal Malik komitmen atas transformasi kesehatan tersebut untuk mutlak digalakan di Kaltim. 

    "Setiap orang berhak dapat fasilitas kesehatan dan pemerintah wajib menyediakan," tegasnya.

    Akmal menambahkan bahwa transformasi kesehatan tidak dapat dilakukan tanpa transformasi insan kesehatan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kesejahteraan diri sendiri dan sesama.

    "Kita semua harus bersama-sama berkomitmen untuk transformasi kesehatan untuk Indonesia maju mutlak. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang peduli dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar kita," tutupnya.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)