Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Perpustakaan Kaltim Lahirkan Duta Baca Pertama, Dorong Literasi Masyarakat

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 September 2024 pukul 20:14 WITA

    Ketiga finalis duta baca untuk pertama kalinya yang dilahirkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar pemilihan Duta Baca Kaltim pertama kalinya.

    Pemilihan Duta Baca Kaltim 2024 ini berhasil menjaring tiga finalis terbaik dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

    Ketiga finalis ini dinilai memiliki potensi yang luar biasa dalam menginspirasi masyarakat untuk gemar membaca.

    Mereka melalui seleksi berkas administrasi hingga berbagai komponen penilaian (esai, pengalaman berliterasi, prestasi, UKBI, karya tulisan).

    Maka setelah itu ditetapkan tiga nominator yang maju ke babak penilaian presentasi dan wawancara yang dilaksanakan di ruang Oemar Dachlan, kantor DPK Kaltim, pada Senin (9/9/2024).

    Adapun yang menjadi pemenang pertama adalah Amira Syafana, sosok perempuan yang berasal dari Kota Balikpapan. Selanjutnya, kedua Dwi Rahmawati seorang penulis buku anak dari Kota Samarinda, dan terakhir M Fauzan Amrillah konten kreator dari Samarinda. 

    Ini menandai sejarah baru dalam dunia literasi di Bumi Etam. Karena hal ini adalah upaya Pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda.

    Kepala DPK Kaltim, M Syafranuddin, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar pemilihan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya membaca. 

    "Dengan adanya Duta Baca, kami berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari betapa pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari," ujar Syafrannuddin.

    "Ketiga nominator yang terpilih ini adalah representasi terbaik dari generasi muda Kaltim yang memiliki kepedulian tinggi terhadap literasi. Kami yakin mereka akan mampu menjalankan tugas sebagai Duta Baca dengan baik," tambah Syafranuddin.

    Senada dengan Kepala DPK Kaltim, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Hana Iriana, juga optimistis bahwa pemilihan Duta Baca ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan minat baca masyarakat. 

    "Kami berharap dengan adanya Duta Baca, kegiatan literasi dapat semakin meriah dan semarak hingga ke tingkat kampung dan kecamatan," ungkapnya.

    Hana menjelaskan bahwa literasi yang tinggi akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mengolah informasi dan meningkatkan kualitas hidup. 

    "Ketika masyarakat memiliki literasi yang baik, mereka akan lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar," ujarnya.

    Dengan adanya Duta Baca, diharapkan kampanye gemar membaca dapat dilakukan secara lebih masif dan menyentuh berbagai kalangan. 

    “Selain itu, kehadiran Duta Baca juga diharapkan dapat menginspirasi munculnya lebih banyak lagi tokoh-tokoh inspiratif yang peduli terhadap dunia literasi di Kaltim,” demikian Hana. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Perpustakaan Kaltim Lahirkan Duta Baca Pertama, Dorong Literasi Masyarakat

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 September 2024 pukul 20:14 WITA

    Ketiga finalis duta baca untuk pertama kalinya yang dilahirkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar pemilihan Duta Baca Kaltim pertama kalinya.

    Pemilihan Duta Baca Kaltim 2024 ini berhasil menjaring tiga finalis terbaik dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

    Ketiga finalis ini dinilai memiliki potensi yang luar biasa dalam menginspirasi masyarakat untuk gemar membaca.

    Mereka melalui seleksi berkas administrasi hingga berbagai komponen penilaian (esai, pengalaman berliterasi, prestasi, UKBI, karya tulisan).

    Maka setelah itu ditetapkan tiga nominator yang maju ke babak penilaian presentasi dan wawancara yang dilaksanakan di ruang Oemar Dachlan, kantor DPK Kaltim, pada Senin (9/9/2024).

    Adapun yang menjadi pemenang pertama adalah Amira Syafana, sosok perempuan yang berasal dari Kota Balikpapan. Selanjutnya, kedua Dwi Rahmawati seorang penulis buku anak dari Kota Samarinda, dan terakhir M Fauzan Amrillah konten kreator dari Samarinda. 

    Ini menandai sejarah baru dalam dunia literasi di Bumi Etam. Karena hal ini adalah upaya Pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda.

    Kepala DPK Kaltim, M Syafranuddin, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar pemilihan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya membaca. 

    "Dengan adanya Duta Baca, kami berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari betapa pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari," ujar Syafrannuddin.

    "Ketiga nominator yang terpilih ini adalah representasi terbaik dari generasi muda Kaltim yang memiliki kepedulian tinggi terhadap literasi. Kami yakin mereka akan mampu menjalankan tugas sebagai Duta Baca dengan baik," tambah Syafranuddin.

    Senada dengan Kepala DPK Kaltim, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Hana Iriana, juga optimistis bahwa pemilihan Duta Baca ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan minat baca masyarakat. 

    "Kami berharap dengan adanya Duta Baca, kegiatan literasi dapat semakin meriah dan semarak hingga ke tingkat kampung dan kecamatan," ungkapnya.

    Hana menjelaskan bahwa literasi yang tinggi akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mengolah informasi dan meningkatkan kualitas hidup. 

    "Ketika masyarakat memiliki literasi yang baik, mereka akan lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar," ujarnya.

    Dengan adanya Duta Baca, diharapkan kampanye gemar membaca dapat dilakukan secara lebih masif dan menyentuh berbagai kalangan. 

    “Selain itu, kehadiran Duta Baca juga diharapkan dapat menginspirasi munculnya lebih banyak lagi tokoh-tokoh inspiratif yang peduli terhadap dunia literasi di Kaltim,” demikian Hana. (Adv)

    (Sf/Rs)