Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Bagian Kesejahteraan Non Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Lora Sari. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan akan terus melakukan verifikasi dan validasi data setiap bulan untuk para penerima insentif penjaga rumah ibadah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan diterima oleh orang yang tepat dan masih memenuhi syarat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Non-Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Lora Sari, menjelaskan bahwa proses verifikasi ini sangat penting.
"Kami terus melakukan verifikasi. Jika ada penerima insentif yang meninggal dunia atau berhenti dari tugasnya, kami akan memvalidasi data tersebut setiap bulan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim," ujar Lora.
Menurut Lora, perubahan status penerima insentif sering terjadi di lapangan. Sebagai contoh, seorang marbot atau penjaga masjid bisa saja pindah posisi menjadi imam.
"Banyak yang terjadi seperti itu. Karena statusnya bukan marbot lagi, maka dia tidak berhak menerima insentif ini lagi. Fokus program ini memang untuk penjaga rumah ibadah," jelasnya.
Saat ini, jumlah penerima insentif di seluruh Kaltim tercatat sebanyak 3.629 orang. Namun, angka ini masih bisa bertambah.
"Kami akan melakukan verifikasi dan validasi tambahan karena musala dan langgar kini juga diperkenankan untuk mengusulkan penjaganya," ungkap Lora.
Namun untuk program ini, Pemprov Kaltim telah menganggarkan dana untuk sekitar 4.800 penerima insentif. Evaluasi program ini akan dilakukan setiap enam bulan atau per tahun.
Bantuan insentif yang diberikan sebesar Rp500.000 per orang setiap bulannya, yang diserahkan langsung kepada penerima berdasarkan data nama dan alamat yang valid (by name by address).
Pemprov Kaltim berharap penyaluran insentif bisa tepat sasaran, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada para penjaga rumah ibadah yang berjasa dalam merawat dan menjaga kebersihan tempat ibadah di wilayah Kaltim. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Bagian Kesejahteraan Non Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Lora Sari. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan akan terus melakukan verifikasi dan validasi data setiap bulan untuk para penerima insentif penjaga rumah ibadah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan diterima oleh orang yang tepat dan masih memenuhi syarat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Non-Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Lora Sari, menjelaskan bahwa proses verifikasi ini sangat penting.
"Kami terus melakukan verifikasi. Jika ada penerima insentif yang meninggal dunia atau berhenti dari tugasnya, kami akan memvalidasi data tersebut setiap bulan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim," ujar Lora.
Menurut Lora, perubahan status penerima insentif sering terjadi di lapangan. Sebagai contoh, seorang marbot atau penjaga masjid bisa saja pindah posisi menjadi imam.
"Banyak yang terjadi seperti itu. Karena statusnya bukan marbot lagi, maka dia tidak berhak menerima insentif ini lagi. Fokus program ini memang untuk penjaga rumah ibadah," jelasnya.
Saat ini, jumlah penerima insentif di seluruh Kaltim tercatat sebanyak 3.629 orang. Namun, angka ini masih bisa bertambah.
"Kami akan melakukan verifikasi dan validasi tambahan karena musala dan langgar kini juga diperkenankan untuk mengusulkan penjaganya," ungkap Lora.
Namun untuk program ini, Pemprov Kaltim telah menganggarkan dana untuk sekitar 4.800 penerima insentif. Evaluasi program ini akan dilakukan setiap enam bulan atau per tahun.
Bantuan insentif yang diberikan sebesar Rp500.000 per orang setiap bulannya, yang diserahkan langsung kepada penerima berdasarkan data nama dan alamat yang valid (by name by address).
Pemprov Kaltim berharap penyaluran insentif bisa tepat sasaran, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada para penjaga rumah ibadah yang berjasa dalam merawat dan menjaga kebersihan tempat ibadah di wilayah Kaltim. (Adv)
(Sf/Rs)