Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, H.M.Faisal. (foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong peningkatan program internet desa. Rencananya akses layanan internet fiber optic (FO) akan ditambah ke 150 desa se-Kaltim pada 2024 mendatang.
"Program internet desa ini juga mendapat dukungan dari Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik untuk anggaran 2024," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, H. M. Faisal di Samarinda, Jum'at (20/10/2023).
Ia menyebut program internet desa ini merupakan kebijakan Gubernur Kaltim Isran Noor untuk membantu masyarakat yang mengeluhkan kualitas sinyal telepon dan internet.
Sehingga, program ini sudah berjalan sejak tahun 2022 dengan menarik FO ke 40 desa di Kecamatan Kaubun. Bukan itu saja, namun sudah tersebar di kabupaten lainnya dengan jumlah 55 desa yang merasakan layanan internet sekarang.
"Jadi, dalam tiga tahun ini, kami sudah bisa menarik FO ke 245 desa. Ini lumayanlah, mengingat luas wilayah Kaltim yang sangat besar dan jarak antar desa yang jauh," bebernya
Faisal mengakui Program ini bukan kewenangan dari Diskominfo, pihaknya hanya membantu sebagai bentuk perhatian Pemprov Kaltim terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyebutkan ada cara lain dalam penyaluran jaringan, biasanya menggunakan tower atau base transceiver station (BTS). Namun menurutnya, penyaluran melalui tower harus membutuhkan lahan dengan izin yang cukup rumit.
"Daripada menggunakan tower, internet FO kita bisa manfaatkan jaringan listrik PLN yang sudah ada. Jadi, lebih praktis dan hemat," tutur Faisal.
Faisal berharap, dengan adanya program internet desa ini, masyarakat di daerah terpencil bisa mendapatkan informasi yang lebih cepat dan akurat.
"Program ini juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital," tukasnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, H.M.Faisal. (foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong peningkatan program internet desa. Rencananya akses layanan internet fiber optic (FO) akan ditambah ke 150 desa se-Kaltim pada 2024 mendatang.
"Program internet desa ini juga mendapat dukungan dari Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik untuk anggaran 2024," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, H. M. Faisal di Samarinda, Jum'at (20/10/2023).
Ia menyebut program internet desa ini merupakan kebijakan Gubernur Kaltim Isran Noor untuk membantu masyarakat yang mengeluhkan kualitas sinyal telepon dan internet.
Sehingga, program ini sudah berjalan sejak tahun 2022 dengan menarik FO ke 40 desa di Kecamatan Kaubun. Bukan itu saja, namun sudah tersebar di kabupaten lainnya dengan jumlah 55 desa yang merasakan layanan internet sekarang.
"Jadi, dalam tiga tahun ini, kami sudah bisa menarik FO ke 245 desa. Ini lumayanlah, mengingat luas wilayah Kaltim yang sangat besar dan jarak antar desa yang jauh," bebernya
Faisal mengakui Program ini bukan kewenangan dari Diskominfo, pihaknya hanya membantu sebagai bentuk perhatian Pemprov Kaltim terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyebutkan ada cara lain dalam penyaluran jaringan, biasanya menggunakan tower atau base transceiver station (BTS). Namun menurutnya, penyaluran melalui tower harus membutuhkan lahan dengan izin yang cukup rumit.
"Daripada menggunakan tower, internet FO kita bisa manfaatkan jaringan listrik PLN yang sudah ada. Jadi, lebih praktis dan hemat," tutur Faisal.
Faisal berharap, dengan adanya program internet desa ini, masyarakat di daerah terpencil bisa mendapatkan informasi yang lebih cepat dan akurat.
"Program ini juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital," tukasnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)