Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Pemprov Kaltim Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit Tipe A di Wilayah Utara

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat menyampaikan beberapa program yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam waktu dekat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membangun rumah sakit tipe A di wilayah utara, tepatnya di antara Kabupaten Berau atau Kutai Timur (Kutim).

    Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji menjelaskan, bahwa lokasi pembangunan rumah sakit tersebut masih dalam proses pengkajian. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun rumah sakit tipe C di Kutai Barat, yang nantinya akan menjadi rumah sakit rujukan ke rumah sakit tipe A.

    “Untuk Kutai Barat akan dibangun rumah sakit tipe C. Sedangkan rumah sakit tipe A akan kami tempatkan di wilayah utara, antara Kutim atau Berau,” ujar Wagub Seno kepada awak media, Rabu (28/5/2025).

    Seno juga mengungkapkan bahwa pembangunan rumah sakit ini sangat memerlukan tenaga medis, khususnya dokter umum dan dokter spesialis. Untuk itu, Pemprov Kaltim telah menjalin kerja sama dengan mahasiswa kedokteran melalui program ikatan dinas.

    Mahasiswa asal daerah di Kaltim yang kuliah kedokteran di luar provinsi akan mendapat beasiswa penuh. Sebagai bentuk tanggung jawab, mereka wajib kembali dan mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

    “Misalnya mahasiswa dari Kutai Barat (Kubar), setelah lulus mereka harus kembali dan bekerja di Kubar. Begitu juga yang berasal dari Mahakam Ulu (Mahulu),” jelasnya.

    Sementara itu, terkait penambahan rumah sakit di Balikpapan, menurutnya, saat ini belum menjadi prioritas karena fasilitas kesehatan di kota ini dinilai sudah mencukupi, seperti RS Pertamina dan rumah sakit lainnya.

    “Maka fokus kami akan diarahkan ke kabupaten yang memang masih sangat membutuhkan fasilitas kesehatan,” tambahnya.

    Untuk rencana ke depan, Pemprov menargetkan pembangunan satu rumah sakit dimulai tahun depan. Dalam tiga tahun ke depan, diperkirakan akan ada enam hingga tujuh rumah sakit baru.

    “Satu akan dibangun di wilayah selatan, dan enam lainnya di wilayah utara, mulai dari Kutai Timur hingga Kutai Barat,” terangnya.

    Saat ini, Kaltim masih mengalami kekurangan tenaga medis, sekitar 1.420 dokter dan  1.000 tenaga kesehatan (Nakes) lainnya. Namun, Seno optimis kebutuhan Nakes bisa terpenuhi dalam tiga tahun ke depan, terutama karena banyaknya perguruan tinggi kesehatan di daerah.

    “Kami juga memberikan afirmasi kepada calon dokter yang ingin menempuh pendidikan mulai dari jenjang S1 hingga spesialis, lengkap dengan pembiayaan dan ikatan dinas," paparnya.

    Pemprov Kaltim juga bekerja sama dengan sejumlah universitas besar di Pulau Jawa, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), hingga universitas swasta lainnya.

    Tak hanya itu, Kaltim juga sedang memperkuat pendidikan kedokteran di dalam provinsi, seperti di Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Muhammadiyah Kaltim, dan Universitas Balikpapan (Uniba), yang dalam waktu dekat akan membuka program studi kedokteran. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Pemprov Kaltim Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit Tipe A di Wilayah Utara

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat menyampaikan beberapa program yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam waktu dekat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membangun rumah sakit tipe A di wilayah utara, tepatnya di antara Kabupaten Berau atau Kutai Timur (Kutim).

    Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji menjelaskan, bahwa lokasi pembangunan rumah sakit tersebut masih dalam proses pengkajian. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun rumah sakit tipe C di Kutai Barat, yang nantinya akan menjadi rumah sakit rujukan ke rumah sakit tipe A.

    “Untuk Kutai Barat akan dibangun rumah sakit tipe C. Sedangkan rumah sakit tipe A akan kami tempatkan di wilayah utara, antara Kutim atau Berau,” ujar Wagub Seno kepada awak media, Rabu (28/5/2025).

    Seno juga mengungkapkan bahwa pembangunan rumah sakit ini sangat memerlukan tenaga medis, khususnya dokter umum dan dokter spesialis. Untuk itu, Pemprov Kaltim telah menjalin kerja sama dengan mahasiswa kedokteran melalui program ikatan dinas.

    Mahasiswa asal daerah di Kaltim yang kuliah kedokteran di luar provinsi akan mendapat beasiswa penuh. Sebagai bentuk tanggung jawab, mereka wajib kembali dan mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

    “Misalnya mahasiswa dari Kutai Barat (Kubar), setelah lulus mereka harus kembali dan bekerja di Kubar. Begitu juga yang berasal dari Mahakam Ulu (Mahulu),” jelasnya.

    Sementara itu, terkait penambahan rumah sakit di Balikpapan, menurutnya, saat ini belum menjadi prioritas karena fasilitas kesehatan di kota ini dinilai sudah mencukupi, seperti RS Pertamina dan rumah sakit lainnya.

    “Maka fokus kami akan diarahkan ke kabupaten yang memang masih sangat membutuhkan fasilitas kesehatan,” tambahnya.

    Untuk rencana ke depan, Pemprov menargetkan pembangunan satu rumah sakit dimulai tahun depan. Dalam tiga tahun ke depan, diperkirakan akan ada enam hingga tujuh rumah sakit baru.

    “Satu akan dibangun di wilayah selatan, dan enam lainnya di wilayah utara, mulai dari Kutai Timur hingga Kutai Barat,” terangnya.

    Saat ini, Kaltim masih mengalami kekurangan tenaga medis, sekitar 1.420 dokter dan  1.000 tenaga kesehatan (Nakes) lainnya. Namun, Seno optimis kebutuhan Nakes bisa terpenuhi dalam tiga tahun ke depan, terutama karena banyaknya perguruan tinggi kesehatan di daerah.

    “Kami juga memberikan afirmasi kepada calon dokter yang ingin menempuh pendidikan mulai dari jenjang S1 hingga spesialis, lengkap dengan pembiayaan dan ikatan dinas," paparnya.

    Pemprov Kaltim juga bekerja sama dengan sejumlah universitas besar di Pulau Jawa, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), hingga universitas swasta lainnya.

    Tak hanya itu, Kaltim juga sedang memperkuat pendidikan kedokteran di dalam provinsi, seperti di Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Muhammadiyah Kaltim, dan Universitas Balikpapan (Uniba), yang dalam waktu dekat akan membuka program studi kedokteran. (Adv)

    (Sf/Rs)