Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Pemprov Kaltim Rangkul Influencer sebagai Corong Informasi Program Kerja

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    19 April 2025 12:25 WIB

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni memberi tanggapan terkait keterlibatan sejumlah influencer dalam agenda pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang baru, Rudy Mas'ud dan Seno Aji.

    Menurutnya langkah ini merupakan hal yang wajar dalam upaya menyebarluaskan informasi program kerja pemerintah kepada masyarakat secara lebih efektif. 

    Ia menjelaskan pemanfaatan influencer dengan jangkauan pengikut (followers) yang luas di berbagai platform media sosial diharap dapat menjadi salah satu saluran komunikasi yang efektif.

    Mereka dipandang sebagai corong yang mampu menyampaikan informasi mengenai program dan kegiatan pemerintah provinsi kepada khalayak yang lebih beragam. 

    "Saya pikir itu hal yang wajar dilakukan. Jadi apakah itu media sosial atau influencer, kita berharap mereka juga menjadi corong menyampaikan kepada masyarakat apa yang akan dilakukan Pemprov Kaltim. Apalagi banyak followers-nya," ujarnya.

    Sri Wahyuni menambahkan bahwa penggunaan influencer juga sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi berita. 

    Generasi muda, khususnya, cenderung lebih aktif dan terpengaruh oleh konten-konten yang disajikan di media sosial oleh para influencer. 

    Oleh karena itu, langkah ini dianggap strategis untuk memastikan pesan-pesan pemerintah sampai ke berbagai segmen demografi secara relevan dan menarik.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni menegaskan keterlibatan influencer ini tidak berarti mengesampingkan peran media mainstream dan media daring (online). 

    Justru sebaliknya, Pemprov Kaltim tetap merangkul dan bekerja sama dengan berbagai platform media tersebut. Sinergi antara influencer dan media konvensional dipandang sebagai strategi yang komprehensif untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    "Tapi media mainstream dan juga online tetap kita rangkul, kenapa tidak? Dan itu (influencer) bukan hal yang baru, menggunakan itu karena kita ingin menjangkau semua segmen," tukasnya. 

    Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus berinovasi dalam strategi komunikasi publik demi tercapainya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Pemprov Kaltim Rangkul Influencer sebagai Corong Informasi Program Kerja

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    19 April 2025 12:25 WIB

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni memberi tanggapan terkait keterlibatan sejumlah influencer dalam agenda pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang baru, Rudy Mas'ud dan Seno Aji.

    Menurutnya langkah ini merupakan hal yang wajar dalam upaya menyebarluaskan informasi program kerja pemerintah kepada masyarakat secara lebih efektif. 

    Ia menjelaskan pemanfaatan influencer dengan jangkauan pengikut (followers) yang luas di berbagai platform media sosial diharap dapat menjadi salah satu saluran komunikasi yang efektif.

    Mereka dipandang sebagai corong yang mampu menyampaikan informasi mengenai program dan kegiatan pemerintah provinsi kepada khalayak yang lebih beragam. 

    "Saya pikir itu hal yang wajar dilakukan. Jadi apakah itu media sosial atau influencer, kita berharap mereka juga menjadi corong menyampaikan kepada masyarakat apa yang akan dilakukan Pemprov Kaltim. Apalagi banyak followers-nya," ujarnya.

    Sri Wahyuni menambahkan bahwa penggunaan influencer juga sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi berita. 

    Generasi muda, khususnya, cenderung lebih aktif dan terpengaruh oleh konten-konten yang disajikan di media sosial oleh para influencer. 

    Oleh karena itu, langkah ini dianggap strategis untuk memastikan pesan-pesan pemerintah sampai ke berbagai segmen demografi secara relevan dan menarik.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni menegaskan keterlibatan influencer ini tidak berarti mengesampingkan peran media mainstream dan media daring (online). 

    Justru sebaliknya, Pemprov Kaltim tetap merangkul dan bekerja sama dengan berbagai platform media tersebut. Sinergi antara influencer dan media konvensional dipandang sebagai strategi yang komprehensif untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    "Tapi media mainstream dan juga online tetap kita rangkul, kenapa tidak? Dan itu (influencer) bukan hal yang baru, menggunakan itu karena kita ingin menjangkau semua segmen," tukasnya. 

    Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus berinovasi dalam strategi komunikasi publik demi tercapainya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. (Adv)

    (Sf/Lo)