Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Momentum Kemerdekaan, Rudy Mas'ud Soroti Pendidikan dan Kemiskinan sebagai Modal Kaltim Sambut IKN

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Agustus 2025 pukul 13:31 WITA

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menjadi inspektur upacara dalam upacara bendera 17 agustus. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tetapi juga momentum strategis untuk mengevaluasi kesiapan daerah. 

    Hal ini ditegaskan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, setelah upacara bendera yang dilaksanakan di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Minggu (17/8/2025). 

    Ia secara tegas menyoroti dua isu krusial: pendidikan dan pengentasan kemiskinan, sebagai modal utama menyambut status Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN).

    Upacara berlangsung khidmat meskipun sempat diguyur hujan gerimis. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Paskibraka Kaltim yang tetap sigap menjalankan tugasnya hingga tuntas. 

    Menurut Rudy, ketangguhan ini sejalan dengan makna kemerdekaan di usia 80 tahun yang harus menjadikan bangsa semakin tangguh, bukan menua.

    Usai upacara, Rudy Mas'ud menyatakan bahwa Kaltim hari ini telah menjadi etalase bagi Indonesia. Dengan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke IKN pada tahun 2028, ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat Kaltim dalam menghadapi persaingan global.

    "Kita hidup berdampingan dengan seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Maka masyarakat Kaltim, khususnya anak-anak kita, wajib mengenyam pendidikan," ujarnya.

    Rudy Mas'ud kemudian memaparkan data yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintahannya. 

    Angka kemiskinan di Kaltim masih mencapai 5,78 persen, dan angka pengangguran terbilang tinggi, salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat kelulusan pendidikan.

    "Ini tercermin dari anak-anak kita yang sekolahnya tidak lulus SMA. Maka semoga anak kita bisa mengenyam pendidikan sampai S3," lanjutnya.

    Ia menegaskan, tingkat pendidikan sangat berbanding lurus dengan kesejahteraan. Menurutnya, lulusan SMP hanya mampu menjadi tanggungan, sementara lulusan SMA hanya mampu menghidupi diri sendiri.

    "Kalau sudah sampai pendidikan tinggi, apalagi sampai S2, S3, akan banyak masyarakat yang bisa dihidupi," pungkas Rudy.

    Terakhir, Rudy menegaskan bahwa fokus pemerintah provinsi tidak hanya pada pembangunan fisik IKN, melainkan juga pada investasi sosial untuk memastikan Kaltim memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, siap menjadi tuan rumah yang tangguh di masa depan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Momentum Kemerdekaan, Rudy Mas'ud Soroti Pendidikan dan Kemiskinan sebagai Modal Kaltim Sambut IKN

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Agustus 2025 pukul 13:31 WITA

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menjadi inspektur upacara dalam upacara bendera 17 agustus. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tetapi juga momentum strategis untuk mengevaluasi kesiapan daerah. 

    Hal ini ditegaskan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, setelah upacara bendera yang dilaksanakan di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Minggu (17/8/2025). 

    Ia secara tegas menyoroti dua isu krusial: pendidikan dan pengentasan kemiskinan, sebagai modal utama menyambut status Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN).

    Upacara berlangsung khidmat meskipun sempat diguyur hujan gerimis. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Paskibraka Kaltim yang tetap sigap menjalankan tugasnya hingga tuntas. 

    Menurut Rudy, ketangguhan ini sejalan dengan makna kemerdekaan di usia 80 tahun yang harus menjadikan bangsa semakin tangguh, bukan menua.

    Usai upacara, Rudy Mas'ud menyatakan bahwa Kaltim hari ini telah menjadi etalase bagi Indonesia. Dengan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke IKN pada tahun 2028, ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat Kaltim dalam menghadapi persaingan global.

    "Kita hidup berdampingan dengan seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Maka masyarakat Kaltim, khususnya anak-anak kita, wajib mengenyam pendidikan," ujarnya.

    Rudy Mas'ud kemudian memaparkan data yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintahannya. 

    Angka kemiskinan di Kaltim masih mencapai 5,78 persen, dan angka pengangguran terbilang tinggi, salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat kelulusan pendidikan.

    "Ini tercermin dari anak-anak kita yang sekolahnya tidak lulus SMA. Maka semoga anak kita bisa mengenyam pendidikan sampai S3," lanjutnya.

    Ia menegaskan, tingkat pendidikan sangat berbanding lurus dengan kesejahteraan. Menurutnya, lulusan SMP hanya mampu menjadi tanggungan, sementara lulusan SMA hanya mampu menghidupi diri sendiri.

    "Kalau sudah sampai pendidikan tinggi, apalagi sampai S2, S3, akan banyak masyarakat yang bisa dihidupi," pungkas Rudy.

    Terakhir, Rudy menegaskan bahwa fokus pemerintah provinsi tidak hanya pada pembangunan fisik IKN, melainkan juga pada investasi sosial untuk memastikan Kaltim memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, siap menjadi tuan rumah yang tangguh di masa depan. (Adv)

    (Sf/Rs)