Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Menko PMK Akui Kesuksesan Kaltim Gelar MTQN XXX, Pj Gubernur Sebut Juara Umum Bukan Karena Tuan Rumah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 September 2024 pukul 09:26 WITA

    Penutupan MTQ Nasional dilakukan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi oleh Penjabat Gubernur Kaltim dan Wakil Menteri Agama. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXX Tahun 2024 di Kalimantan Timur resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy di Gelora Kadrie Oening Sempaja, pada Minggu (15/9/2024) malam.

    Muhadjir dalam hal ini mengggantikan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin, mengakui kesuksesan Kaltim sebagai penyelenggara perhelatan akbar ini. Acara yang dimulai dari 7-15 September berlangsung secara lancar hingga memunculkan inovasi digitalisasi.

    “Secara umum sangat luar biasa, saya lihat ada beberapa penambahan cabang lomba, termasuk juga mulai memasukan exhibition (pameran) yang berbasis digital,” ungkap Muhadjir Effendy saat diwawancarai.

    Kaltim sebagai tempat dilaksanakannya MTQ Nasional ke-30 ini, menurutnya tidak hanya menjadi tuan rumah yang penuh sejarah, namun juga menjadi simbol penting bagi masa depan bangsa. 

    “Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang kita bangun didekat wilayah ini akan menjadi pusat baru peradaban Indonesia,” tambahnya.

    Dalam penutupan MTQ Nasional, Kaltim mendapatkan hadiah yang bersejarah, yaitu meraih juara umum dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). 

    Juara umum yang diraih oleh Kaltim ini bahkan mengungguli provinsi dengan julukan wilayah metropolitan, yakni DK Jakarta dan Jawa Timur dengan memperoleh 579 poin.

    Selain itu, Kaltim meraih penghargaaan MURI untuk konfigurasi drone terbesar dalam sebuah acara MTQN. Drone tersebut diterbangkan sebanyak 500 buah, membentuk sebuah karya yang menakjubkan, terdapat lafaz Allah dan Muhammad, hingga berbentuk pesut dan garuda.

    Menanggapi itu, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik sangat bersyukur atas prestasi yang diraih untuk Kaltim. Menurutnya hal ini bukan karena kebetulan, karena ada proses dan pengorbanan didalamnya.

    “Kita bersyukur pada Allah SWT karena kaltim mencatatkan sejarah, bukan kita yang tidak bisa, tapi yang penting usaha, kuncinya adalah persiapan, pecahnya rekor ini itu berkat perjuangan bersama-sama,” ungkap Akmal.

    Ia juga menekankan kafilah Kaltim yang telah tercatat sebagai juara umum bukan dinilai dari tuan rumah.

    “Ini clear and clean, jangan dipikir karena kita tuan rumah, tentu tidak, ini full digital dan terbuka, jadi tidak mau bersangka, kita sangat menghormati intregritas penyelenggara LPTQ dan Alhamdulillah Kaltim mendapatkan hasil, karena itu usaha kita,” tegasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Menko PMK Akui Kesuksesan Kaltim Gelar MTQN XXX, Pj Gubernur Sebut Juara Umum Bukan Karena Tuan Rumah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 September 2024 pukul 09:26 WITA

    Penutupan MTQ Nasional dilakukan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi oleh Penjabat Gubernur Kaltim dan Wakil Menteri Agama. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXX Tahun 2024 di Kalimantan Timur resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy di Gelora Kadrie Oening Sempaja, pada Minggu (15/9/2024) malam.

    Muhadjir dalam hal ini mengggantikan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin, mengakui kesuksesan Kaltim sebagai penyelenggara perhelatan akbar ini. Acara yang dimulai dari 7-15 September berlangsung secara lancar hingga memunculkan inovasi digitalisasi.

    “Secara umum sangat luar biasa, saya lihat ada beberapa penambahan cabang lomba, termasuk juga mulai memasukan exhibition (pameran) yang berbasis digital,” ungkap Muhadjir Effendy saat diwawancarai.

    Kaltim sebagai tempat dilaksanakannya MTQ Nasional ke-30 ini, menurutnya tidak hanya menjadi tuan rumah yang penuh sejarah, namun juga menjadi simbol penting bagi masa depan bangsa. 

    “Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang kita bangun didekat wilayah ini akan menjadi pusat baru peradaban Indonesia,” tambahnya.

    Dalam penutupan MTQ Nasional, Kaltim mendapatkan hadiah yang bersejarah, yaitu meraih juara umum dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). 

    Juara umum yang diraih oleh Kaltim ini bahkan mengungguli provinsi dengan julukan wilayah metropolitan, yakni DK Jakarta dan Jawa Timur dengan memperoleh 579 poin.

    Selain itu, Kaltim meraih penghargaaan MURI untuk konfigurasi drone terbesar dalam sebuah acara MTQN. Drone tersebut diterbangkan sebanyak 500 buah, membentuk sebuah karya yang menakjubkan, terdapat lafaz Allah dan Muhammad, hingga berbentuk pesut dan garuda.

    Menanggapi itu, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik sangat bersyukur atas prestasi yang diraih untuk Kaltim. Menurutnya hal ini bukan karena kebetulan, karena ada proses dan pengorbanan didalamnya.

    “Kita bersyukur pada Allah SWT karena kaltim mencatatkan sejarah, bukan kita yang tidak bisa, tapi yang penting usaha, kuncinya adalah persiapan, pecahnya rekor ini itu berkat perjuangan bersama-sama,” ungkap Akmal.

    Ia juga menekankan kafilah Kaltim yang telah tercatat sebagai juara umum bukan dinilai dari tuan rumah.

    “Ini clear and clean, jangan dipikir karena kita tuan rumah, tentu tidak, ini full digital dan terbuka, jadi tidak mau bersangka, kita sangat menghormati intregritas penyelenggara LPTQ dan Alhamdulillah Kaltim mendapatkan hasil, karena itu usaha kita,” tegasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)