Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Maratua Jadi Sasaran Pengembangan Ekonomi Biru di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 November 2023 pukul 11:28 WITA

    Keindahan bawah laut Pulau Maratua, yang memiliki potensi untuk dijadikan kawasan ekonomi biru (blue economy) dengan pemanfaatan ikan kerapu dan lainnya. (Foto: HO/Pulau Maratua)

    Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki potensi besar untuk mengembangkan Ekonomi Biru, yaitu pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kawasan yang menjadi sasaran pengembangan Ekonomi Biru adalah Pulau Maratua, Kabupaten Berau.

    Menurut Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Iklim Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Riawati, Maratua sudah mulai menjalankan berbagai program Ekonomi Biru, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Program-program tersebut antara lain adalah budidaya ikan kerapu dan ikan-ikan lainnya secara berkelanjutan.

    "Kemarin itu yang mau dikembangkan seperti Maratua, ini kan ada Tim Percepatannya jadi mereka mau mengarah pada profiling dulu untuk kawasan konservasi, karena nantinya yang akan dikembangkan adalah Blue Carbon," ujar Riawati di Samarinda, Senin (6/11/2023).

    Untuk diketahui, Blue Carbon adalah istilah untuk menyebut karbon yang disimpan oleh ekosistem pesisir dan laut, seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Blue Carbon dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu mitigasi perubahan iklim.

    Riawati menjelaskan, saat ini Maratua belum menjadi kawasan konservasi, tetapi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mengusulkan hal tersebut. Jika sudah menjadi kawasan konservasi, maka kualitas lingkungan laut di Maratua harus dijaga dan ditingkatkan.

    "Ketika kawasan ini sudah dikonservasi, dalam hal penangkapan ikan juga akan diatur sehingga ada area-area tertentu yang diperbolehkan serta dilarang untuk menangkap ikan," katanya.

    Selain itu, para nelayan di Maratua juga harus diedukasi agar tidak menggunakan cara-cara yang merusak lingkungan, seperti bom atau racun. Riawati mengatakan, hal ini penting karena potensi penyerapan karbon di laut lebih besar daripada di darat (Green Carbon).

    "Maka dari itu potensinya peningkatan pendapatan pada Blue Carbon bisa berkali-kali lipat dari Green Carbon. Sehingga perlu ada perhatian serta keseriusan agar kawasan laut juga mampu menghasilkan pendapatan," tuturnya.

    Riawati berharap, pengembangan Ekonomi Biru di Kaltim, khususnya di Maratua, dapat terealisasikan dengan baik dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 

    (Adv/MF/diskominfokaltim)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Maratua Jadi Sasaran Pengembangan Ekonomi Biru di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 November 2023 pukul 11:28 WITA

    Keindahan bawah laut Pulau Maratua, yang memiliki potensi untuk dijadikan kawasan ekonomi biru (blue economy) dengan pemanfaatan ikan kerapu dan lainnya. (Foto: HO/Pulau Maratua)

    Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki potensi besar untuk mengembangkan Ekonomi Biru, yaitu pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kawasan yang menjadi sasaran pengembangan Ekonomi Biru adalah Pulau Maratua, Kabupaten Berau.

    Menurut Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Iklim Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Riawati, Maratua sudah mulai menjalankan berbagai program Ekonomi Biru, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Program-program tersebut antara lain adalah budidaya ikan kerapu dan ikan-ikan lainnya secara berkelanjutan.

    "Kemarin itu yang mau dikembangkan seperti Maratua, ini kan ada Tim Percepatannya jadi mereka mau mengarah pada profiling dulu untuk kawasan konservasi, karena nantinya yang akan dikembangkan adalah Blue Carbon," ujar Riawati di Samarinda, Senin (6/11/2023).

    Untuk diketahui, Blue Carbon adalah istilah untuk menyebut karbon yang disimpan oleh ekosistem pesisir dan laut, seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Blue Carbon dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu mitigasi perubahan iklim.

    Riawati menjelaskan, saat ini Maratua belum menjadi kawasan konservasi, tetapi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mengusulkan hal tersebut. Jika sudah menjadi kawasan konservasi, maka kualitas lingkungan laut di Maratua harus dijaga dan ditingkatkan.

    "Ketika kawasan ini sudah dikonservasi, dalam hal penangkapan ikan juga akan diatur sehingga ada area-area tertentu yang diperbolehkan serta dilarang untuk menangkap ikan," katanya.

    Selain itu, para nelayan di Maratua juga harus diedukasi agar tidak menggunakan cara-cara yang merusak lingkungan, seperti bom atau racun. Riawati mengatakan, hal ini penting karena potensi penyerapan karbon di laut lebih besar daripada di darat (Green Carbon).

    "Maka dari itu potensinya peningkatan pendapatan pada Blue Carbon bisa berkali-kali lipat dari Green Carbon. Sehingga perlu ada perhatian serta keseriusan agar kawasan laut juga mampu menghasilkan pendapatan," tuturnya.

    Riawati berharap, pengembangan Ekonomi Biru di Kaltim, khususnya di Maratua, dapat terealisasikan dengan baik dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 

    (Adv/MF/diskominfokaltim)