Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang aman dan berkualitas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) gencar mendorong peningkatan sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan registrasi produk hewan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim, Fahmi Himawan, dalam sebuah pertemuan yang digelar pada 3-4 September 2024.
"Sertifikasi NKV merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kehalalan produk hewan yang beredar di masyarakat," tegas Fahmi.
Pertemuan yang melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya NKV bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Dengan adanya sertifikasi ini, produk hewan seperti daging sapi, ayam, telur, susu, dan madu dapat dilacak dan dijamin kualitasnya.
"Ini sangat penting, terutama menjelang berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan meningkatkan permintaan akan produk pangan berkualitas," lanjut Fahmi.
Fahmi menjelaskan, sertifikasi NKV tidak hanya memberikan jaminan bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal di pasaran. "Dengan sertifikasi yang lengkap, produk kita bisa bersaing dengan produk impor," ujarnya.
Kehadiran IKN menjadi salah satu faktor pendorong percepatan sertifikasi NKV di Kaltim. Diperkirakan, IKN akan membawa masuk banyak pendatang yang memiliki kesadaran tinggi terhadap keamanan pangan.
"Untuk itu, kita harus siap menyediakan produk-produk yang memenuhi standar nasional maupun internasional," katanya.
Meskipun demikian, upaya peningkatan sertifikasi NKV masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur. Namun, Fahmi optimistis bahwa dengan dukungan semua pihak, target peningkatan sertifikasi NKV dapat tercapai.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh pelaku usaha di sektor peternakan dapat memahami pentingnya NKV dan segera melakukan sertifikasi produknya," pungkas Fahmi. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang aman dan berkualitas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) gencar mendorong peningkatan sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan registrasi produk hewan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kaltim, Fahmi Himawan, dalam sebuah pertemuan yang digelar pada 3-4 September 2024.
"Sertifikasi NKV merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kehalalan produk hewan yang beredar di masyarakat," tegas Fahmi.
Pertemuan yang melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya NKV bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Dengan adanya sertifikasi ini, produk hewan seperti daging sapi, ayam, telur, susu, dan madu dapat dilacak dan dijamin kualitasnya.
"Ini sangat penting, terutama menjelang berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan meningkatkan permintaan akan produk pangan berkualitas," lanjut Fahmi.
Fahmi menjelaskan, sertifikasi NKV tidak hanya memberikan jaminan bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal di pasaran. "Dengan sertifikasi yang lengkap, produk kita bisa bersaing dengan produk impor," ujarnya.
Kehadiran IKN menjadi salah satu faktor pendorong percepatan sertifikasi NKV di Kaltim. Diperkirakan, IKN akan membawa masuk banyak pendatang yang memiliki kesadaran tinggi terhadap keamanan pangan.
"Untuk itu, kita harus siap menyediakan produk-produk yang memenuhi standar nasional maupun internasional," katanya.
Meskipun demikian, upaya peningkatan sertifikasi NKV masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur. Namun, Fahmi optimistis bahwa dengan dukungan semua pihak, target peningkatan sertifikasi NKV dapat tercapai.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh pelaku usaha di sektor peternakan dapat memahami pentingnya NKV dan segera melakukan sertifikasi produknya," pungkas Fahmi. (Adv)
(Sf/Rs)