Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Perkuat Infrastruktur Irigasi Antisipasi Perubahan Iklim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Oktober 2024 pukul 18:59 WITA

    Kepala DPTPH, Siti Farisyah Yana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) gencar membangun infrastruktur irigasi sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin ekstrem. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan di tengah fluktuasi cuaca yang tak menentu.

    "Pembangunan bendungan dan optimalisasi pompanisasi menjadi fokus utama kami," ujar Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah Yana di Samarinda, Kamis (10/10/2024).

    Menurutnya, infrastruktur tersebut akan berfungsi ganda, baik untuk menampung kelebihan air saat musim hujan maupun mengairi lahan pertanian saat kemarau.

    "Dengan begitu, petani tidak perlu khawatir lagi mengalami gagal panen akibat kekeringan atau banjir," imbuhnya.

    Yana optimistis, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan DPRD Kaltim, program-program pertanian akan semakin kuat. Ia berharap sinergi yang solid dapat meningkatkan produksi pangan dan hortikultura di provinsi ini.

    "Petani adalah tulang punggung ekonomi Kaltim. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan mereka," tegasnya.

    Namun, Yana mengakui bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama akibat dampak perubahan iklim. Dalam tiga tahun terakhir, produksi pangan di Kaltim cenderung menurun.

    "Perubahan iklim telah menyebabkan berbagai masalah, seperti serangan hama yang lebih sering dan intensitas curah hujan yang tidak teratur," jelasnya. 

    Sementara itu, Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Kalimantan Timur (BSIP Kaltim) juga turut berperan dalam upaya meningkatkan produksi pangan. Zainal Abidin, Kepala BSIP Kaltim, mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil memperluas lahan pertanian padi hingga 70 persen dari target yang ditetapkan.

    "Kami optimistis target produksi pangan tahun ini dapat tercapai," ujarnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Perkuat Infrastruktur Irigasi Antisipasi Perubahan Iklim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Oktober 2024 pukul 18:59 WITA

    Kepala DPTPH, Siti Farisyah Yana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) gencar membangun infrastruktur irigasi sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin ekstrem. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan di tengah fluktuasi cuaca yang tak menentu.

    "Pembangunan bendungan dan optimalisasi pompanisasi menjadi fokus utama kami," ujar Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah Yana di Samarinda, Kamis (10/10/2024).

    Menurutnya, infrastruktur tersebut akan berfungsi ganda, baik untuk menampung kelebihan air saat musim hujan maupun mengairi lahan pertanian saat kemarau.

    "Dengan begitu, petani tidak perlu khawatir lagi mengalami gagal panen akibat kekeringan atau banjir," imbuhnya.

    Yana optimistis, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan DPRD Kaltim, program-program pertanian akan semakin kuat. Ia berharap sinergi yang solid dapat meningkatkan produksi pangan dan hortikultura di provinsi ini.

    "Petani adalah tulang punggung ekonomi Kaltim. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan mereka," tegasnya.

    Namun, Yana mengakui bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama akibat dampak perubahan iklim. Dalam tiga tahun terakhir, produksi pangan di Kaltim cenderung menurun.

    "Perubahan iklim telah menyebabkan berbagai masalah, seperti serangan hama yang lebih sering dan intensitas curah hujan yang tidak teratur," jelasnya. 

    Sementara itu, Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Kalimantan Timur (BSIP Kaltim) juga turut berperan dalam upaya meningkatkan produksi pangan. Zainal Abidin, Kepala BSIP Kaltim, mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil memperluas lahan pertanian padi hingga 70 persen dari target yang ditetapkan.

    "Kami optimistis target produksi pangan tahun ini dapat tercapai," ujarnya. (Adv)

    (Sf/Rs)