Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Hadapi Isu Harga Beras, Pemprov Imbau Distributor Lakukan Normalisasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Agustus 2025 pukul 14:12 WITA

    Konferensi Pers terkait stabilitas harga pangan di lapangan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menanggapi isu kelangkaan dan kenaikan harga beras yang terjadi di beberapa daerah. 

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, memastikan stok beras di wilayahnya relatif normal, meski ada kendala distribusi di sejumlah kabupaten.

    Dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (19/8/2025), Rudy mengakui adanya laporan stok beras yang terbatas di beberapa minimarket di Balikpapan dan Samarinda. 

    Selain itu, monitoring di Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat menunjukkan hal serupa.

    "Berdasarkan hasil pengawasan kami, ada beberapa gerai di Indomaret Balikpapan dan Samarinda yang stoknya terbatas. Begitu pula di daerah lain, bahkan ada yang terakhir menjual stok beras pada 1 Juli karena tidak ada pengiriman dari distributor," kata Rudy.

    Untuk mengatasi masalah ini, Rudy Mas'ud telah mengimbau distributor untuk segera kembali mendistribusikan beras. 

    Ia menegaskan, distributor tidak perlu khawatir menghadapi Satgas Pangan selama distribusi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Selain itu, Gubernur juga meminta distributor untuk memperbaiki standar kualitas beras. 

    "Kalau memang beras itu standar medium, jangan ditandai dengan kemasan premium. Harga juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku," tegasnya.

    Rudy menjelaskan, Pemprov Kaltim telah mengambil beberapa langkah antisipasi. Pertama, Pemprov merangkul Bulog dan BUMD bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan ketersediaan pasokan.

    "Stok Bulog per minggu kedua Agustus cukup banyak, yaitu 1.223 ton. Bulog akan mengambil alih untuk masuk ke pasar-pasar tradisional," imbuh Rudy.

    Kedua, Pemprov akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota dan TPID untuk memantau harga dan ketersediaan pangan secara berkelanjutan. Ketiga, mengimbau kembali distributor untuk melakukan pendistribusian beras yang sempat ditarik.

    Felix dari CV Dermaga, distributor beras merek Kura-kura, mengatakan stok mereka cukup stabil. 

    "Sempat ada kendala sedikit saat ada penarikan, tapi kualitas produk sesuai ketentuan pemerintah. Stok cukup stabil, selalu berjalan. Di pelabuhan ada sekitar 250-300 ton," jelas Felix.

    Sementara itu, perwakilan dari Bulog Kaltim menyebutkan stok beras medium di 6 kabupaten/kota yang mereka layani mencapai 8.900 ton. 

    "Kami melakukan penyaluran beras SPHP di semua kabupaten/kota. Kami juga sudah menyalurkan bantuan pangan lebih dari target, sekitar 1.600 ton, bekerja sama dengan Kodim dan Polres," kata perwakilan tersebut.

    Bulog juga akan menyalurkan 100 ton beras per minggu ke ritel modern. Dengan berbagai langkah ini, Rudy berharap masyarakat Kaltim tidak perlu panik.

    "Masyarakat Kaltim tidak perlu panic buying. Kecuali di Mahulu yang kemarin sempat terkendala iklim. Di provinsi kita relatif normal," pungkas Rudy. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Hadapi Isu Harga Beras, Pemprov Imbau Distributor Lakukan Normalisasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Agustus 2025 pukul 14:12 WITA

    Konferensi Pers terkait stabilitas harga pangan di lapangan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menanggapi isu kelangkaan dan kenaikan harga beras yang terjadi di beberapa daerah. 

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, memastikan stok beras di wilayahnya relatif normal, meski ada kendala distribusi di sejumlah kabupaten.

    Dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (19/8/2025), Rudy mengakui adanya laporan stok beras yang terbatas di beberapa minimarket di Balikpapan dan Samarinda. 

    Selain itu, monitoring di Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat menunjukkan hal serupa.

    "Berdasarkan hasil pengawasan kami, ada beberapa gerai di Indomaret Balikpapan dan Samarinda yang stoknya terbatas. Begitu pula di daerah lain, bahkan ada yang terakhir menjual stok beras pada 1 Juli karena tidak ada pengiriman dari distributor," kata Rudy.

    Untuk mengatasi masalah ini, Rudy Mas'ud telah mengimbau distributor untuk segera kembali mendistribusikan beras. 

    Ia menegaskan, distributor tidak perlu khawatir menghadapi Satgas Pangan selama distribusi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Selain itu, Gubernur juga meminta distributor untuk memperbaiki standar kualitas beras. 

    "Kalau memang beras itu standar medium, jangan ditandai dengan kemasan premium. Harga juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku," tegasnya.

    Rudy menjelaskan, Pemprov Kaltim telah mengambil beberapa langkah antisipasi. Pertama, Pemprov merangkul Bulog dan BUMD bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan ketersediaan pasokan.

    "Stok Bulog per minggu kedua Agustus cukup banyak, yaitu 1.223 ton. Bulog akan mengambil alih untuk masuk ke pasar-pasar tradisional," imbuh Rudy.

    Kedua, Pemprov akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota dan TPID untuk memantau harga dan ketersediaan pangan secara berkelanjutan. Ketiga, mengimbau kembali distributor untuk melakukan pendistribusian beras yang sempat ditarik.

    Felix dari CV Dermaga, distributor beras merek Kura-kura, mengatakan stok mereka cukup stabil. 

    "Sempat ada kendala sedikit saat ada penarikan, tapi kualitas produk sesuai ketentuan pemerintah. Stok cukup stabil, selalu berjalan. Di pelabuhan ada sekitar 250-300 ton," jelas Felix.

    Sementara itu, perwakilan dari Bulog Kaltim menyebutkan stok beras medium di 6 kabupaten/kota yang mereka layani mencapai 8.900 ton. 

    "Kami melakukan penyaluran beras SPHP di semua kabupaten/kota. Kami juga sudah menyalurkan bantuan pangan lebih dari target, sekitar 1.600 ton, bekerja sama dengan Kodim dan Polres," kata perwakilan tersebut.

    Bulog juga akan menyalurkan 100 ton beras per minggu ke ritel modern. Dengan berbagai langkah ini, Rudy berharap masyarakat Kaltim tidak perlu panik.

    "Masyarakat Kaltim tidak perlu panic buying. Kecuali di Mahulu yang kemarin sempat terkendala iklim. Di provinsi kita relatif normal," pungkas Rudy. (Adv)

    (Sf/Rs)