Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Pariwisata, Ririn Sari Dewi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui pengembangan desa wisata. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan budaya lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan, saat ini terdapat 103 desa wisata di Kaltim yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. "Dari jumlah tersebut, 70 desa masih dalam tahap rintisan, 38 desa berkembang, dan 5 desa telah mencapai kategori maju," ujar Ririn.
Untuk mendorong pertumbuhan desa wisata yang lebih berkualitas, Dinas Pariwisata Kaltim telah merancang tiga pilar utama. Pertama, penguatan suprastruktur melalui penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengembangan desa wisata terpadu. Kedua, penguatan data dengan standarisasi desa wisata. Ketiga, pendampingan dan pembinaan langsung ke desa-desa wisata.
"Kami ingin menciptakan desa wisata yang tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga sebagai sumber penghidupan masyarakat desa," tegas Ririn.
Program pengembangan desa wisata ini memiliki target jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek, Dinas Pariwisata akan melakukan profiling desa wisata dan penyusunan rancangan Pergub. Jangka menengah, fokus pada pembahasan dan penetapan Pergub serta penerapan checklist standarisasi. Sedangkan jangka panjang, diharapkan dapat menghasilkan lomba desa wisata dan penyusunan database desa wisata yang lengkap.
Ririn menambahkan, keberhasilan pengembangan desa wisata sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat. "Masyarakat adalah penggerak utama dalam menciptakan desa wisata yang mandiri dan maju," ungkapnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, akademisi, bisnis, dan media massa (Pentahelix). "Kami berharap dengan sinergi yang kuat, pengembangan desa wisata di Kaltim dapat berjalan dengan optimal," pungkas Ririn. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Pariwisata, Ririn Sari Dewi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui pengembangan desa wisata. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan budaya lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan, saat ini terdapat 103 desa wisata di Kaltim yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. "Dari jumlah tersebut, 70 desa masih dalam tahap rintisan, 38 desa berkembang, dan 5 desa telah mencapai kategori maju," ujar Ririn.
Untuk mendorong pertumbuhan desa wisata yang lebih berkualitas, Dinas Pariwisata Kaltim telah merancang tiga pilar utama. Pertama, penguatan suprastruktur melalui penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengembangan desa wisata terpadu. Kedua, penguatan data dengan standarisasi desa wisata. Ketiga, pendampingan dan pembinaan langsung ke desa-desa wisata.
"Kami ingin menciptakan desa wisata yang tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga sebagai sumber penghidupan masyarakat desa," tegas Ririn.
Program pengembangan desa wisata ini memiliki target jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek, Dinas Pariwisata akan melakukan profiling desa wisata dan penyusunan rancangan Pergub. Jangka menengah, fokus pada pembahasan dan penetapan Pergub serta penerapan checklist standarisasi. Sedangkan jangka panjang, diharapkan dapat menghasilkan lomba desa wisata dan penyusunan database desa wisata yang lengkap.
Ririn menambahkan, keberhasilan pengembangan desa wisata sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat. "Masyarakat adalah penggerak utama dalam menciptakan desa wisata yang mandiri dan maju," ungkapnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, akademisi, bisnis, dan media massa (Pentahelix). "Kami berharap dengan sinergi yang kuat, pengembangan desa wisata di Kaltim dapat berjalan dengan optimal," pungkas Ririn. (Adv)
(Sf/Rs)