Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Genjot Penanganan HIV/AIDS, Targetkan Eliminasi Tahun 2030

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Oktober 2024 pukul 14:41 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin dalam pertemuan evaluasi program HIV AIDS. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya keras dalam memberantas penyebaran HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui berbagai pelatihan dan evaluasi.

    “Kami ingin memastikan bahwa semua tenaga kesehatan yang terlibat dalam program penanggulangan HIV/AIDS dan PIMS memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, dalam keterangannya di Samarinda, Rabu (23/10/2024).

    Evaluasi yang dilakukan secara berkala ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS telah berjalan efektif. Selain itu, evaluasi juga berguna untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan serta merumuskan strategi yang lebih baik untuk mencapai target eliminasi HIV pada tahun 2030.

    “Target kita jelas, yaitu mencapai tiga nol dalam pengendalian HIV/AIDS. Tidak ada lagi infeksi baru, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHA,” tegas Jaya.

    Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan Kaltim mendorong kolaborasi lintas sektor dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja, tetapi tanggung jawab kita bersama,” imbuh Jaya.

    Meskipun telah dilakukan berbagai upaya, penanggulangan HIV/AIDS di Kaltim masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah stigma dan diskriminasi terhadap ODHA yang masih cukup tinggi. Hal ini seringkali membuat ODHA enggan untuk melakukan tes HIV dan mendapatkan pengobatan.

    Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Kesehatan Kaltim terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang HIV/AIDS. Selain itu, layanan konseling dan tes HIV juga terus ditingkatkan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat.

    Selain upaya pengobatan dan perawatan, pencegahan juga menjadi fokus utama dalam program penanggulangan HIV/AIDS. Berbagai program pencegahan seperti penggunaan kondom, perilaku seks aman, dan tes HIV rutin terus digalakkan.

    “Pencegahan adalah kunci utama dalam mengatasi masalah HIV/AIDS. Dengan mencegah terjadinya infeksi baru, kita dapat memutus rantai penularan HIV,” kata Jaya.

    Dinas Kesehatan Kaltim optimistis bahwa dengan upaya yang terus menerus dan dukungan dari semua pihak, target eliminasi HIV pada tahun 2030 dapat tercapai. “Kami berharap Kaltim dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS,” pungkas Jaya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Genjot Penanganan HIV/AIDS, Targetkan Eliminasi Tahun 2030

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Oktober 2024 pukul 14:41 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin dalam pertemuan evaluasi program HIV AIDS. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya keras dalam memberantas penyebaran HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui berbagai pelatihan dan evaluasi.

    “Kami ingin memastikan bahwa semua tenaga kesehatan yang terlibat dalam program penanggulangan HIV/AIDS dan PIMS memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, dalam keterangannya di Samarinda, Rabu (23/10/2024).

    Evaluasi yang dilakukan secara berkala ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS telah berjalan efektif. Selain itu, evaluasi juga berguna untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan serta merumuskan strategi yang lebih baik untuk mencapai target eliminasi HIV pada tahun 2030.

    “Target kita jelas, yaitu mencapai tiga nol dalam pengendalian HIV/AIDS. Tidak ada lagi infeksi baru, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHA,” tegas Jaya.

    Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan Kaltim mendorong kolaborasi lintas sektor dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja, tetapi tanggung jawab kita bersama,” imbuh Jaya.

    Meskipun telah dilakukan berbagai upaya, penanggulangan HIV/AIDS di Kaltim masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah stigma dan diskriminasi terhadap ODHA yang masih cukup tinggi. Hal ini seringkali membuat ODHA enggan untuk melakukan tes HIV dan mendapatkan pengobatan.

    Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Kesehatan Kaltim terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang HIV/AIDS. Selain itu, layanan konseling dan tes HIV juga terus ditingkatkan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat.

    Selain upaya pengobatan dan perawatan, pencegahan juga menjadi fokus utama dalam program penanggulangan HIV/AIDS. Berbagai program pencegahan seperti penggunaan kondom, perilaku seks aman, dan tes HIV rutin terus digalakkan.

    “Pencegahan adalah kunci utama dalam mengatasi masalah HIV/AIDS. Dengan mencegah terjadinya infeksi baru, kita dapat memutus rantai penularan HIV,” kata Jaya.

    Dinas Kesehatan Kaltim optimistis bahwa dengan upaya yang terus menerus dan dukungan dari semua pihak, target eliminasi HIV pada tahun 2030 dapat tercapai. “Kami berharap Kaltim dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS,” pungkas Jaya. (Adv)

    (Sf/Rs)