Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Genjot Digitalisasi Desa untuk Memajukan Ekonomi dan Percepatan Pembangunan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Oktober 2024 pukul 13:54 WITA

    Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto. (Foto: Dok. Setdaprov Kaltim)

    Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mendorong transformasi digital di tingkat desa. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memajukan ekonomi desa, dan mempercepat pembangunan daerah.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto, mengungkapkan bahwa program digitalisasi desa menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

    “Kita ingin desa-desa di Kaltim semakin maju dan mandiri. Salah satu caranya adalah dengan mendorong digitalisasi,” ujar Puguh di Samarinda, Senin (20/10/2024).

    Pemerintah pusat pun turut mendukung penuh inisiatif ini. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyediakan platform pembelajaran daring (LMS) bagi aparatur desa.

    “Dengan LMS ini, para perangkat desa bisa belajar dan mengembangkan kemampuan digital mereka,” tambahnya.

    Meski demikian, perjalanan menuju desa digital di Kaltim masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah keterbatasan akses internet dan sinyal di sejumlah desa.

    “Ada sekitar 40 desa di Kaltim yang masih kesulitan mengakses internet. Ini tentu menghambat proses digitalisasi,” ungkapnya.

    Untuk mengatasi hal ini, pemerintah provinsi tengah berupaya meningkatkan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah terpencil.

    “Kita sudah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memperkuat sinyal di beberapa daerah, seperti di Berau,” jelasnya.

    Selain infrastruktur, kurangnya literasi digital di kalangan perangkat desa juga menjadi tantangan tersendiri.

    “Meskipun sudah ada banyak desa yang memiliki website, namun belum semua perangkat desa mampu mengelola dan mengembangkan website tersebut secara maksimal,” kata Puguh.

    Untuk mengatasi hal tersebut, DPMPD Kaltim telah menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam bidang teknologi informasi. “Tahun ini saja, kami telah melatih lebih dari 120 perangkat desa untuk membuat website desa,” ujarnya.

    Dengan adanya digitalisasi desa tidak hanya berdampak pada pelayanan publik, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi desa.

    “Dengan adanya website desa, produk-produk UMKM desa bisa dipromosikan secara lebih luas,” katanya.   

    Selain itu, digitalisasi juga dapat mempermudah akses informasi bagi masyarakat desa, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengembangkan usaha mereka. Puguh berharap, dengan dukungan semua pihak, program digitalisasi desa di Kaltim dapat berjalan dengan sukses.

    “Kita ingin agar setiap desa di Kaltim bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tutup Puguh. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Genjot Digitalisasi Desa untuk Memajukan Ekonomi dan Percepatan Pembangunan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Oktober 2024 pukul 13:54 WITA

    Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto. (Foto: Dok. Setdaprov Kaltim)

    Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya mendorong transformasi digital di tingkat desa. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memajukan ekonomi desa, dan mempercepat pembangunan daerah.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto, mengungkapkan bahwa program digitalisasi desa menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

    “Kita ingin desa-desa di Kaltim semakin maju dan mandiri. Salah satu caranya adalah dengan mendorong digitalisasi,” ujar Puguh di Samarinda, Senin (20/10/2024).

    Pemerintah pusat pun turut mendukung penuh inisiatif ini. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyediakan platform pembelajaran daring (LMS) bagi aparatur desa.

    “Dengan LMS ini, para perangkat desa bisa belajar dan mengembangkan kemampuan digital mereka,” tambahnya.

    Meski demikian, perjalanan menuju desa digital di Kaltim masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah keterbatasan akses internet dan sinyal di sejumlah desa.

    “Ada sekitar 40 desa di Kaltim yang masih kesulitan mengakses internet. Ini tentu menghambat proses digitalisasi,” ungkapnya.

    Untuk mengatasi hal ini, pemerintah provinsi tengah berupaya meningkatkan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah terpencil.

    “Kita sudah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memperkuat sinyal di beberapa daerah, seperti di Berau,” jelasnya.

    Selain infrastruktur, kurangnya literasi digital di kalangan perangkat desa juga menjadi tantangan tersendiri.

    “Meskipun sudah ada banyak desa yang memiliki website, namun belum semua perangkat desa mampu mengelola dan mengembangkan website tersebut secara maksimal,” kata Puguh.

    Untuk mengatasi hal tersebut, DPMPD Kaltim telah menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam bidang teknologi informasi. “Tahun ini saja, kami telah melatih lebih dari 120 perangkat desa untuk membuat website desa,” ujarnya.

    Dengan adanya digitalisasi desa tidak hanya berdampak pada pelayanan publik, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi desa.

    “Dengan adanya website desa, produk-produk UMKM desa bisa dipromosikan secara lebih luas,” katanya.   

    Selain itu, digitalisasi juga dapat mempermudah akses informasi bagi masyarakat desa, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengembangkan usaha mereka. Puguh berharap, dengan dukungan semua pihak, program digitalisasi desa di Kaltim dapat berjalan dengan sukses.

    “Kita ingin agar setiap desa di Kaltim bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tutup Puguh. (Adv)

    (Sf/Rs)