Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak lagi bergerak sendiri dalam menghadapi lonjakan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) yang kini mencapai 2.557 kasus.
Sebagai respons, Dinkes Kaltim mengambil langkah strategis dengan membentuk tim gabungan lintas sektor bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta kelompok relawan, Kader Siaga Rabies (Kasira).
Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanganan. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa sinergi ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih terpadu, mulai dari edukasi masyarakat hingga penanganan kasus di lapangan.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Setiap pihak memiliki peran krusial," tegas Jaya di Samarinda, Senin (11/8/2025).
Jaya menjelaskan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bertanggung jawab penuh atas program vaksinasi hewan peliharaan yang menjadi salah satu benteng pertahanan terpenting.
Sementara itu, Kasira, sebagai garda terdepan, berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat di berbagai pelosok, serta membantu mendeteksi kasus gigitan di tahap awal.
Adapun sasaran yang akan dilakukan terhadap dua kota besar, yakni Balikpapan dan Samarinda. Hal ini sesuai dengan data dari Dinkes Kaltim menunjukkan kasus tertinggi secara kumulatif.
Balikpapan berada di peringkat teratas dengan 670 kasus, diikuti oleh Samarinda dengan 431 kasus gigitan. Mayoritas kasus gigitan didominasi oleh anjing (1.303 kasus) dan kucing (1.163 kasus), sedangkan sisanya melibatkan kera dan hewan lain.
Dengan adanya kolaborasi ini, Dinkes Kaltim telah berhasil memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada 2.270 orang dan Serum Anti Rabies (SAR) kepada sembilan orang.
Meskipun sudah ada satu hewan yang terkonfirmasi positif rabies, Jaya bersyukur belum ada laporan kasus kematian pada manusia. Ia optimis, dengan kerja sama yang solid ini, penyebaran rabies dapat dikendalikan.
Jaya mengimbau masyarakat untuk segera mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun, lalu langsung ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini krusial untuk mencegah infeksi virus rabies yang fatal. (Adv)
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak lagi bergerak sendiri dalam menghadapi lonjakan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) yang kini mencapai 2.557 kasus.
Sebagai respons, Dinkes Kaltim mengambil langkah strategis dengan membentuk tim gabungan lintas sektor bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta kelompok relawan, Kader Siaga Rabies (Kasira).
Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanganan. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa sinergi ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih terpadu, mulai dari edukasi masyarakat hingga penanganan kasus di lapangan.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Setiap pihak memiliki peran krusial," tegas Jaya di Samarinda, Senin (11/8/2025).
Jaya menjelaskan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bertanggung jawab penuh atas program vaksinasi hewan peliharaan yang menjadi salah satu benteng pertahanan terpenting.
Sementara itu, Kasira, sebagai garda terdepan, berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat di berbagai pelosok, serta membantu mendeteksi kasus gigitan di tahap awal.
Adapun sasaran yang akan dilakukan terhadap dua kota besar, yakni Balikpapan dan Samarinda. Hal ini sesuai dengan data dari Dinkes Kaltim menunjukkan kasus tertinggi secara kumulatif.
Balikpapan berada di peringkat teratas dengan 670 kasus, diikuti oleh Samarinda dengan 431 kasus gigitan. Mayoritas kasus gigitan didominasi oleh anjing (1.303 kasus) dan kucing (1.163 kasus), sedangkan sisanya melibatkan kera dan hewan lain.
Dengan adanya kolaborasi ini, Dinkes Kaltim telah berhasil memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada 2.270 orang dan Serum Anti Rabies (SAR) kepada sembilan orang.
Meskipun sudah ada satu hewan yang terkonfirmasi positif rabies, Jaya bersyukur belum ada laporan kasus kematian pada manusia. Ia optimis, dengan kerja sama yang solid ini, penyebaran rabies dapat dikendalikan.
Jaya mengimbau masyarakat untuk segera mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun, lalu langsung ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini krusial untuk mencegah infeksi virus rabies yang fatal. (Adv)
(Sf/Rs)