Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Investasi Kaltim Tembus Rp55,82 Triliun, Fahmi Optimis akan Lampaui Target

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    19 Oktober 2024 pukul 16:07 WITA

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur, Fahmi Prima Laksana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Realisasi investasi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Triwulan III 2024 mencapai angka Rp55,82 triliun.

    Capaian ini menunjukkan pertumbuhan positif dan menjanjikan bagi perekonomian daerah di Kaltim.

    Ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana saat jumpa pers dengan awak media di kantor Diskominfo Kaltim, Jumat (18/10/2024).

    "Target investasi kita tahun ini sebesar Rp76,02 triliun. Dengan capaian hingga Triwulan III ini, kami optimistis target tersebut akan tercapai, bahkan bisa melebihi," ujar Fahmi.

    Dari realisasi investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi terbesar, yakni sebesar Rp38,65 triliun.

    Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) turut berkontribusi sebesar Rp17,16 triliun.

    Fahmi menjelaskan, optimisme ini didasari oleh tren positif realisasi investasi Kaltim dalam beberapa tahun terakhir. 

    "Sejak 2020, investasi di Kaltim terus meningkat dan bahkan melebihi target yang ditetapkan," imbuhnya.

    Meski demikian, Fahmi mengaku masih ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam dunia penanaman modal di Benua Etam. 

    Beberapa di antaranya adalah kurangnya aksesibilitas dan ketersediaan infrastruktur penunjang investasi, rendahnya daya saing sektor unggulan, kurang optimalnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta promosi investasi yang belum komprehensif.

    Namun, Fahmi tetap optimistis kinerja investasi di Kaltim akan terus meningkat. Terlebih dengan adanya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi magnet baru bagi investasi di Kaltim. 

    "IKN akan menjadi daya tarik bagi para investor baik dalam negeri maupun asing," tegasnya.

    Proyek IKN ini, menurutnya, membuat harapan baru bagi Kaltim untuk menjadikan katalisator bagi pertumbuhan investasi di daerah ini.

    “Dengan adanya IKN, diharapkan akan terjadi peningkatan konektivitas, pengembangan infrastruktur, serta tumbuhnya berbagai sektor ekonomi baru,” tutupnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Investasi Kaltim Tembus Rp55,82 Triliun, Fahmi Optimis akan Lampaui Target

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    19 Oktober 2024 pukul 16:07 WITA

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur, Fahmi Prima Laksana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Realisasi investasi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Triwulan III 2024 mencapai angka Rp55,82 triliun.

    Capaian ini menunjukkan pertumbuhan positif dan menjanjikan bagi perekonomian daerah di Kaltim.

    Ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana saat jumpa pers dengan awak media di kantor Diskominfo Kaltim, Jumat (18/10/2024).

    "Target investasi kita tahun ini sebesar Rp76,02 triliun. Dengan capaian hingga Triwulan III ini, kami optimistis target tersebut akan tercapai, bahkan bisa melebihi," ujar Fahmi.

    Dari realisasi investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi terbesar, yakni sebesar Rp38,65 triliun.

    Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) turut berkontribusi sebesar Rp17,16 triliun.

    Fahmi menjelaskan, optimisme ini didasari oleh tren positif realisasi investasi Kaltim dalam beberapa tahun terakhir. 

    "Sejak 2020, investasi di Kaltim terus meningkat dan bahkan melebihi target yang ditetapkan," imbuhnya.

    Meski demikian, Fahmi mengaku masih ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam dunia penanaman modal di Benua Etam. 

    Beberapa di antaranya adalah kurangnya aksesibilitas dan ketersediaan infrastruktur penunjang investasi, rendahnya daya saing sektor unggulan, kurang optimalnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta promosi investasi yang belum komprehensif.

    Namun, Fahmi tetap optimistis kinerja investasi di Kaltim akan terus meningkat. Terlebih dengan adanya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi magnet baru bagi investasi di Kaltim. 

    "IKN akan menjadi daya tarik bagi para investor baik dalam negeri maupun asing," tegasnya.

    Proyek IKN ini, menurutnya, membuat harapan baru bagi Kaltim untuk menjadikan katalisator bagi pertumbuhan investasi di daerah ini.

    “Dengan adanya IKN, diharapkan akan terjadi peningkatan konektivitas, pengembangan infrastruktur, serta tumbuhnya berbagai sektor ekonomi baru,” tutupnya. (adv)

    (Sf/By)