Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (Dok Adpimprov Kaltim)
Samarinda - Lonjakan harga yang biasa terjadi ketika momen penting hari besar keagamaan dan tahun baru, sedini mungkin diantisipasi oleh Pemprov Kaltim. Pendataan harga yang dilakukan secara terintegrasi, terus dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan yang bisa menyebabkan kenaikan harga.
Secara makro, Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik menyebut, inflasi Kaltim berada pada posisi 2,3 persen, dengan perbandingan tingkat pertumbuhan 6,8 persen. Dua indikator itu, disebut Akmal bisa menggambarkan kondisi perekonomian Kaltim yang relatif terkendali.
Selain itu, ketersediaan bahan pangan seperti sayur-sayuran, ikan, ayam, dan daging terpantau stabil dan cukup menjelang Natal 2023 dan tahun baru 2024 (Nataru).
"Yang relatif agak kesulitan tadi ada di kacang kedelai karena pasokan dari distribusi. Paling penting kita berharap rantai pasokan ke pasar dapat berjalan dengan lancar serta inflasi kita menurun," ungkap Akmal.
Hal penting berikutnya, kata Akmal daya beli masyarakat Kaltim terbbilang cukup baik.
"Kita minta semua pihak, pasar dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) menjaga dan juga memonitor kebutuhan pangan di lapangan, jika ada kendala baru seperti kenaikan harga beras dan lainnya," pungkasnya.
(Adv/diskominfokaltim)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (Dok Adpimprov Kaltim)
Samarinda - Lonjakan harga yang biasa terjadi ketika momen penting hari besar keagamaan dan tahun baru, sedini mungkin diantisipasi oleh Pemprov Kaltim. Pendataan harga yang dilakukan secara terintegrasi, terus dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan yang bisa menyebabkan kenaikan harga.
Secara makro, Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik menyebut, inflasi Kaltim berada pada posisi 2,3 persen, dengan perbandingan tingkat pertumbuhan 6,8 persen. Dua indikator itu, disebut Akmal bisa menggambarkan kondisi perekonomian Kaltim yang relatif terkendali.
Selain itu, ketersediaan bahan pangan seperti sayur-sayuran, ikan, ayam, dan daging terpantau stabil dan cukup menjelang Natal 2023 dan tahun baru 2024 (Nataru).
"Yang relatif agak kesulitan tadi ada di kacang kedelai karena pasokan dari distribusi. Paling penting kita berharap rantai pasokan ke pasar dapat berjalan dengan lancar serta inflasi kita menurun," ungkap Akmal.
Hal penting berikutnya, kata Akmal daya beli masyarakat Kaltim terbbilang cukup baik.
"Kita minta semua pihak, pasar dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) menjaga dan juga memonitor kebutuhan pangan di lapangan, jika ada kendala baru seperti kenaikan harga beras dan lainnya," pungkasnya.
(Adv/diskominfokaltim)