Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Adv Diskominfo Kaltim
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memastikan program Beasiswa Gratispol berjalan lancar.
Hal ini dibuktikan dengan penyelesaian cepat atas keluhan sejumlah mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda terkait nominal Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sebelumnya dinilai tidak tercover penuh.
Menanggapi keluhan yang sempat diwarnai aksi protes saat sosialisasi di kampus tersebut, Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah, langsung memberikan klarifikasi sekaligus solusi.
Ia menegaskan kendala yang terjadi bukanlah karena pemotongan anggaran dari pemerintah, melainkan adanya miskomunikasi dan kesalahan teknis penginputan dari sisi pendaftar.
"Akar persoalannya ternyata murni miskomunikasi. Setelah kami lacak bersama melalui sosialisasi ini, ternyata kesalahan ada pada mahasiswa sendiri yang keliru memasukkan nilai UKT mereka di sistem pendaftaran," terang Dasmiah saat diwawancarai seusai pertemuan di UNTAG Samarinda, Selasa (26/5/2026).
Sebagai gambaran, Dasmiah membeberkan temuan berkas pendaftar yang nilai UKT aslinya mencapai Rp3.710.000, namun yang bersangkutan justru menginput nominal Rp2.900.000 di sistem online.
Karena sistem bekerja secara otomatis mengunci data awal, maka pencairan mutlak mengikuti angka tersebut.
"Sistem murni membaca angka yang dimasukkan. Kami tidak bisa merubah sepihak. Jadi ini bukan salah pemprov lagi, tapi murni mahasiswa yang salah memasukkan angka," tegasnya.
Guna mengurai persoalan administrasi ini, Biro Kesra Kaltim bertindak responsif dengan menerjunkan tim admin secara lengkap ke lokasi sosialisasi.
Langkah jemput bola ini memungkinkan seluruh data mahasiswa yang bermasalah bisa langsung diverifikasi dan diperbaiki di tempat (on the spot).
Lebih lanjut, ia merinci tiga persoalan utama yang paling sering memicu kendala di lapangan. Masalah tersebut meliputi banyaknya penerima beasiswa yang abai melakukan lapor diri, ketidaktelitian saat memasukkan nominal riil UKT, hingga prosedur pendaftaran online yang tidak diselesaikan hingga tuntas secara valid oleh pendaftar.
Safari sosialisasi dan layanan perbaikan data ini dipastikan akan terus bergulir ke seluruh perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Kaltim.
Setelah UNTAG, Biro Kesra menjadwalkan kunjungan ke Universitas Widyagama Samarinda sebelum bergerak menyisir ke kabupaten/kota lainnya seperti Kutai Kartanegara, Berau, Paser, hingga Bontang.
"Mudah-mudahan setelah ini para mahasiswa sudah tidak ada masalah lagi, sehingga program Gaspol Pendidikan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Adv Diskominfo Kaltim
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memastikan program Beasiswa Gratispol berjalan lancar.
Hal ini dibuktikan dengan penyelesaian cepat atas keluhan sejumlah mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda terkait nominal Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sebelumnya dinilai tidak tercover penuh.
Menanggapi keluhan yang sempat diwarnai aksi protes saat sosialisasi di kampus tersebut, Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah, langsung memberikan klarifikasi sekaligus solusi.
Ia menegaskan kendala yang terjadi bukanlah karena pemotongan anggaran dari pemerintah, melainkan adanya miskomunikasi dan kesalahan teknis penginputan dari sisi pendaftar.
"Akar persoalannya ternyata murni miskomunikasi. Setelah kami lacak bersama melalui sosialisasi ini, ternyata kesalahan ada pada mahasiswa sendiri yang keliru memasukkan nilai UKT mereka di sistem pendaftaran," terang Dasmiah saat diwawancarai seusai pertemuan di UNTAG Samarinda, Selasa (26/5/2026).
Sebagai gambaran, Dasmiah membeberkan temuan berkas pendaftar yang nilai UKT aslinya mencapai Rp3.710.000, namun yang bersangkutan justru menginput nominal Rp2.900.000 di sistem online.
Karena sistem bekerja secara otomatis mengunci data awal, maka pencairan mutlak mengikuti angka tersebut.
"Sistem murni membaca angka yang dimasukkan. Kami tidak bisa merubah sepihak. Jadi ini bukan salah pemprov lagi, tapi murni mahasiswa yang salah memasukkan angka," tegasnya.
Guna mengurai persoalan administrasi ini, Biro Kesra Kaltim bertindak responsif dengan menerjunkan tim admin secara lengkap ke lokasi sosialisasi.
Langkah jemput bola ini memungkinkan seluruh data mahasiswa yang bermasalah bisa langsung diverifikasi dan diperbaiki di tempat (on the spot).
Lebih lanjut, ia merinci tiga persoalan utama yang paling sering memicu kendala di lapangan. Masalah tersebut meliputi banyaknya penerima beasiswa yang abai melakukan lapor diri, ketidaktelitian saat memasukkan nominal riil UKT, hingga prosedur pendaftaran online yang tidak diselesaikan hingga tuntas secara valid oleh pendaftar.
Safari sosialisasi dan layanan perbaikan data ini dipastikan akan terus bergulir ke seluruh perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Kaltim.
Setelah UNTAG, Biro Kesra menjadwalkan kunjungan ke Universitas Widyagama Samarinda sebelum bergerak menyisir ke kabupaten/kota lainnya seperti Kutai Kartanegara, Berau, Paser, hingga Bontang.
"Mudah-mudahan setelah ini para mahasiswa sudah tidak ada masalah lagi, sehingga program Gaspol Pendidikan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)