Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    ESDM Optimalkan Energi Bersih Lokal, Kini 72 Desa Terpencil Kaltim Terang Berkat PLTS

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2025 pukul 16:40 WITA

    Pemanfaatan PLTS di salah satu desa yang ada di Kaltim oleh Dinas ESDM Kaltim. (Foto: HO-DESDM Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat transisi energi bersih dengan mengoptimalkan sumber daya lokal. 

    Sejauh ini, fokus utama tertuju pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan biogas untuk menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah terpencil.

    Kepala Bidang EBT dan Konservasi Energi Dinas ESDM Kaltim, Elly Luchritia Nova, menjelaskan bahwa program PLTS telah berhasil menerangi 72 desa yang tersebar di empat kabupaten. 

    "Pembangunan PLTS ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memenuhi hak masyarakat atas listrik, sekaligus meningkatkan bauran energi bersih di Kaltim," ujar Elly di Samarinda, Jumat (8/8/2025).

    Analis Kebijakan EBT Dinas ESDM Kaltim, Syamsuddin, menambahkan bahwa dari berbagai potensi energi baru terbarukan (EBT) yang ada di Kaltim, energi surya adalah yang paling realistis dan bisa diandalkan. 

    "Setelah mengkaji potensi seperti air, angin, dan pasang surut, kami menyimpulkan bahwa energi surya paling potensial untuk dikembangkan secara masif," kata Syamsuddin.

    Selain tenaga surya, Dinas ESDM Kaltim juga gencar mendorong pemanfaatan biogas. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk menjangkau kelompok-kelompok tani yang memiliki ternak sapi.

    "Pengembangan biogas ini menjadi solusi energi alternatif bagi rumah tangga di pedesaan. Warga tidak perlu lagi bergantung pada gas LPG, karena bisa memproduksi gas sendiri dari limbah ternak untuk kebutuhan memasak sehari-hari," jelas Syamsuddin.

    Sejak 2012 hingga 2024, program ini telah memfasilitasi pembangunan 575 unit instalasi biogas untuk rumah tangga peternak. Syamsuddin juga menyebutkan adanya evolusi dalam model pengembangan biogas, yang kini mulai beralih ke instalasi komunal.

    "Dulunya fasilitas dibangun untuk masing-masing rumah. Sekarang, kami mulai membangun instalasi biogas komunal dengan kapasitas lebih besar yang mampu melayani hingga belasan rumah dalam satu kelompok tani," pungkas Syamsuddin. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    ESDM Optimalkan Energi Bersih Lokal, Kini 72 Desa Terpencil Kaltim Terang Berkat PLTS

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2025 pukul 16:40 WITA

    Pemanfaatan PLTS di salah satu desa yang ada di Kaltim oleh Dinas ESDM Kaltim. (Foto: HO-DESDM Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat transisi energi bersih dengan mengoptimalkan sumber daya lokal. 

    Sejauh ini, fokus utama tertuju pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan biogas untuk menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah terpencil.

    Kepala Bidang EBT dan Konservasi Energi Dinas ESDM Kaltim, Elly Luchritia Nova, menjelaskan bahwa program PLTS telah berhasil menerangi 72 desa yang tersebar di empat kabupaten. 

    "Pembangunan PLTS ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memenuhi hak masyarakat atas listrik, sekaligus meningkatkan bauran energi bersih di Kaltim," ujar Elly di Samarinda, Jumat (8/8/2025).

    Analis Kebijakan EBT Dinas ESDM Kaltim, Syamsuddin, menambahkan bahwa dari berbagai potensi energi baru terbarukan (EBT) yang ada di Kaltim, energi surya adalah yang paling realistis dan bisa diandalkan. 

    "Setelah mengkaji potensi seperti air, angin, dan pasang surut, kami menyimpulkan bahwa energi surya paling potensial untuk dikembangkan secara masif," kata Syamsuddin.

    Selain tenaga surya, Dinas ESDM Kaltim juga gencar mendorong pemanfaatan biogas. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk menjangkau kelompok-kelompok tani yang memiliki ternak sapi.

    "Pengembangan biogas ini menjadi solusi energi alternatif bagi rumah tangga di pedesaan. Warga tidak perlu lagi bergantung pada gas LPG, karena bisa memproduksi gas sendiri dari limbah ternak untuk kebutuhan memasak sehari-hari," jelas Syamsuddin.

    Sejak 2012 hingga 2024, program ini telah memfasilitasi pembangunan 575 unit instalasi biogas untuk rumah tangga peternak. Syamsuddin juga menyebutkan adanya evolusi dalam model pengembangan biogas, yang kini mulai beralih ke instalasi komunal.

    "Dulunya fasilitas dibangun untuk masing-masing rumah. Sekarang, kami mulai membangun instalasi biogas komunal dengan kapasitas lebih besar yang mampu melayani hingga belasan rumah dalam satu kelompok tani," pungkas Syamsuddin. (Adv)

    (Sf/Rs)