Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan Operasi Pasar di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tidak hanya menyediakan sembako, tetapi juga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.
Operasi pasar ini merupakan upaya pemerintah provinsi dalam menstabilkan harga dan pasokan kebutuhan pokok yang sempat melonjak drastis di wilayah tersebut.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahulu untuk mengatasi harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.
"Kita pelepasan untuk operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga dan pasokan untuk Mahulu dan Kutai Kartanegara, kita kerja sama," ujarnya.
Heni merinci, bantuan yang dilepas untuk Mahulu adalah beras dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar 68,5 ton, 7 ton gula, dan 4,8 ton minyak goreng.
Khusus untuk beras, bantuan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat, dengan setiap kepala keluarga mendapatkan 20 kilogram.
Heni menegaskan, pemberian ini bukan sekadar gratis, melainkan kewajiban pemerintah saat kondisi darurat, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
"Dengan SK Bupati Mahulu yang sudah ditetapkan sebagai kondisi darurat, pemerintah wajib mengeluarkan cadangan pangan," tambahnya.
Berbeda dengan sembako yang diangkut dari Samarinda, Heni menjelaskan bahwa pasokan LPG 3 kilogram tidak dibawa langsung dari ibu kota provinsi.
"LPG 3 kilogram dipasok dari agen yang ada di Mahakam Ulu. Jadi, agen di sana juga menggelar operasi pasar dengan harga yang disubsidi dan dijual dengan harga normal," jelas Heni.
Proses penyaluran bantuan operasi pasar ini dilakukan melalui jalur darat, dengan estimasi perjalanan sekitar dua hari untuk sampai ke lokasi.
Heni menambahkan, Pemprov Kaltim berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mahulu, BPBD Mahulu, dan Bidang Ekonomi Mahulu untuk memastikan bantuan ini sampai ke tujuan dengan pengawalan.
"Kami sudah menginformasikan bahwa operasi pasar ini kita lewat darat, nanti bersama dengan tim dari Mahakam Ulu kita bertemu di sana," katanya.
Terkait biaya transportasi, Heni memastikan bahwa ongkos angkut barang operasi pasar tersebut disubsidi oleh Pemprov Kaltim.
"Nanti sampai di Long Bagun, lanjut pakai kapal kecil ke Long Apari hingga Long Pahangai," pungkas Heni. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan Operasi Pasar di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tidak hanya menyediakan sembako, tetapi juga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.
Operasi pasar ini merupakan upaya pemerintah provinsi dalam menstabilkan harga dan pasokan kebutuhan pokok yang sempat melonjak drastis di wilayah tersebut.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahulu untuk mengatasi harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.
"Kita pelepasan untuk operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga dan pasokan untuk Mahulu dan Kutai Kartanegara, kita kerja sama," ujarnya.
Heni merinci, bantuan yang dilepas untuk Mahulu adalah beras dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar 68,5 ton, 7 ton gula, dan 4,8 ton minyak goreng.
Khusus untuk beras, bantuan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat, dengan setiap kepala keluarga mendapatkan 20 kilogram.
Heni menegaskan, pemberian ini bukan sekadar gratis, melainkan kewajiban pemerintah saat kondisi darurat, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
"Dengan SK Bupati Mahulu yang sudah ditetapkan sebagai kondisi darurat, pemerintah wajib mengeluarkan cadangan pangan," tambahnya.
Berbeda dengan sembako yang diangkut dari Samarinda, Heni menjelaskan bahwa pasokan LPG 3 kilogram tidak dibawa langsung dari ibu kota provinsi.
"LPG 3 kilogram dipasok dari agen yang ada di Mahakam Ulu. Jadi, agen di sana juga menggelar operasi pasar dengan harga yang disubsidi dan dijual dengan harga normal," jelas Heni.
Proses penyaluran bantuan operasi pasar ini dilakukan melalui jalur darat, dengan estimasi perjalanan sekitar dua hari untuk sampai ke lokasi.
Heni menambahkan, Pemprov Kaltim berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mahulu, BPBD Mahulu, dan Bidang Ekonomi Mahulu untuk memastikan bantuan ini sampai ke tujuan dengan pengawalan.
"Kami sudah menginformasikan bahwa operasi pasar ini kita lewat darat, nanti bersama dengan tim dari Mahakam Ulu kita bertemu di sana," katanya.
Terkait biaya transportasi, Heni memastikan bahwa ongkos angkut barang operasi pasar tersebut disubsidi oleh Pemprov Kaltim.
"Nanti sampai di Long Bagun, lanjut pakai kapal kecil ke Long Apari hingga Long Pahangai," pungkas Heni. (Adv)
(Sf/Rs)