Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    DPMPTSP Kaltim Lirik Industri Hilirisasi Karet Crumb Rubber

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Oktober 2023 pukul 19:17 WITA

    Kepala DPMPTSP Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam upaya untuk mengembangkan sektor ekonomi di Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim sedang merancang strategi untuk mengembangkan sektor hilirisasi karet dan produk turunannya.

    Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara sektor nasional dan daerah guna meningkatkan daya saing produk-produk karet. 

    "Kami bertujuan untuk mengembangkan hilirisasi karet di Kalimantan Timur ke tingkat nasional dan internasional," ungkap Puguh Harjanto di Samarinda, Kamis (19/10/2023).

    Adapun hasil laporan akhir penyusunan peluang investasi hilirisasi karet, DPMPTSP akan mendirikan industri Crumb Rubber, yang mana industri ini berfokus dalam mengolah karet alam yang berorientasi ekspor, dimana produknya merupakan produk setengah jadi sesuai Standard International Rubber (SIR).

    Peluang yang diharapkan itu berkapasitas sebesar 50 ton per hari, dengan target bekerja 300 hari dalam setahun untuk dapat menghasilkabn 15 ribu ton. Dan kawasan industri ini yang dipilih adalah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan luas lahan 5 hektare. 

    Sedangkan, lokasi pengadaan bahan baku yang terintregrasi di Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser dan Kecamatan babulu Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan luas lahan seluas sekitar 2.000 hektare.

    "Produksi ini menciptakan sinergi yang kuat antara produksi karet dan pengadaan bahan baku, mendukung kelangsungan operasional industri," jelas Puguh.

    Perhitungan lainnya dari aspek hukum dan lingkungan. Perencanaan ini melibatkan analisis kelayakan dari berbagai sudut pandang.  

    "Kita juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam pengembangan industri kreatif di Kaltim, seperti masalah perizinan, kebijakan, dan pemeliharaan keselarasan dengan aspek lingkungan dan sosial," tutupnya.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    DPMPTSP Kaltim Lirik Industri Hilirisasi Karet Crumb Rubber

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Oktober 2023 pukul 19:17 WITA

    Kepala DPMPTSP Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam upaya untuk mengembangkan sektor ekonomi di Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim sedang merancang strategi untuk mengembangkan sektor hilirisasi karet dan produk turunannya.

    Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara sektor nasional dan daerah guna meningkatkan daya saing produk-produk karet. 

    "Kami bertujuan untuk mengembangkan hilirisasi karet di Kalimantan Timur ke tingkat nasional dan internasional," ungkap Puguh Harjanto di Samarinda, Kamis (19/10/2023).

    Adapun hasil laporan akhir penyusunan peluang investasi hilirisasi karet, DPMPTSP akan mendirikan industri Crumb Rubber, yang mana industri ini berfokus dalam mengolah karet alam yang berorientasi ekspor, dimana produknya merupakan produk setengah jadi sesuai Standard International Rubber (SIR).

    Peluang yang diharapkan itu berkapasitas sebesar 50 ton per hari, dengan target bekerja 300 hari dalam setahun untuk dapat menghasilkabn 15 ribu ton. Dan kawasan industri ini yang dipilih adalah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan luas lahan 5 hektare. 

    Sedangkan, lokasi pengadaan bahan baku yang terintregrasi di Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser dan Kecamatan babulu Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan luas lahan seluas sekitar 2.000 hektare.

    "Produksi ini menciptakan sinergi yang kuat antara produksi karet dan pengadaan bahan baku, mendukung kelangsungan operasional industri," jelas Puguh.

    Perhitungan lainnya dari aspek hukum dan lingkungan. Perencanaan ini melibatkan analisis kelayakan dari berbagai sudut pandang.  

    "Kita juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam pengembangan industri kreatif di Kaltim, seperti masalah perizinan, kebijakan, dan pemeliharaan keselarasan dengan aspek lingkungan dan sosial," tutupnya.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)