Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    DPKH Kaltim Dorong Integrasi Sapi dan Sawit Tingkatkan Produktivitas

    Penulis:Maulana|Redaktur:RUSDIANTO
    06 November 2024 pukul 10:23 WITA

    Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim) gencar mendorong implementasi integrasi ternak sapi dengan perkebunan kelapa sawit di seluruh wilayah provinsi. Upaya ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 33 Tahun 2023.

    Kepala DPKH Kaltim Fahmi Himawan mengatakan, integrasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pangan hewani. “Tanaman sawit bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran sapi dapat menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman sawit,” jelas Fahmi.

    Dengan integrasi ini, diharapkan dapat menekan biaya produksi bagi petani, baik dari sisi pembelian pakan maupun pupuk. Selain itu, sapi juga dapat membantu mengendalikan gulma di perkebunan sawit.

    Fahmi menjelaskan, program ini bukan hal baru. Kalimantan Selatan telah berhasil menerapkannya dan menunjukkan hasil yang positif. “Kami optimistis program serupa juga akan sukses di Kaltim,” ujarnya.

    Untuk mencapai tujuan tersebut, DPKH Kaltim akan melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap implementasi program di setiap daerah. Kolaborasi antara pelaku usaha perkebunan dan peternakan menjadi kunci keberhasilan integrasi ini.

    “Lahan perkebunan kelapa sawit yang luas di Kaltim dapat dimanfaatkan secara optimal untuk peternakan sapi. Petani sawit pun akan mendapatkan keuntungan tambahan karena pengeluaran untuk pupuk berkurang,” tukasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    DPKH Kaltim Dorong Integrasi Sapi dan Sawit Tingkatkan Produktivitas

    Penulis:Maulana|Redaktur:RUSDIANTO
    06 November 2024 pukul 10:23 WITA

    Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Hilmawan. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim) gencar mendorong implementasi integrasi ternak sapi dengan perkebunan kelapa sawit di seluruh wilayah provinsi. Upaya ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 33 Tahun 2023.

    Kepala DPKH Kaltim Fahmi Himawan mengatakan, integrasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pangan hewani. “Tanaman sawit bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran sapi dapat menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman sawit,” jelas Fahmi.

    Dengan integrasi ini, diharapkan dapat menekan biaya produksi bagi petani, baik dari sisi pembelian pakan maupun pupuk. Selain itu, sapi juga dapat membantu mengendalikan gulma di perkebunan sawit.

    Fahmi menjelaskan, program ini bukan hal baru. Kalimantan Selatan telah berhasil menerapkannya dan menunjukkan hasil yang positif. “Kami optimistis program serupa juga akan sukses di Kaltim,” ujarnya.

    Untuk mencapai tujuan tersebut, DPKH Kaltim akan melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap implementasi program di setiap daerah. Kolaborasi antara pelaku usaha perkebunan dan peternakan menjadi kunci keberhasilan integrasi ini.

    “Lahan perkebunan kelapa sawit yang luas di Kaltim dapat dimanfaatkan secara optimal untuk peternakan sapi. Petani sawit pun akan mendapatkan keuntungan tambahan karena pengeluaran untuk pupuk berkurang,” tukasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)