Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Agus Hari Kesuma. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Industri olahraga (sport industry) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum berjalan dengan dengan baik. Bahkan olahraga populer saja masih belum bisa membawa keunggulan ekonomi yang berbasis olahraga di Kaltim.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma menyebut hal ini karena pengelolaan dan pembinaan atlet berprestasi masih kurang untuk menciptakan kekuatan sport industry.
"Kami mendukung rencana penguatan sport industry di Kaltim. Kalau berkaca pada negara maju, sekarang olahraga ini sangat penting bagi pengembangan ekonomi suatu negara, seperti Amerika, China, Jepang dan lainnya," ungkap pria yang kerap dipanggil AHK, di kantor Dispora, Sabtu (21/10/2023).
Menurutnya, sport industry ini dimulai dengan pembentukan habitat atlet yang berprestasi. Apalagi di Kaltim masih membutuhkan peran dari masyarakat sadar prestasi melalui olahraga.
"Semakin meningkatnya prestasi olahraga di Kaltim, industri olahraga akan dengan sendirinya terbentuk," tambahnya.
Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menjadi cikal bakal sport industry yang berkemajuan. Dengan itu, AHK optimis di Kaltim akan mengorbitkan atlet yang berprestasi.
Dalam pembinaan ini, AHK mencontohkan sport industry yang berada di Amerika Serikat melalui olahraga bola basket. Disana terdapat kompetisi paling bergengsi yakni NBA, namun dilain sisi pembinaan Basket tersebut dari kalangan siswa.
"Coba disini, adakah klub kita disini, yang bertanding kan para pelajar di DBL. Kategori seorang pelajar memiliki porsi belajar di kelas 80 persen, sedangkan untuk olahraga kalau sempat saja," bebernya.
AHK menginginkan dengan hadirnya DBON ini nantinya porsi olahraga diperbanyak dengan porsi 70 persen dan belajar dikelas 30 persen.
"Industri olaharaga ini melalui pembinaan kita, agar dapat bersaing dikancah nasional, lebih-lebih bisa sampai internasional," katanya.
Ia mengharapkan kerekatan Dispora dengan DBON menjadikan industri olahraga di Kaltim semakin maju.
"Kita selalu memonitor perkembangan olahraga di Kaltim, ini kita support betul pembinaan," tukasnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Agus Hari Kesuma. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Industri olahraga (sport industry) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum berjalan dengan dengan baik. Bahkan olahraga populer saja masih belum bisa membawa keunggulan ekonomi yang berbasis olahraga di Kaltim.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma menyebut hal ini karena pengelolaan dan pembinaan atlet berprestasi masih kurang untuk menciptakan kekuatan sport industry.
"Kami mendukung rencana penguatan sport industry di Kaltim. Kalau berkaca pada negara maju, sekarang olahraga ini sangat penting bagi pengembangan ekonomi suatu negara, seperti Amerika, China, Jepang dan lainnya," ungkap pria yang kerap dipanggil AHK, di kantor Dispora, Sabtu (21/10/2023).
Menurutnya, sport industry ini dimulai dengan pembentukan habitat atlet yang berprestasi. Apalagi di Kaltim masih membutuhkan peran dari masyarakat sadar prestasi melalui olahraga.
"Semakin meningkatnya prestasi olahraga di Kaltim, industri olahraga akan dengan sendirinya terbentuk," tambahnya.
Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menjadi cikal bakal sport industry yang berkemajuan. Dengan itu, AHK optimis di Kaltim akan mengorbitkan atlet yang berprestasi.
Dalam pembinaan ini, AHK mencontohkan sport industry yang berada di Amerika Serikat melalui olahraga bola basket. Disana terdapat kompetisi paling bergengsi yakni NBA, namun dilain sisi pembinaan Basket tersebut dari kalangan siswa.
"Coba disini, adakah klub kita disini, yang bertanding kan para pelajar di DBL. Kategori seorang pelajar memiliki porsi belajar di kelas 80 persen, sedangkan untuk olahraga kalau sempat saja," bebernya.
AHK menginginkan dengan hadirnya DBON ini nantinya porsi olahraga diperbanyak dengan porsi 70 persen dan belajar dikelas 30 persen.
"Industri olaharaga ini melalui pembinaan kita, agar dapat bersaing dikancah nasional, lebih-lebih bisa sampai internasional," katanya.
Ia mengharapkan kerekatan Dispora dengan DBON menjadikan industri olahraga di Kaltim semakin maju.
"Kita selalu memonitor perkembangan olahraga di Kaltim, ini kita support betul pembinaan," tukasnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)