Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Diskominfo Optimis IKN Dorong Percepatan Infrastruktur Digital di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Oktober 2024 pukul 18:49 WITA

    Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Upaya pemerataan akses internet di Kalimantan Timur (Kaltim) terus digencarkan. Namun, luasnya wilayah dan kondisi geografis yang menantang menjadi kendala utama dalam mewujudkan target universal akses internet.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah ini sangat bergantung pada menara transmisi. Sayangnya, membangun menara di daerah-daerah terpencil membutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu yang lama.

    "Bayangkan, luas Kaltim itu setara dengan Pulau Jawa. Membangun infrastruktur digital di wilayah seluas itu tentu membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit," ujar Faisal saat ditemui di Samarinda.

    Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim telah menjadi katalisator bagi pengembangan infrastruktur telekomunikasi di wilayah ini. Banyak operator telekomunikasi yang melihat potensi pasar yang besar di IKN dan sekitarnya, sehingga berinvestasi membangun jaringan baru.

    "IKN telah menarik minat para investor untuk membangun infrastruktur telekomunikasi. Namun, perlu diingat bahwa IKN hanyalah sebagian kecil dari wilayah Kaltim," tambah Faisal.

    Selain kendala geografis, birokrasi yang rumit dan kerusakan infrastruktur juga menjadi hambatan dalam upaya pemerataan akses internet di Kaltim. Perizinan yang panjang dan berbelit-belit seringkali menghambat pembangunan menara telekomunikasi.

    "Dulu, kewenangan untuk membangun menara telekomunikasi ada di pemerintah daerah. Sekarang, kewenangannya sudah ditarik ke pusat. Hal ini tentu membuat proses perizinan menjadi lebih panjang," jelas Faisal.

    Kerusakan kabel serat optik akibat aktivitas pertambangan dan pembangunan infrastruktur juga menjadi masalah yang sering terjadi di Kaltim. Hal ini menyebabkan gangguan pada layanan internet di beberapa daerah.

    Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim telah melakukan sejumlah upaya, antara lain pembangunan jaringan fiber optik, bantuan koneksi internet gratis dan peningkatan literasi digital.

    "Kami berharap dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, masyarakat Kaltim dapat segera menikmati akses internet yang cepat dan stabil," pungkas Faisal. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Diskominfo Optimis IKN Dorong Percepatan Infrastruktur Digital di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Oktober 2024 pukul 18:49 WITA

    Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Upaya pemerataan akses internet di Kalimantan Timur (Kaltim) terus digencarkan. Namun, luasnya wilayah dan kondisi geografis yang menantang menjadi kendala utama dalam mewujudkan target universal akses internet.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah ini sangat bergantung pada menara transmisi. Sayangnya, membangun menara di daerah-daerah terpencil membutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu yang lama.

    "Bayangkan, luas Kaltim itu setara dengan Pulau Jawa. Membangun infrastruktur digital di wilayah seluas itu tentu membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit," ujar Faisal saat ditemui di Samarinda.

    Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim telah menjadi katalisator bagi pengembangan infrastruktur telekomunikasi di wilayah ini. Banyak operator telekomunikasi yang melihat potensi pasar yang besar di IKN dan sekitarnya, sehingga berinvestasi membangun jaringan baru.

    "IKN telah menarik minat para investor untuk membangun infrastruktur telekomunikasi. Namun, perlu diingat bahwa IKN hanyalah sebagian kecil dari wilayah Kaltim," tambah Faisal.

    Selain kendala geografis, birokrasi yang rumit dan kerusakan infrastruktur juga menjadi hambatan dalam upaya pemerataan akses internet di Kaltim. Perizinan yang panjang dan berbelit-belit seringkali menghambat pembangunan menara telekomunikasi.

    "Dulu, kewenangan untuk membangun menara telekomunikasi ada di pemerintah daerah. Sekarang, kewenangannya sudah ditarik ke pusat. Hal ini tentu membuat proses perizinan menjadi lebih panjang," jelas Faisal.

    Kerusakan kabel serat optik akibat aktivitas pertambangan dan pembangunan infrastruktur juga menjadi masalah yang sering terjadi di Kaltim. Hal ini menyebabkan gangguan pada layanan internet di beberapa daerah.

    Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim telah melakukan sejumlah upaya, antara lain pembangunan jaringan fiber optik, bantuan koneksi internet gratis dan peningkatan literasi digital.

    "Kami berharap dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, masyarakat Kaltim dapat segera menikmati akses internet yang cepat dan stabil," pungkas Faisal. (Adv)

    (Sf/Rs)