Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin. (Foto: HO/Dinkes Kaltim)
Samarinda - Gangguan mental generasi Z menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk mengatasi masalah ini, Dinkes Kaltim telah membuat program kesehatan masyarakat kesehatan keluarga pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang mengintegrasikan layanan kesehatan untuk semua umur, termasuk konseling untuk reproduksi.
"Kita mengelola layanan integrasi primer semua umur itu dibina termasuk puskesmas, harusnya ada konseling untuk reproduksi," kata Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, di Samarinda, Rabu (8/11/2023).
Pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim dan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (Puspaga) di sana.
"Ada konseling hampir sama, seperti kesehatan ibu dan anak. Kita akan upayakan di semua fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama ada konseling. Termasuk skrining kesehatan mental anak," tuturnya.
Jaya mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan kasus bunuh diri yang berkaitan dengan gangguan mental generasi Z ke Dinkes Kaltim. Namun, ia mengakui bahwa ada beberapa kejadian orang yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan. Ia menyarankan agar dalam pembuatan jembatan sebaiknya diberi jaring kawat untuk mencegah hal tersebut.
"Karena sekarang literasi luar biasa. Jadi mengikuti di luar negeri ada kejadian jadi ikut dilakukan. Walaupun, untuk bunuh diri kita belum ada data berapa," jelasnya.
Adapun, fasilitas di puskesmas sudah memiliki ruang konseling dan terdapat layanan khusus. Jika mendapatkan rujukan, bisa ke rumah sakit Atma Husada. Karena di sana ada psikolog, dokter jiwa, dan memiliki pelayanan yang sudah berstandar nasional.
Jaya menambahkan, pelayanan keluarga sangat berhubungan dengan kesehatan mental. Ia akan memastikan bahwa dinas kota harus punya layanan unggulan di bidang ini.
"Kita harus memperhatikan kesehatan mental generasi Z. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kita harus memberikan dukungan dan bimbingan agar mereka bisa berkembang secara optimal," tuturnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin. (Foto: HO/Dinkes Kaltim)
Samarinda - Gangguan mental generasi Z menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk mengatasi masalah ini, Dinkes Kaltim telah membuat program kesehatan masyarakat kesehatan keluarga pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang mengintegrasikan layanan kesehatan untuk semua umur, termasuk konseling untuk reproduksi.
"Kita mengelola layanan integrasi primer semua umur itu dibina termasuk puskesmas, harusnya ada konseling untuk reproduksi," kata Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, di Samarinda, Rabu (8/11/2023).
Pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim dan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (Puspaga) di sana.
"Ada konseling hampir sama, seperti kesehatan ibu dan anak. Kita akan upayakan di semua fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama ada konseling. Termasuk skrining kesehatan mental anak," tuturnya.
Jaya mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan kasus bunuh diri yang berkaitan dengan gangguan mental generasi Z ke Dinkes Kaltim. Namun, ia mengakui bahwa ada beberapa kejadian orang yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan. Ia menyarankan agar dalam pembuatan jembatan sebaiknya diberi jaring kawat untuk mencegah hal tersebut.
"Karena sekarang literasi luar biasa. Jadi mengikuti di luar negeri ada kejadian jadi ikut dilakukan. Walaupun, untuk bunuh diri kita belum ada data berapa," jelasnya.
Adapun, fasilitas di puskesmas sudah memiliki ruang konseling dan terdapat layanan khusus. Jika mendapatkan rujukan, bisa ke rumah sakit Atma Husada. Karena di sana ada psikolog, dokter jiwa, dan memiliki pelayanan yang sudah berstandar nasional.
Jaya menambahkan, pelayanan keluarga sangat berhubungan dengan kesehatan mental. Ia akan memastikan bahwa dinas kota harus punya layanan unggulan di bidang ini.
"Kita harus memperhatikan kesehatan mental generasi Z. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kita harus memberikan dukungan dan bimbingan agar mereka bisa berkembang secara optimal," tuturnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)