Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Cacar Monyet pada tubuh seseorang yang terpapar. (Foto: Ilustrasi Istimewa)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai penyebaran penyakit cacar monyet di Kaltim. Walaupun sampai hari ini kasus cacar monyet belum ada di Kaltim.
"Kalau laporan sampai hari ini belum ada masuk cacar monyet," ungkap Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin di Kantor Dinkes, Samarinda, Selasa (24/10/2023).
Kini pihaknya untuk meningkatkan kewaspadaan meminta Dinkes kabupaten/Kota untuk setiap minggunya melaporkan sebaran cacar monyet tersebut.
"Tapi setiap minggu kita menerima laporan ada atau tidaknya untuk kewaspadaan dini dari Dinkes Kabupaten Kota. Kalau ada terindikasi ada pasien dirawat atau ditemukan sebaiknya dilaporkan untuk antisipas," tambahnya.
Untuk diketahui, cacar monyet ini yang penyebarannya melalui virus adalah jenis penyakit yang dapat menyerang kulit. Bentuknya bintik-bintik seperti cacar, namun perbedaannya ukuran lebih lebar. Menurut laporan epidemiologi, penyebarannya cepat menular.
Adapun cara penyembuhan itu menggunakan obat cacar pada umumnya. Sehingga masyarakat ada yang terpapar untuk tidak panik, bisa dibawa ke puskesmas. Jaya mengatakan virus itu tidak lama.
"Obatnya hampir mirip-mirip. Dan virus ini engga lama, seperti halnya DBD itu seminggu saja, Corona itu 14 hari, setelah itu hilang. Yang bahaya itu kalau menularkan, apalagi tertularnya melalui perilaku seksual," jelasnya.
Jaya menyebut gelaja ini ringan, dan bisa jadi berat dengan presentase 3-5 persen sajaa
Kemudian, pemantauan berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 26 September 2023. Sekitar 83 persen diamati pada laki-laki penyuka laki-laki. 7,4 persen pernah dites HIV positif, kemudian kasus yang dilaporkan penularan melalu sex 82,5 persen. Ada kedekatan dengan orang yang suka berganti pasangan.
"Gejala ringan bisa jadi berat cuma kematiannya 3-5 persen saja. Kontak langsung dengan orang terkena atau hewan dan juga benda yang terinfeksi oleh virus bisa saja," bebernya.
Ia meminta untuk masyarakat jika terpapar oleh cacar, untuk segera ambil tindakan. "Begitu ada kasus akan ambil sampel darah dan diperiksa. Kalau negatif mungkin cacar lain. Kalau positif berarti mpox sudah masuk di kaltim. Kalau ada kita akan lakukan upaya pertama, lokalisir orang yang kena, kita obati dan kita cegah dari semua pintu masuk kaltim," tutupnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Cacar Monyet pada tubuh seseorang yang terpapar. (Foto: Ilustrasi Istimewa)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai penyebaran penyakit cacar monyet di Kaltim. Walaupun sampai hari ini kasus cacar monyet belum ada di Kaltim.
"Kalau laporan sampai hari ini belum ada masuk cacar monyet," ungkap Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin di Kantor Dinkes, Samarinda, Selasa (24/10/2023).
Kini pihaknya untuk meningkatkan kewaspadaan meminta Dinkes kabupaten/Kota untuk setiap minggunya melaporkan sebaran cacar monyet tersebut.
"Tapi setiap minggu kita menerima laporan ada atau tidaknya untuk kewaspadaan dini dari Dinkes Kabupaten Kota. Kalau ada terindikasi ada pasien dirawat atau ditemukan sebaiknya dilaporkan untuk antisipas," tambahnya.
Untuk diketahui, cacar monyet ini yang penyebarannya melalui virus adalah jenis penyakit yang dapat menyerang kulit. Bentuknya bintik-bintik seperti cacar, namun perbedaannya ukuran lebih lebar. Menurut laporan epidemiologi, penyebarannya cepat menular.
Adapun cara penyembuhan itu menggunakan obat cacar pada umumnya. Sehingga masyarakat ada yang terpapar untuk tidak panik, bisa dibawa ke puskesmas. Jaya mengatakan virus itu tidak lama.
"Obatnya hampir mirip-mirip. Dan virus ini engga lama, seperti halnya DBD itu seminggu saja, Corona itu 14 hari, setelah itu hilang. Yang bahaya itu kalau menularkan, apalagi tertularnya melalui perilaku seksual," jelasnya.
Jaya menyebut gelaja ini ringan, dan bisa jadi berat dengan presentase 3-5 persen sajaa
Kemudian, pemantauan berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 26 September 2023. Sekitar 83 persen diamati pada laki-laki penyuka laki-laki. 7,4 persen pernah dites HIV positif, kemudian kasus yang dilaporkan penularan melalu sex 82,5 persen. Ada kedekatan dengan orang yang suka berganti pasangan.
"Gejala ringan bisa jadi berat cuma kematiannya 3-5 persen saja. Kontak langsung dengan orang terkena atau hewan dan juga benda yang terinfeksi oleh virus bisa saja," bebernya.
Ia meminta untuk masyarakat jika terpapar oleh cacar, untuk segera ambil tindakan. "Begitu ada kasus akan ambil sampel darah dan diperiksa. Kalau negatif mungkin cacar lain. Kalau positif berarti mpox sudah masuk di kaltim. Kalau ada kita akan lakukan upaya pertama, lokalisir orang yang kena, kita obati dan kita cegah dari semua pintu masuk kaltim," tutupnya.
(Adv/MF/diskominfokaltim)