Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Dinkes Kaltim Imbau Masyarakat Waspadai Penularan Penyakit Hewan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 Oktober 2023 pukul 11:16 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari penularan hewan ke manusia.

    Untuk diketahui, penyakit zoonosis ini terdapat mikroorganisme parasit berupa bakteri, virus, jamur serta parasit protozoa dan cacing yang menyerang tubuh manusia melalui penularan secara langsung, tidak langsung bahkan saat konsumsi hewan.

    Jaya memberikan beberapa contoh penyakit zoonosis. "Beberapa penyakit zoonosis itu banyak, seperti rabies, antraks, dan baru-baru ini saya terima laporan di Kaltim ada yang terserang penyakit leptospirosis," ungkap Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin di Samarinda, Senin (9/10/2023).

    Ia mengatakan penyebaran penyakit dari hewan ini sangat unik. Contohnya Leptospirosis, kata Jaya ini berasal dari kuman kencing tikus yang berada di bak mandi. Penyakit ini masih baru ditemukan di Kutai Barat.

    Dalam hal ini, Dinkes Kaltim mengupayakan untuk memberikan penanganan berupa vaksinasi. Ia mengatakan hal ini telah dilakukan bekerja sama dengan Dinas Peternakan menggencarkan vasinasi terhadap anjing liar dan hewan peliharaan lainnya, guna menjadikan wilayah tersebut bebas dari penyakit rabies.

    “Kami pastikan anjing liar divaksin karena mereka berpotensi menularkan rabies kepada manusia,” ujar Jaya.

    Hewan peliharaan lain yang wajib divaksin rabies, katanya, termasuk kucing, baik yang ada pemiliknya maupun tidak. Sebab kucing kalau terkena rabies juga bisa menyebabkan gejala yang sama dengan anjing.

    Jaya melanjutkan bahwa selain anjing dan kucing, hewan lain yang juga perlu mendapatkan vaksinasi adalah kera. 

    “Kera juga bisa menjadi sumber penularan rabies, terutama di daerah yang dekat dengan hutan. Kami sudah melakukan vaksinasi terhadap kera yang ada di beberapa lokasi,” paparnya.

    Jaya mengimbau masyarakat untuk segera membersihkan luka gigitan hewan dengan air mengalir dan sabun. 

    “Jangan sampai virus rabies masuk ke dalam tubuh. Segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan suntikan anti rabies,” tegasnya.

    Jaya juga mengharapkan masyarakat untuk menjadikan hewan peliharaan sebagai binatang kesayangan dan merawatnya dengan baik. 

    Ia menambahkan, vaksin untuk hewan peliharaan disediakan secara gratis seperti yang dilakukan untuk sapi dan kerbau. 

    "Di Kaltim, ada penyakit zoonosis lain yang berasal dari sapi dan kerbau, yaitu anthrax. Kita sudah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan untuk penyakit terkait zoonosis,” tutupnya.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)

    Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

    Dinkes Kaltim Imbau Masyarakat Waspadai Penularan Penyakit Hewan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 Oktober 2023 pukul 11:16 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari penularan hewan ke manusia.

    Untuk diketahui, penyakit zoonosis ini terdapat mikroorganisme parasit berupa bakteri, virus, jamur serta parasit protozoa dan cacing yang menyerang tubuh manusia melalui penularan secara langsung, tidak langsung bahkan saat konsumsi hewan.

    Jaya memberikan beberapa contoh penyakit zoonosis. "Beberapa penyakit zoonosis itu banyak, seperti rabies, antraks, dan baru-baru ini saya terima laporan di Kaltim ada yang terserang penyakit leptospirosis," ungkap Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin di Samarinda, Senin (9/10/2023).

    Ia mengatakan penyebaran penyakit dari hewan ini sangat unik. Contohnya Leptospirosis, kata Jaya ini berasal dari kuman kencing tikus yang berada di bak mandi. Penyakit ini masih baru ditemukan di Kutai Barat.

    Dalam hal ini, Dinkes Kaltim mengupayakan untuk memberikan penanganan berupa vaksinasi. Ia mengatakan hal ini telah dilakukan bekerja sama dengan Dinas Peternakan menggencarkan vasinasi terhadap anjing liar dan hewan peliharaan lainnya, guna menjadikan wilayah tersebut bebas dari penyakit rabies.

    “Kami pastikan anjing liar divaksin karena mereka berpotensi menularkan rabies kepada manusia,” ujar Jaya.

    Hewan peliharaan lain yang wajib divaksin rabies, katanya, termasuk kucing, baik yang ada pemiliknya maupun tidak. Sebab kucing kalau terkena rabies juga bisa menyebabkan gejala yang sama dengan anjing.

    Jaya melanjutkan bahwa selain anjing dan kucing, hewan lain yang juga perlu mendapatkan vaksinasi adalah kera. 

    “Kera juga bisa menjadi sumber penularan rabies, terutama di daerah yang dekat dengan hutan. Kami sudah melakukan vaksinasi terhadap kera yang ada di beberapa lokasi,” paparnya.

    Jaya mengimbau masyarakat untuk segera membersihkan luka gigitan hewan dengan air mengalir dan sabun. 

    “Jangan sampai virus rabies masuk ke dalam tubuh. Segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan suntikan anti rabies,” tegasnya.

    Jaya juga mengharapkan masyarakat untuk menjadikan hewan peliharaan sebagai binatang kesayangan dan merawatnya dengan baik. 

    Ia menambahkan, vaksin untuk hewan peliharaan disediakan secara gratis seperti yang dilakukan untuk sapi dan kerbau. 

    "Di Kaltim, ada penyakit zoonosis lain yang berasal dari sapi dan kerbau, yaitu anthrax. Kita sudah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan untuk penyakit terkait zoonosis,” tutupnya.

    (Adv/MF/diskominfokaltim)