Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin saat menjadi keyno Te speaker di UMKT. (Foto: HO-DinkesKaltim/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini fokus mempertajam peran promosi kesehatan sebagai salah satu pilar utama dalam transformasi layanan medis di Bumi Etam.
Langkah ini diambil untuk memastikan pesan-pesan kesehatan dapat tersampaikan secara efektif kepada seluruh masyarakat.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak lagi hanya bergantung pada aspek pengobatan atau kuratif.
Menurutnya, promosi kesehatan yang kuat dan efektif justru menjadi kunci.
"Kami menggelar lokakarya media promosi kesehatan bagi tenaga medis. Promosi yang dirancang dengan baik dapat mempercepat semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinkes," ujar Jaya di Samarinda, Rabu (20/8/2025).
Jaya menambahkan, muara dari setiap program kesehatan adalah pemahaman yang baik dan perubahan perilaku di masyarakat.
"Pada akhirnya, keberhasilan program kesehatan bergantung pada pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat," tegasnya.
Untuk itu, upaya edukasi harus berjalan beriringan dengan promosi. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dalam konteks ini, tenaga kesehatan memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai pemberi layanan medis, tetapi juga sebagai agen perubahan yang kreatif.
"Kita ingin agar pemahaman dan kreativitas tenaga kesehatan semakin berkembang. Promosi ini erat kaitannya dengan psikologi massa, karena bagaimana kita menggerakkan masyarakat bergantung pada cara kita berkomunikasi," tambah Jaya.
Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2025, diikuti oleh 30 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kaltim.
Selama pelatihan, para peserta dibekali keterampilan teknis untuk mengembangkan beragam media promosi.
Materi yang diberikan mencakup pembuatan konten untuk media cetak seperti poster dan leaflet, produksi konten audiovisual untuk media sosial, hingga pemanfaatan platform digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
"Metode pelatihan menggabungkan sesi teori dengan praktik langsung untuk memastikan setiap peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat," tutup Jaya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin saat menjadi keyno Te speaker di UMKT. (Foto: HO-DinkesKaltim/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini fokus mempertajam peran promosi kesehatan sebagai salah satu pilar utama dalam transformasi layanan medis di Bumi Etam.
Langkah ini diambil untuk memastikan pesan-pesan kesehatan dapat tersampaikan secara efektif kepada seluruh masyarakat.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak lagi hanya bergantung pada aspek pengobatan atau kuratif.
Menurutnya, promosi kesehatan yang kuat dan efektif justru menjadi kunci.
"Kami menggelar lokakarya media promosi kesehatan bagi tenaga medis. Promosi yang dirancang dengan baik dapat mempercepat semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinkes," ujar Jaya di Samarinda, Rabu (20/8/2025).
Jaya menambahkan, muara dari setiap program kesehatan adalah pemahaman yang baik dan perubahan perilaku di masyarakat.
"Pada akhirnya, keberhasilan program kesehatan bergantung pada pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat," tegasnya.
Untuk itu, upaya edukasi harus berjalan beriringan dengan promosi. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dalam konteks ini, tenaga kesehatan memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai pemberi layanan medis, tetapi juga sebagai agen perubahan yang kreatif.
"Kita ingin agar pemahaman dan kreativitas tenaga kesehatan semakin berkembang. Promosi ini erat kaitannya dengan psikologi massa, karena bagaimana kita menggerakkan masyarakat bergantung pada cara kita berkomunikasi," tambah Jaya.
Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2025, diikuti oleh 30 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kaltim.
Selama pelatihan, para peserta dibekali keterampilan teknis untuk mengembangkan beragam media promosi.
Materi yang diberikan mencakup pembuatan konten untuk media cetak seperti poster dan leaflet, produksi konten audiovisual untuk media sosial, hingga pemanfaatan platform digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
"Metode pelatihan menggabungkan sesi teori dengan praktik langsung untuk memastikan setiap peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat," tutup Jaya. (Adv)
(Sf/Rs)